Bacaan : Matius 25 : 31 – 36
Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, segala sesuatu yang kamu lakukuan untuk salah seorang dari saudaraKU yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku - Matius 25 : 40
Adopsi menciptakan hubungan baru antar manusia dari beraneka ragam latar belakang dan warisan budaya. Sungguh menyenangkan melihat anggota baru bersatu padu di dalam suatu keluarga. Kesenangan yang sama kita miliki sebagai orang Kristen, takala kita secara pribadi diangkat ke dalam keluarga Allah.
Baru-baru ini, ketika aku membaca ayat yang terkenal di atas, aku berpikir ulang bagaimana aku bisa mengenali saudara-saudaraku dalam Kristus. Dalam perumpamaan ini, Sang Raja dalam kemuliaanNya berkata bahwa mereka yang setia memberi Ia makanan, minuman, dan pakaian, merawat Ia ketika Ia sakit dan mengunjungi Nya di Penjara. Dengan heran, orang-orang yang setia ini bertanya kapan mereka melakukan semua itu ? Tapi Tuhan Yesus berbicara tentang mereka yang Ia sebut “ Saudara-saudaraKU”. Sekarang doaku menjadi , “ Tolong tunjukkan kepadaku saudara-saudara MU yang bisa kulayani dalam namaMu hari ini.” Salah satu pelajaran utama yang kuperoleh adalah pentingnya memperlakukan semua umat manusia sebagai saudara dari Sang Raja. Karena saudara Sang Raja bisa datang sebagai pemabuk, bos yang licik, atau bahkan sebagai suami istri yang suka menyakiti. Aku mendapat pelajaran ini melalui peristiwa berikut.
Larut malam seorang pemabuk yang terluka pararh dibawa ke bagian gawat darurat untuk diobati. Sebelumnya aku telah merawat banyak pasien seperti ini dan merasa capai dan tertekan, jadi aku memperlakukan dia seperti orang rendahan. Kemudian dengan malu-malu ia mengungkapkan bahwa ia adalah suami seorang rekan perawat. Aku minta maaf atas sikapku. Pada saat itu aku menyadari tidak mungkin aku mengenal anggota keluarga semua orang yang pernah kujumpai. Aku juga tidak mungkin mengenal semua anggota keluarga Sang Raja.
Marilah kita menganggap dan memperlakukan semua orang yang Tuhan bawa kepada kita dengan keramahan, martabat, dan rasa hormat.
Robert D Snyder - Hungaria
Tidak ada komentar:
Posting Komentar