Senin, 10 Agustus 2009

Haus akan Tuhan

Ya Allah, Engkaulah Allahku. Aku mencari Engkau, jiwaku haus kepadaMu, tubuhku rindu kepadaMu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. – Mazmur 63: 2

Ketika pertama kali kita mengenal Tuhan, hubungan denganNya terasa begitu menggebu-gebu. Begitu semangatnya sehingga digambarkan seperti rasa haus yang amat sangat. Rasa haus yang sesungguhnya, seperti saat dehidrasi, terasa menyakitkan. Rasa haus akan Tuhan timbul dari kedalaman jiwa seseorang. Rasanya seperti kerinduan yang dirasakan dua orang kekasih yang berpisah jauh. Ada satu kata dari bahasa Catalan yang menarik, yaitu: Morena (rindu pulang) yang artinya ” Kematian Kecil”. Seseorang mengalami kematian kecil ketika ia terpisah dari kekasihnya. Demikian juga hubungan kita dengan Tuhan.

Haus akan Tuhan bukan hanya mengebu-gebu dan dalam, tapi juga tidak mementingkan diri sendiri. Kehausan ini berpusat hanya kepada Tuhan dan bukan kepada berkat-berkatNya. Pemazmur mendekati Tuhan bukan untuk mendapat berkat-berkatNya. Banyak orang mendekati Tuhan untuk mengambil, mengambil dan mengambil. Kehausan pemazmur akan Tuhan di dorong oleh kasih dan hanya dipuaskan oleh kehadiranNya. Dia tidak haus akan berkat-berkat dan karunia-karunia Tuhan melainkan hanya haus akan kehadiran Tuhan sendiri.

Masyarakat sekarang cenderung hedonis. Orang ingin selalu merasa enak dan berbahagia sambil menghindari penderitaan dalam segala bentuknya. Mereka percaya segala bentuk usaha dan pergumulan adalah kebodohan. Sebaliknya, karunia Tuhan Yesus kepada umatNya adalah damai sejahtera di dalam dunia yang penuh masalah (Yoh 14: 27, Yoh 16: 33). Orang kristen harus berjuang melawan sikap-sikap hedonis yang menghindari kejamnya kenyataan hidup dan bagian apapun dalam penyelesaiannya.

Bahasa Ibrani untuk ”Iman” berasal dari kata lain yang artinya ” Ketegangan”. Iman selalu mengandung unsur ketegangan. Kita belom menjadi seperti yang kita inginkan. Tujuan hidup kristen bukanlah untuk menghilangkan stres melainkan serupa dengan Kristus. Maka kehidupan yang berbuah dan memuaskan akan dialami oleh mereka yang berjalan bersama Tuhan Yesus, menggantikan kesenangan hedonis yang cepat berlalu.

Baca 2 Timotius 3 : 1-5; 2 Petrus 2: 13-19

Patrick Masokwane-Botswana
Dikutip dari: ”Buku Sumber Hidup Praktisi Medis"

Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter/IG : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag