Jumat, 09 Desember 2016

Tiga Misteri

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan melalui Dia, 

tetapi dunia tidak mengenal-Nya. ---Yohanes 1:10



Ayat ini berhubungan dengan tiga keajaiban di dunia ini:

          1. Allah yang tidak kelihatan  datang ke dunia dengan wujud yang kelihatan. Kelahiran yang ajaib melawan hukum-hukum fisiologi alami, namun bayi itu dibaringkan di dalam palungan! Kemudian, para pemimpin agama tercengang karena pengetahuan seorang bocah laki-laki berusia dua belas tahun. Sementara orang tuanya telah mencari Dia dengan khawatir, dan pada saat Ia menemukannya dalam bait Allah, mereka heran akan apa yang dikatakan tentang Yesus (Lukas 2:48-49). "Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau" kata Maria. "Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" jawab-Nya dengan cara penuh teka-teki. Anak ini kemudian menjadi pengkhotbah keliling, yang memutarbalikkan kemapanan agama yang sudah ada sehingga para pemimpin agama memutuskan Ia harus ditangkap dan dihukum mati.

          2. Orang ini yang datang ke dalam dunia, telah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan. Akhir-akhir ini ada banyak teori tentang penciptaan dunia hingga menjadi seperti sekarang ini. Kita kagum dengan keindahan bumi kita. Teleskop dan mikroskop memberikan kekaguman baru. Daya cipta-Nya tidak dibatasi dengan apa yang terlihat. Alkitab mengungkapkan bahwa Ia adalah Pencipta segala sesuatu---baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan (Kolose 1:16-17). 


          3. Sang Pencipta yang datang ke dunia, yang tampak sebagai manusia, tidak dikenali oleh umat-Nya sendiri! Pada hari Ia disalib, sekitar 2000 tahun lalu, para pemimpin mengejek, "Biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah" (Lukas 23:35). Sebagian besar orang Yahudi masih tidak mengenalinya sebagai Mesias. Bagaimana dengan yang lain? Bagi kaum mayoritas, orang Galilea ini tetap seorang asing yang tidak dikenal. Namun, akan ada saatnya semua mata akan melihat Dia dan mengenal-Nya. Jika kita mengenal-Nya hari ini, marilah kita bersukacita dan menceritakannya kepada orang lain.



Baca: Kejadian 1:1-5; Mazmur 19:1-6; Lukas 24:13-32.


Disadur dari: Sumber Hidup Praktisi Medis.

Selasa, 29 November 2016

Shalom, rekan-rekan medis yang dikasihi Tuhan Yesus.

Klinik Misi Hohidiai Kusuri Maluku Utara, sangat kekurangan tenaga dokter dan butuh 1 orang dokter selama 3 minggu (dari tanggal 27 November - 19 Desember 2016 atau tanggal 1 Desember - 19 Desember 2016). Dalam waktu 3 minggu ini, Klinik Hohidiai tidak ada dokter. Jika ada rekan-rekan yang bersedia melayani dan bermisi, bisa menghubungi Yonius (wa / sms) ke 0812 1452 6700. 

Terima kasih.

Dasar Bagi Penghargaan Diri

Jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku." ---Hakim-hakim 6:15


          Aku sering merasa tidak berarti, tidak hanya di mata dunia tapi juga dalam profesiku dan di dalam gereja. Aku bukanlah dokter terbaik ataupun orang Kristen terbaik, cara hidupku jauh di bawah standar yang kuketahui. Kadang-kadang aku bertanya dapatkah orang lain melihat Kristus dalam diriku? Lalu aku melihat tokoh Alkitab seperti Gideon, yang dipesan Allah, "Pergilah dengan kekuatanmu ini." Pengelakannya, "Ah Tuhanku..." menyatakan betapa ia merasa kecil dan lemah. Ia kurang percaya, kurang berani, dan yakin bahwa ia tidak layak untuk tugas itu. Namun, sesuai tindakan Tuhan, seperti tercantum di seluruh Alkitab, Ia memilih orang yang lemah untuk menunjukan kekuatan-Nya. Sekalipun disapa sebagai "pahlawan yang gagah perkasa". Gideon takkan menjadi pahlawan dengan usahanya sendiri. Ia harus masuk ke dalam pekerjaan yang Tuhan kerjakan sebelum menjadi pemimpin militer yang berhasil.

          Sangat baik untuk mengingat bahwa Pencipta alam semesta berpihak kepada yang miskin dan yang tidak dipandang, dengan pendosa dan kaum terbuang. Dengan kehormatan yang diberikan kepada kita sebagai praktisi medis, kita jarang melihat diri kita seperti itu. Namun bila kita melihat dengan jujur di balik kacamata profesional, kita jatuh miskin dan tidak terpandang cukup cocok. Miskin rohani adalah ketidakmampuan memperoleh keselamatan atau memperbaiki kondisi spriritual kita dengan usaha sendiri---mengakui ini berarti memperoleh berkat (Matius 5:3).

          Dengan mengakui kelemahan kita kepada Pencipta kita, kita mengizinkan Dia menguatkan kita untuk melakukan pekerjaan-Nya di dunia. Tak ada dasar citra diri yang lebih besar daripada kenyataan bahwa Allah yang hidup bersedia mati bagi kita--dan hidup di dalam kita.


Baca: Hakim-hakim 6:11-16; Matius 5:3-10; 2 Korintus 12:9-10.

Disadur dari: Sumber Hidup Praktisi Medis.

Kamis, 17 November 2016

Menyatakan Kasih Kita

Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa saja yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya. ---Yohanes 14:21



Wajar kalau kita ingin menyatakan kasih kita secara terbuka. Seorang anak menyatakan kasihnya kepada orangtuanya dengan berlari ke arah orangtuanya, sambil berteriak-teriak kegirangan dengan tangan terbuka. Seorang laki-laki membelikan cincin berlian untuk seorang perempuan yang dicintainya. Kadang kita menyatakan kasih kita dengan bunga. Tapi bagaimana kita menyatakan kasih kita kepada Tuhan? Lagu-lagi rohani yang emosional dapat membuat para penyembah mengungkapkan perasaan mereka. Tapi Tuhan Yesus cukup jelas menyatakan bagaimana seharusnya kita mengungkapkan kasih kita kepada Tuhan, yaitu dengan melakukan kehendak-Nya.

Perkataan Kristus ini mendobrak perasaan dan memperhadapkan kita dengan semua perbuatan kita. Bagaimana kita bisa mengatakan kita mengasihi Tuhan, bila kita tidak melakukan apa yang Ia minta dari kita? Mana mungkin! Kemunafikan kita tersingkap. Mengasihi Tuhan bukanlah emosi yang sesaat. Kasih itu dinyatakan dalam ketaatan kita sehari-hari kepada perintah-perintah-Nya yang jelas, termasuk amanat-Nya, "Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku."

Tapi ayat-ayat diatas menyatakan hal yang lebih mengusik. Allah akan menyatakan diri-Nya kepada mereka yang melakukan kehendak-Nya. Apabila kita sibuk dengan program kerja-Nya, Ia terus mendampingi kita dan memberkati kita dengan kehadiran-Nya yang memberikan penghiburan. Jika kita bertindak menurut apa yang telah kita pelajari tentang Dia, Ia menunjukkan lebih banyak lagi hal-hal yang tersembunyi bagi orang bijak dan orang pandai, sambil meneguhkan kita. Sebaliknya, jika kita tidak menaati perintah-Nya, jangan heran kalau Ia menjauhi kita. Kesusilaan dan kerohanian tidak dapat dipisahkan. Allah akan mendekat kepada mereka yang mendekat kepada-Nya (Yak 4:8). Ia menjadi jauh dan semakin sulit dipahami bagi orang yang tidak menaati Dia. Kebimbangan dan ketidaktaatan saling menjalin. Keduanya datang dan pergi secara bersamaan.


Baca: Matius 11:25-30; Galatia 5:16-26.

Disadur dari Sumber Hidup Praktisi Medis

Selasa, 01 November 2016

Hidup atau mati?

Sardis ... engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! ---Wahyu 3:1


          Sardis adalah kota yang nyaman dan kaya. Mudah untuk mencari nafkah disana dan tidak sulit untuk hidup sebagai seorang Kristen. Godaan-godaannya yang halus mirip dengan yang dialami kini di negara makmur. Bagaimana kehidupan Anda saat ini dibandingkan ketika baru percaya kepada Kristus? Aku masih ingat hari-hari menyenangkan dimana aku taat tanpa pamrih kepada Tuhan Yesus; itu mengubah semuanya, mempengaruhi setiap saat dalam hidupku. Dan sekarang? Yah, mungkin ketaatnya lebih dalam dan tenang, namun pernah ada saat-saat perjalanan imanku dimana hal-hal lain telah mengambil tempat di tengah panggung dan komitmen kepada Kristus digeser ke pinggir.

Bagaimana pergeseran ini bisa terjadi?

  • Ini terjadi melalui hidup yang nyaman.
  • Ini terjadi melalui privatisasi agama. "Agamaku adalah urusan pribadi. Aku tidak akan memaksakannya kepada orang lain."
  • Ini terjadi karena membedakan kegiatan hari Minggu dan kehidupan profesional di hari kerja. Yang menyedihkan, banyak dokter yang aktif dalam kelas pemahaman Alkitab namun perilakunya di tempat kerja tidak berbeda dengan rekan-rekannya yang lain, akibatnya mendapat cemohan dengan rekan-rekannya yang lain, akibatnya mendapat cemoohan mereka.
  • Ini terjadi karena menerima terlalu banyak tugas gereja. Terkadang kita harus menolak pelayanan gerejawi agar menjadi lebih segar memberi kesaksian dan pelayanan di tempat kerja.
  • Ini terjadi karena pengabaian Firman Tuhan atau bermalas-malasan dalam menanggapinya (1 Tesalonika 1:5; 2:13).
  • Ini terjadi melalui serangan dosa. Kelalaian sering terjadi sebelum perbuatan dosa dilakukan, seperti tidak jadi bersaksi secara sederhana atau melakukan tindakan kebaikan.
Doa: Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mazmur 139:23-24)



Baca: Wahyu 3:1-6; Matius 10:32-33; Ibrani 10:32-39.


Disadur dari: Sumber Hidup Praktisi Medis.

Jumat, 21 Oktober 2016

Senantiasa Berdoa

Tetaplah berdoa. Ucaplah syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. ---1 Tesalonika 5:17-18


              Doa adalah kekuatan di belakang kehidupan rohani. Mereka yang tidak berdoa---tidak hidup. Memang ada orang, yang segala perbuatannya merupakan ekspresi doa! Bagi orang lain, membaca berulang-ulang kata-kata yang tidak mereka mengerti disebut doa. Kata-kata kosong ini sama seperti pikiran-pikiran mereka tentang bisnis, masyarakat atau pesta, tempat mereka bekerja; pikiran mereka berfokus pada ladang, peternakan, komputer atau apa saja yang lainnya. Tidak, itu bukan berdoa. Paling tidak, bukan berdoa dengan roh dan kebenaran.

Berdoa selalu mencakup 2 hal:
      1. Menyediakan waktu untuk berbicara dengan Tuhan Alah. Ini berarti mencari tempat tersendiri dan tenang, berlutut dan merendahkan diri di hadapan-Nya, dan membuka hati kepada Dia yang juga melihat yang tersembunyi.
      2. Berdoa juga berhubungan dengan Tuhan sepanjang hari. Terus mencari wajah-Nya saat bekerja dan membiarkan diri kita diawasi oleh mata-Nya. Melalui penyertaan-Nya, biarkan Dia memimpin kita.

    

           Keduanya penting jika kita ingin menguatkan hidup rohani kita, jika kita ingin tetap memegang tujuan dan arti hidup kita. Juga, rekan dokter yang kekasih, sebaiknya sekali-kali berdoalah dengan pasien Anda!

                                             Berdoa adalah napas vital orang Kristen,
                                             hawa sejati orang Kristen.
                                             Perkataan-Nya di gerbang maut;
                                             Ia memasuki surga dengan doa.
                                             Engkau, oleh Siapa kami menghadap Allah,
                                             Hidup, Kebenaran, Jalan.
                                             Jalan doa, Engkau sendiri telah lalui; 
                                             Tuhan! ajarlah aku berdoa.
                                                                       James Montgomery (1771-1854)


Baca: Mazmur 63; 1 Timotius 2:1-7

Jumat, 14 Oktober 2016

Budaya Tandingan Tuhan Yesus

Lalu kata Yesus kepada mereka, "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." ---Matius 22:21



       Rasul Paulus menyatakan bagaimana kita dapat melakukan hal ini yaitu dengan "... mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: Itulah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna (Roma 12: 1, 2). Bagaimana kita dapat dirasuki oleh budaya tandingan yang dipelopori Tuhan Yesus, sehingga kita tidak menjadi produk zaman dimana kita hidup belaka, melainkan dapat membuat keputusan-keputusan yang baik bagi kehidupan ini?

Ada dua saran yang diberikan:
       1. Buatlah pilihan yang positif mengenai standar hidup Anda. Tentukan dalam hal apa Anda mau berbeda dengan mereka yang sebaya dengan Anda-- dan bagaimana Anda mencapainya. Sekolah swasta, rumah atau mobil yang lebih besar, dan tempat berlibur yang mahal, semuanya membutuhkan uang ekstra yang perlu waktu untuk mendapatkannya. Namun, kita dapat memilih standar yang lain, sehingga tidak perlu kerja ekstra atau mencari pasien lain dalam praktik pribadi, demi memperoleh lebih banyak uang. Dengan demikian akan ada waktu luang juga untuk keluarga dan gereja.



       2. "Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan ..." (Keluaran 20: 9, 10). Tidak dikatakan disini bahwa ada pengecualian bagi para dokter, jadi kita perlu berpikir cermat! Kita semua perlu libur yang terencana dan teratur dari pekerjaan. Kebutuhan ini ditanamkan oleh Sang Pencipta, jadi sungguh bermanfaat sekali. Janji-janji urusan pribadi yang penting sebaiknya dicatat dalam buku harian jauh hari sebelumnya, supaya diingat dan tidak tergeser lagi. 

       Bagaimana kalau Anda pergi berdua dengan istri Anda seminggu sekali? Untuk sementara anak-anak dititipkan di keluarga terdekat demi ketenangan hati Anda. Pergilah menyendiri ke suatu tempat hanya untuk bercakap-cakap dan berduaan saja. Inilah hubungan insani paling penting yang Anda miliki dan bagaimanapun juga perlu dijaga.

Baca: Matius 22:15-22; Keluaran 20:1-17.



Disadur dari: Sumber Hidup Praktisi Medis 2002.

Senin, 03 Oktober 2016

Kehidupan!

Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! ---Mazmur 47:2



Bagi banyak orang, hidup ini membosankan. Memang benar beberapa orang punya alasan untuk bersedih. Namun, ada orang lain yang tidak pernah merasa puas. Mereka menebarkan kemuraman seperti layaknya melemparkan potongan kertas kecil berwarna-warni untuk mempelai. Orang Kristen pun dapat bersikap seperti itu. Mungkin ini berkenaan dengan pandangan seseorang terhadap kehidupan. Ada perbedaan mencolok antara kepercayaan umum mengenai kehidupan dengan apa yang diajarkan Alkitab. Banyak orang berpikir seseorang hidup selama tanda-tanda vital dalam tubuhnya masih ada, yaitu darah yang bersikulasi, bernapas dan otaknya masih aktif. Apabila tanda-tanda vital ini berhenti, orang itu dinyatakan mati. Bagi orang sinis, hidup adalah proses kemerosotan yang menjemukan sampai usang. Sebaliknya, Alkitab menguraikan dimensi kehidupan yang kekal dan menyenangkan, dan memberitakan bahwa "karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Roma 6:23). Menurut Alkitab, kematian orang percaya secara jasmani hanyalah proses peralihan dari dunia ini kepada kehidupan kekal di hadirat Tuhan. Inilah sukacita yang luar biasa bagi orang percaya. Sangat berbeda dengan pikiran-pikiran bodoh orang yang belum percaya tentang surga yaitu tempat berfoya-foya memuaskan diri sendiri.

Sukacita kristiani bukanlah emosi yang hampa, atau pesta pora dan sukaria. Sukacita ini terpancar dari damai sejahtera dalam batin, yang mengantisipasi sukacita karena kita akan berada bersama Kristus untuk selama-lamanya. Sukacita ada pada orang Kristen secara pribadi maupun dalam jemaat. Jadi, sekarang ini orang-orang Kristen merasa senang dan bahagia di dunia. Jemaat yang tidak bersukacita, yang ditandai dengan ketidakbahagiaan, enggan memaafkan, suka menghakimi dan bebal, tidak mencerminkan kepastian akan keselamatan yang dimiliki orang percaya. Sikap Tuhan Yesus ketika Ia hidup sebagai manusia di dunia ini, sangat berbeda dengan sikap itu.

Hari ini, saat kita mengingat janji hidup kekal dari Kristus, mari kita menunjukan kebenaran Injil di depan umum dengan penuh sukacita, dalam menolong, mendukung dan memberi, bahkan ketika perjalanan hidup ini terasa sukar, penuh tantangan.


Baca: 1 Petrus 1:3-12

Disadur dari: Sumber Hidup Praktisi Medis 2002

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag