Kamis, 27 Desember 2007

KALEIDOSCOPE 2007

Hari-hari sudah bisa dihitung dengan jari dimana lembaran tahun 2007 akan ditutup dan diganti lembaran baru tahun 2008. Memasuki akhir tahun 2007 biasanya kita mendengar di TV/Radio maupun membaca Koran tentang Kaleidoscope 2007 sebagai kilas balik sepanjang tahun yang segera akan berlalu. Ada apa dengan Kaleidoscope sekitar pribadi Yesus Kristus?
Pada 26 Februari 2007, di New York diadakan konperensi pers yang mempopulerkan penemuan makam Talpiot dimana dianggap tempat Yesus dikuburkan. Konperensi pers ini langsung mendapat sorotan mass-media di seluruh dunia, soalnya disitu dipamerkan osuari tulang-tulang yang dianggap milik Yesus, Maria Magdalena, Maria, Yudah dan Matius yang dianggap sebagai bukti ditemukan kuburan keluarga Yesus. Lebih meluas lagi ketika Discovery Channel memutar film The Lost Tomb of Jesus pada tanggal 4 Maret 2007, sehingga menjadi tayangan yang mengglobal, apalagi film itu disutradarai James Cameron dan Simcha Jacobovici yang telah menerima berbagai piagam perfilman. Simcha Jacobovici yang Yahudi yang dalam film itu berambisi untuk membela praduga-tak- bersalahnya Mahkamah Yahudi dengan membuktikan bahwa benar mayat Yesus dicuri para murid dan dipindahkan … ke makam Talpiot!
Bagai gayung bersambut, sehari sebelum Jumat Agung pra-Paskah, pada tanggal 5 April 2007, Ioanes Rakhmat, doktor yang dosen Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, menulis di harian Kompas artikel yang isinya mengaminkan dan mempromosikan film yang kontroversial itu. Namun tokoh Jesus Seminar di Indonesia yang bertahun-tahun dengan gigih mempromosikan kematian Yesus yang sempat dianalogikan oleh GKI Sinwil Jabar sebagai Galileo Galilee itu, ternyata hanya dalam empat bulan saja, pada bulan Agustus 2007, menarik kesimpulannya tentang kebangkitan Yesus yang dianggapnya sebelumnya sebagai metaforis itu, dan pada bulan yang sama Sinode GKI memperingatkan pendetanya itu secara terbuka pula.
Ternyata film yang mempopulerkan Yesus tidak bangkit dan ditemukan kuburnya di Talpiot itu, mendekati akhir tahun 2007 sudah dilupakan kebanyakan orang. Bahkan, ketika mengunjungi kota Toronto di bulan September 2007, penulis menjumpai kenyataan bahwa di Toronto sendiri, dimana penelitian statistik untuk mendukung kebenaran kuburan Yesus dilakukan, banyak orang yang ditanya malah tidak tahu menahu soal kuburan Yesus yang dianggap ditemukan di Talpiot itu. Ini menunjukkan bahwa promosi mass-media belum tentu mewakili pengetahuan masyarakat umum.
Sekalipun film ‘Talpiot’ sudah sirna gemanya, semangat menggugat Yesus terus terjadi di tahun 2007, dan pada bulan Desember 2007, di Amerika Serikat kembali ditayangkan film ‘The Golden Compass’ yang merupakan buah agenda atheisme. Biasanya buku dan film-film yang menggugat agama Kristen diterbitkan/ ditayangkan sekitar hari Paskah (April) dan Natal (Desember).
Membaca ratusan buku yang berkisar gugatan terhadap Yesus Kristus, kita dapat melihat bahwa gugatan itu bukan saja dilontarkan dalam setahun terakhir, tetapi sudah dua ratus tahun lebih gugatan itu bertubi-tubi ditujukan kepada Yesus dan selama itu gugatan-gugatan itu digantikan oleh gugatan-gugatan baru dan sejauh ini belum ada yang mampu meruntuhkan kebenaran isi berita Alkitab. Ini dengan tepat diucapkan oleh Hans Kung bahwa: “Debat Kristologi yang timbul sejak munculnya zaman modern belum juga terpecahkan.”
Deretan gugatan-gugatan itu bisa kita amati dalam 20 tahun terakhir, dimana mulai banyak buku-buku dan film dilontarkan langsung ke publik dan tidak hanya beredar di kalangan ahli-ahli teologi seperti yang terjadi sebelumnya. Pada awal tahun 1980-an terbit buku ‘The Holy Blood Holy Grail’ dengan serialnya ‘The Messianic Legacy’ namun kritik dari banyak ahli teologi terhadap dasar yang digunakan penulis buku itu menyebabkan buku-buku itu kemudian dilupakan orang.
Pada tahun 1985 lahir Jesus Seminar yang begitu menggebu-gebu ingin menjadikan Kitab-kitab Injil sebagai dongeng tetapi menjadikan Injil (gnostik) Thomas sebagai Injil yang benar. Menarik menyaksikan gugatan John Dominic Crossan salah satu pendiri Jesus Seminar yang semula dalam bukunya yang tebal-tebal berteori mengenai kemungkinan Yesus tidak dikubur tetapi mayatnya dimakan anjing-anjing, ternyata di tahun 2007 begitu saja mendukung hipotesa makam Talpiot dimana dianggap ‘Yesus mati tenang-tenang dan dikuburkan dengan damai di makam Talpiot dan tulang-tulangnya dengan aman bisa disimpan dalam salah satu osuari yang ditemukan di makam itu.’
Pada tahun 1988 dibuat film ‘The Last Temptation of Christ’ yang menggambarkan pergumulan nafsu dan iman Yesus dimana sebelum mati di kayu salib ia membayangkan kawin dengan Maria Magdalena si pelacur, menikahi Maria saudara Marta setelah Magdalena meninggal, dan berselingkuh dengan Marta saudara Maria. Lalu digambarkan Yesus memiliki beberapa anak.
Dasawarsa tahun 1990-an kelihatannya sepi film dan buku yang menggugat Yesus, namun memasuki milenium ke-3, di tahun 2003 ditulis buku yang kemudian difilmkan berjudul ‘The Da Vinci Code’ yang mengangkat kembali Injil-Injil Gnostik dimana disebutkan Maria Magdalena dikawini Yesus dan keturunannya tinggal di Inggeris. Buku itu meledak luar biasa bahkan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa termasuk Indonesia. Buku itu segera menjadi isu terpopuler yang ikut mengangkat kembali buku bertema sama yang ditulis dua puluh tahun sebelumnya yaitu ‘Holy Blood Holy Grail.’
Pada bulan April tahun 2006 ‘Injil Gnostik Yudas‘ meramaikan pentas dunia buku dimana berita tradisional yang menganggap Yudas menghianati Yesus gurunya sekarang diputar-balik menjadi ‘Yesuslah yang menyuruh Yudas menyerahkan dirinya agar Yesus selamat lepas dari ragawinya!’ dan pada tahun itupula terbit buku ‘The Jesus Dinastiy’ yang meneruskan fitnah Celsus bahwa Yesus itu anak tentara Romawi bernama Panthera! Setahun kemudian isu ‘Talpiot’ mencuat, namun baik buku maupun film itu kemudian dilupakan orang dan tidak mengganggu sukacita umat Kristen dalam menyambut perayaan Natal di penghujung tahun 2007.
Apa yang bisa kita pelajari dari Kaleidoscope 2007 dengan kasus ‘Talpiot’nya itu?
Pertama, banyaknya buku-buku dan film yang menggugat Yesus perlu mendorong umat Kristen untuk banyak membaca terutama karya-karya penulis-penulis Kristen Konservatif, agar imannya diteguhkan dengan bacaan-bacaan pengimbang yang konstruktif;
Kedua, umat Kristen jangan cepat panik dan reaktif bila ada buku/film baru yang menggugat Yesus secara destruktif, sejarah sudah membuktikan bahwa dalam 200 tahun terakhir belum ada gugatan serius yang seragam dan selalu tumbuh gugatan baru dengan teori mereka yang baru;
Ketiga, kesabaran tidak harus membuat umat Kristen acuh-tak-acuh terhadap gugatan-gugatan yang timbul, tetapi kesabaran perlu ditunjukkan sambil menunggu bila memang ada buku-buku yang mencuat populer secara luar biasa seperti ‘The Da Vinci Code’ maupun ‘The Lost Tomb of Jesus,’ barulah diperlukan buku-buku tanggapan yang meneguhkan iman umat percaya dan menunjukkan kelemahan gugatan tersebut.
Penulis di awal Desember 2007 diminta untuk membahas dalam seminar tentang film ‘The Golden Compass’ yang dirilis ke layar lebar tanggal 7 Desember 2007 di USA itu. Sekalipun sudah puluhan halaman berita pro-kontra tentang karya Philip Pullman itu di print-out dari internet dan dipelajari dan DVD film itu sudah dimiliki, penulis menjawab agar tidak perlu menanggapi film itu secara tergesa-gesa, karena jangan-jangan maksud hati ingin menolak film itu, tetapi bila dilakukan dengan gegabah, bisa-bisa malah ikut mempopulerkan film itu bak membangunkan ular tidur. Karena itu penulis menunggu untuk ikut serta membahasnya bila film itu ternyata mencuat secara luas di kalangan masyarakat umum seperti yang sudah terjadi dengan buku/film ‘The Da Vinci Code,’ dan film ‘The Lost Tomb of Jesus’ yang dipopulerkan melalui Discovery Channel yang dikenal umum secara global.
Fakta sudah menunjukkan bahwa film-film yang menggugat Yesus Kristus lebih merupakan sensasi sesaat demi popularitas, uang dan semangat anti-Kristus, karena itu marilah di akhir tahun 2007 ini kita merayakan hari Natal dengan sukacaita bahwa dua milenium yang lalu di Betlehem lahir Yesus yang menjadi juruselamat (Kristus) bagi umat manusia, dan kasih Yesus Kristus perlu kita beritakan kepada mereka-mereka yang selama ini belum merasakan sejahtera Allah dalam hati mereka dan terobsesi untuk terus-menerus menyalibkan Yesus, namun karena Yesus sudah bangkit, maka penyaliban yang berulang-ulang sampai menghabiskan paku itu tidak ada gunanya karena ‘Ia sudah Bangkit dan akan datang kembali.’
Kiranya damai sejahtera Yesus Kristus menyertai kita di harian Natal 2007 ini. Amin !
Salam kasih dari Herlianto www.yabina.org

Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag