Minggu, 30 September 2007
Looking For Physician And Pediatrician
Please contact Dr.Norman Gift: normangift@hotmail.com
Siapa temanmu ?
Pelajari karakter seseorang sebelum menjadikannya sebagai kawan. Peran yang dia mainkan akan mempengaruhi hidupmu! Demikian juga sebaliknya, peran yang kamu mainkan akan mempengaruhi kehidupan temanmu, jadi milikilah karakter yang seperti Yesus.
Amsal 13:20, "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa yang berteman dengan orang bebal menjadi malang."
Sabtu, 29 September 2007
Medical Mission To North Thailand
Jumat, 28 September 2007
BERPIKIR SECARA SEDERHANA
- Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahankertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.
- Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius. Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ? Mereka menggunakan pensil!.
- Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk menyelesaikan masalah itu. Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu". Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".
Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya.
JANJI (Sebuah pengalaman hidup)
Mengapa Tuhan Menciptakan Wanita
Tuhan berkata: "Itu supaya kamu mencintainya"
"Tapi Tuhan", sahut si pria, "mengapa Engkau ciptakan dia begitu tolol?"
Tuhan menjawab, "Itu supaya dia mencintaimu"
Doakan Myanmar
Mohon agar dibawakan dalam doa rakyat Myanmar yang sedang tertindas oleh junta militer. Khususnya doakan para rahib di Yangon yang tercekam ketakutan karena dikejar-kejar junta militer. Negara ini sudah terlalu lama dikuasai oleh junta militer yang sangat kejam Mereka akan rela membantai rakyatnya sendiri / warga asing yang bertentangan dengan mereka. Kami (World Vision) memiliki pelayanan disana, dimana Direktur Nasionalnya berasal dari Indonesia yaitu pak James Tumbuan. Kiranya rekan2 PESTA mau mendoakan pak James beserta istri dan juga rekan2 sepelayanan di World Vision. Kiranya kasih Tuhan selalu menyertai mereka selalu dan pelayanan dapat terus diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu.
Sumber Milis Alumni PESTA
Rapat CME Besok...!!!
Berhubungan dengan perkembangan yang sangat signifikan mengenai perijinan yang dialami oleh rekan-rekan di Lampung , maka diharapkan kesediaannya untuk menghadiri rapat ini.
Salam Kasih
Pengurus PMdN
General Surgeon And Nurse To Liberia
Kebutuhan Dokter Spesialis
Klinik Kesehatan dan Laboratorium di Kelapa Gading Jakarta membutuhkan segera beberapa dokter spesialis sbb:
- Dr.Sp. Penyakit Dalam
- Dr.Sp. Rehab Medik3. Dr.Sp. Akupuntur
- Dr.Sp. Neurolog
- Dr.Sp. Jantung
- Dr.Sp. Paru-Paru
- Dr.Sp. Anestesi
- Dr. Umum
Syarat :
Memiliki izin praktek dokter di Jakarta dan bersedia memberikan STR- Pria/Wanita, usia max. 40 tahun
Bagi Dokter yang berminat, harap menghubungi sdri Icha di 08159890005, Sridi 081317523410 atau email di sri_winlab@cbn.net.id.
Kamis, 27 September 2007
Christmas Camp MPF
Tolong kirim informasi alamat semua alumni/dokter MPF yang ada, sekalian nomor hpya....makasih banget...
Terima kasih atas bantuannya...
Salam Kasih,
Pengurus MPF
Kesempatan Perwira Prajurit Karir TNI
- WNI, bukan personel TNI/Polri dan PNS
- Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila danUUD 1945
- Sehat jasmani, rohani, bebas narkoba, tinggi badan pria min. 163 cm dan wanita 155 cm
- Berkelakuan baik, belum menikah (kecuali dokter belum mempunyai anak dan sanggup tidak hamil selama mengikuti pendidikan pertama)
- Sarjana Profesi, S1 dan D3
- Usia max: Profesi Dokter umum, Apoteker dan Psikolog 32 tahun, S1 dan D3 Anestesi 27 tahun serta D3 lainnya 25 tahun
- IPK minimal: Dokter Umum, Apoteker & Psikologi 2,40; S1 lainnya, 2,80 dan D3 2,702.
- Waktu Pendaftaran: September 2007
- Tempat: di Kodam, Lanal dan Lanud tiap provinsi
- Selama proses penerimaan tidak dipungut biaya.
Dibutuhkan Dokter di Pertambangan
- British Petrol di Babo Papua : pengalaman min 2 thn, Hiperkes, ATLS, ACLS
- Arutmin di NPLCT Kaltim : pengalaman, Hiperkes, ATLS, ACLS- DATI di Riau : pengalaman, Hiperkes, ATLS, ACLS
Application & CV dapat dikirim via email ke: yossi.agung@gmail.com ata u yossi_agung@yahoo.com
Berita Terkini CME Weekend PMdN
Rekan-rekan pelayanan yang dikasihi Kristus, diberitahukan bahwa saat ini Panitia CME mengalami kesulitan untuk mendapatkan ijin akreditasi untuk mendapatkan SKP. Hal ini adalah hal yang tidak terduga sebelumnya karena terbentur aturan dari IDI yang barus saja disosialisaikan bulan ini. Aturan tersebut mengatur tentang lembaga atau organisasi yang menyelenggarakan kegiatan ilmiah di bidang kedokteran harus memenuhi persyaratan tersebut.
Saat ini panitia sedang bekerja untuk mengatur kembali format yang sesuai. Dan ada kemungkinan besar, format acara akan dirubah. Informasi selanjutnya akan diberitahukan lebih lanjut.
Mohon dukungan doanya agar acara ini bisa berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan...
Salam Kasih
Pengurus PMdN
Alasan Untuk Merayakan
Saya meninggalkan suami saya, Marty, di rumah sakit menggantikan saya menjaga kedua anak saya yang sedang dirawat untuk pergi ke toko swalayan. Karena sudah hampir jam sebelas malam, saya pergi ke satu-satunya toko yang saya tahu masih. Saya memarkir mobil dan beristirahat sejenak dengan menyandarkan kepala di kursi untuk beberapa waktu. "Hari yang sangat berat," pikir saya. Dua anak saya dirawat di rumah sakit, dan yang ketiga tinggal sementara dengan neneknya, saya benar-benar kekelahan. Hari ini saya harus mengikuti test CPR (Cardiopulmonray Resuscitation - pertolongan pertama dengan nafas buatan) untuk bayi yang diselenggarakan oleh rumah sakit sebelum saya diperbolehkan membawa Joel yang berumur delapan minggu pulang dari rumah sakit. "Di saat kritis seperti ini, bagaimana saya bisa mengingat cara melakukan CPR?" pikiran saya terasa buntu saat harus mengisi jawaban di lembar-lembar soal. Dalam keletihan yang menusuk, saya mengambil daftar belanjaan untuk kebutuhan satu minggu. Bagi saya daftar itu lebih menyerupai daftar ilmiah. Beberapa hari belakangan ini saya serius mempelajari penyakit diabetes anak-anak, karena Jenna, anak perempuan saya yang berumur enam tahun didiagnosa menderita penyakit tersebut. Sebagai tambahan belajar untuk menghadapi tes CPR, saya juga harus belajar cara memeriksa darah Jenna dan memberi suntikan insulin. Sekarang saya harus membeli makanan yang dibutuhkan untuk menyeimbangkan insulin yang dapat mempertahankan hidup Jenna. "Ayo pergi Janet," saya berkata pada diri sendiri sambil membuka pintu mobil. "Besok adalah hari yang penting! Dua anakmu akan pulang dari rumah sakit." ... Segera keluhan saya berubah menjadi sebuah doa. "Tuhan, saya sangat takut! Bagaimana kalau saya salah dan memberi insulin terlalu banyak untuk Jenna, atau saya salah menakar makanan untuknya, atau jika Jenna diluar pengetahuan saya makan makanan yang dilarang? Tuhan, bagaimana dengan monitor apnea untuk Joel? Bagaimana jika alat itu mati? Bagaimana jika dia kekurangan oksigen dan saya panik? Bagaimana jika semuanya itu terjadi? Oh, saya harus memikul tanggung jawab sangat berat." Pikiran itu berputar-putar membuat saya menggigil. Segera saya mencoba menjauhkan pikiran saya dari semua beban yang saya hadapi. Saya mencoba menguatkan diri dengan mengingat firman Tuhan yang saya tahu pasti benar, "Saya bisa melakukan semuanya itu melalui Kristus yang memberi saya kekuatan. Saya bisa melakukan semuanya ..." Seperti seorang anak yang tidak pernah menyerah jika disuruh, saya segera mengambil dompet, mengunci mobil dan begegas masuk ke toko swalayan. Ternyata tata letak barang-barang di toko baru saja dirubah, berbeda dengan yang biasanya saya lihat. Saya harus mencari-cari dahulu barang belanjaan saya dengan naik turun lantai atas dan bawah. Segera saya memegang sekotak sereal, membaca labelnya, mencoba menemukan kandungan gula dan karbohidratnya. "Apakah tiga perempat sendok sereal tepat untuk Jenna?" Karena tidak menemukan sereal yang "bebas gula" saya mengambil flake jagung Kellogg dan melanjutkan berbelanja. Saya berhenti, dan mundur. "Apakah saya harus membeli jus buah untuk Jason?" Saya tidak bisa memikirkan apakah diagnosis Jenna akan berpengaruh untuk Jason. "Apakah tidak ada masalah kalau Jason minum jus sementara Jenna makan flake jagung Kellog?" Akhirnya saya berjalan di counter jus dan buah. "Ya, saya butuh jus apel, tetapi berapa banyak? Berapa sering gula darah Jenna menurun sehingga memerlukan jus untuk memperbaikinya? Apakah anak umur enam tahun tahu saat gula darahnya turun? Bagaimana jika ... ?" Saya mulai bertanya-tanya lagi. Saya memegang kotak jus apel dan membaca labelnya. "Jenna perlu lima belas karbohidrat jus saat gula darahnya turun. Tapi kotak jus ini punya kadar karbohidrat tiga puluh dua." Tiba-tiba saya melihat tangan saya mulai bergetar. Saya mencoba membaca ulang label di kotak jus saat saya merasakan air mata turun membasahi mata dan mengalir di pipi. Karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, saya mengambil enam pak jus apel dan menaruhnya dalam kereta dorong. Merasa frustrasi karena sudah tidak mampu berpikir lagi, saya meremas daftar belanjaan, menutupi wajah dengan kedua tangan dan mulai manangis. "Sayang, apakah kamu baik-baik saja?" terdengar sebuah suara yang lembut bertanya. Saat itu saya pikiran saya begitu kalut sehingga tidak menyadari kehadiran wanita yang sedang berbelanja bersama saya. Saya merasakan tangannya merangkul bahu saya. "Apakah semuanya baik-baik saja? Sayang, apakah uangnya tidak cukup. Coba kalau saya bisa membantu ... ?" Perlahan saya menurunkan tangan yang menutupi wajah dan melihat mata seorang wanita tua dengan rambut putih yang menunggu jawaban saya. "Oh tidak bu," Jawab saya sambil menyeka air mata dan berusaha untuk tenang. "Saya punya cukup uang." "Kalau begitu masalahnya apa, sayang," dia mendesak. "Saya hanya kelelahan. Saya sekarang sedang berbelanja untuk mempersiapkan kedua anak saya pulang dari rumah sakit besok." "Pulang dari rumah sakit! Itu adalah hal yang harus dirayakan. Mengapa kamu tidak mengadakan sebuah pesta!" Dalam beberapa menit, orang asing ini menjadi sahabat saya. Dia mengambil daftar belanjaan saya yang sudah kumal, merapikannya dan menolong saya berbelanja. Dia berada di samping saya sampai setiap barang dalam daftar belanjaan sudah diperoleh. Dia bahkan mendorong kereta belanja sampai ke mobil dan memasukkan belanjaan ke bagasi. Kemudian dia memeluk erat dan melepas saya pergi dengan senyuman yang penuh kasih. Sudah hampir tengah malam, saat saya membereskan belanjaan di dalam rumah; saya menyadari sebuah hal yang telah diajarkan oleh ibu tua itu kepada saya. "Kedua anak saya besok pulang dari rumah sakit!。ノ teriak saya dengan gembira. "Joel akan bisa bergerak bebas dengan dibantu alat monitor. Jenna dan saya akan belajar bagaimana mengendalikan kadar gula darahnya dan bagaimana menyuntik insulin dengan benar." "Dan seperti Tuhan sudah menolong saya di toko swalayan, pasti Tuhan akan menolong saya mengatasi semua masalah yang saya hadapi. Itu semua adalah hal yang harus dirayakan." Saya tertawa pada diri sendiri. "Saya punya alasan untuk merayakannya!" teriak saya di rumah kosong ini. "Mengapa kamu tidak membuat sebuah pesta," suara ibu tua itu kembali terngiang. Benar - besok ada sebuah pesta di rumah ini!
KISAH DUA PEDAGANG PERMEN
Intinya sebenarnya sederhana saja. Berikan kepada mereka berupa apa yang mereka dambakan dan bukannya apapun yang kita ingin berikan kepada mereka
Dikutip dari milis alumni PESTA
TROPICAL MEDICINE AND HYGIENE SYMPOSIUM
The Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene ( UK ) and Infectious Diseases Society of Pakistan are pleased to invite you to anInternational Symposium onTROPICAL MEDICINE AND HYGIENE December 12 – 15, 2007
FIRST ANNOUNCEMENT AND CALL FOR ABSTRACTS
Last date of Abstract Submission is September 15, 2007
Notifications of acceptance / non-acceptance of abstracts shall be sent by September 30, 2007
For further information and registration, please contact : Conference SecretariatAga Khan University, Stadium RoadKarachi, Pakistan.
Tel: +9221 4930051 Ext. 4578, Direct +9221-4864578 Fax: + 9221 4934294
Email: conf.sect@aku. edu
dr. Kokoh Iwan Prasetya
Health Specialist - HIV/AIDS Program
Project Concern International (PCI) Indonesia
Jl. Sam Ratulangi No.26 Nabire, Papua
Phone : (0984)26140 Fax : (0984)24792 Mobile: +6281344022398
Rabu, 26 September 2007
Biodata dr. Sunoto Pratanu, SpJP, FIHA
Dalam CME kali ini, beliau akan membawakan materi :
- Basic Emergency Electrocardiography (Common Cardiac Arrythmia)
- Recent Management of ACS (2005 Protocol)
Nama lengkap : dr. Sunoto Pratanu, SpJP, FIHA
Alamat : Jl. Manyar Kertoadi IV/ 34 Surabaya Telpon : 031-5946317
Tempat/Tgl Lahir : Bangil, 4 Agustus 1933
Pendidikan :
- Lulus SMA Kr.Masehi- Semarang: 1953
- Lulus B-1 Ilmu Pasti ) FMIPA – ITB Bandung (1953-1957)
- Lulus Dokter Fak. Kedokteran Univ.Airlangga (1964)
- Lulus Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah FK Universitas Airlangga (1974)
Riwayat Pekerjaan :
- 1953-1962: Guru Ilmu Pasti dan Alam di Bandung dan Surabaya
- 1964-1967: Wajib militer di Angkatan Laut Rep.Indonesia
- 1974-1998: Dosen pada Bag.Kardiologi RSUD Dr.Sutomo-FK Unair Surabaya
- 1974- sekarang: Dokter SpJP pada beberapa RS di Surabaya
Keluarga : Dikaruniai 5 anak dan 16 cucu
Gereja : GKI Residen Sudirman - Surabaya
RINTANGAN DAN KESEMPATAN
Sayangku Ellen,
Selasa, 25 September 2007
Gangguan Irama Jantung Yang Umum Dalam Praktek Sehari-Hari
APOTEKER DIIZINKAN GANTI RESEP DOKTER
dr. Kokoh Iwan Prasetya
HIV/AIDS Project - Health Specialist
Project Concern International (PCI) Indonesia
Nabire - Papua
Senin, 24 September 2007
Partikel Nano Ancam Kesehatan
DOKTER GIGI PALSU DIBEKUK
15 Agustus, 2007 - Published 16:38 GMT
dr. Kokoh Iwan Prasetya
HIV/AIDS Project - Health Specialist
Project Concern International (PCI) Indonesia
Nabire - Papua
Minggu, 23 September 2007
Seminar Di Jogja
Saudara/i ykk,
Bagi mereka yang berdomisili di Yogyakarta, ada dua acara yang diselenggarakan dalam rangka Ultah Gereja Kristen Jawa - Gondokusuman sebagai berikut:
Rabu, 26 September 2007, jam 17.00 s/d 21.000, Seminar ‘Injil Gnostik & Kontroversi Makam Yesus’ diadakan di Auditorium UK Duta Wacana, jl. Dr. Wahidin;
Kamis, 27 September 2007, jam 08.00 s/d 12.00, Seminar ‘Saksi-Saksi Yehuwa & Kristen Tauhid’ diadakan di GKJ-Gondokusuman, jl. Dr. Wahidin.
Seminar yang dipersentasikan sepenuhnya dengan powerpoint terbuka untuk umum karena mengundang gereja-gereja lain.
Telah terbit ‘Seri Buku Saku Yabina nomor 07’ berjudul ‘Kristen Tauhid.’ Kristen Tauhid adalah aliran Unitarian (semacam Saksi-Saksi Yehuwa) yang anti trinitarian yang belakangan ini gencar menulis buku dan mengajak debat para pendeta gereja Kristen. Yang membutuhkan dapat menulis kepada saya melalui japri.
Salam kasih dari Herlianto herlianto@yabina. org.
Sabtu, 22 September 2007
Pokok Doa CME Weekend 2007
Rekan-rekan pelayanan dalam Kristus, CME Weekend, suatu pelayanan yang dipercayakan kepada PMdN akan bergulir 2 bulan lagi, biarlah kita bersatu hati untuk mendukung dalam doa pelayanan ini.
- Doakan untuk setiap pembicara yang sudah confirm agar diberikan kesehatan, waktu yang terbaik untuk mempersiapkan materi.
- Sejawat dokter-dokter gigi yang berkerinduan untuk mengikuti acara ini, agar mendapat kesempatan yang baik untuk bisa ikut serta mendapatkan berkat dalam acara ini.
- Persiapan panitia lokal di RS Imanuel Lampung, agar diberikan kekuatan dalam setiap pertemuan, rapat panitia dan persiapan lainnya.
- Doakan untuk penggalangan dana melalui donatur dan sponsorship lainnya, agar bisa memenuhi kebutuhan acara.
Dukungan doa rekan-rekan pelayanan akan menjadi suatu dukungan yang nyata untuk pelaksanaan acara ini.
Sampai jumpa di Lampung,
Tuhan Memberkati
Wajah Dunia Kedokteran di Indonesia
Bergesernya nilai dalam pelaksanaan praktek kedokteran, saat ini membuat wajah pelayanan kedokteran serta kesehatan secara umumnya di Indonesia mengalami sorotan. Apabila dulu, hubungan dokter pasien bersifat patrilinear atau segalanya bergantung pada dokter, maka saat ini harus melibatkan juga kehendak bebas pasien. Hal ini masih belum berjalan mulus dalam pelaksanaannya sehingga begitu banyak benturan yang terjadi.Di satu sisi “concern” terhadap keamanan pasien (pasien safety) semakin meningkat, sehingga angka kejadian tak diharapkan pun yang mencuat saat ini juga semakin menjadi perhatian khusus. Namun sayangnya persepsi yang keliru dari berbagai pihak, sehingga kejadian-kejadian tersebut menjadi suatu isu “malpraktik’ yang mencuat dan menjadi sorotan serta konsumsi di media massa.
Kritikan terhadap kolusi dokter dengan perusahaan-perusahaan pendukung kesehatan lainnya juga saat ini mengemuka, oleh karena tingginya biasa kesehatan terutama di daerah-daerah. Dan dampaknya adalah terhambatnya pelayanan kesehatan oleh karena kekurangan dana.
Bagaimana kompentensi dokter-dokter Indonesia menghadapai persaingan global di mana saat pasar bebas dibuka, dokter-dokter luar negeri dapat dengan mudah masuk dan berpraktek di Indonesia.?
Ada begitu banyak hal yang perlu kita ketahui dalam mengenai kondisi terkini praktek kedokteran dan kedokteran gigi di Indonesia.
Dan ini akan dibahas tuntas dalam satu session plenary di Continuing Medical Education Weekend PMdN di RS Imanuel Lampung tanggal 1-4 November 2007.
Daftarkan diri anda untuk mengikuti kesempatan istimewa ini.
Salam Kasih
Pengurus PMdN
Doakan Retreat Kamp Medis di Bandung Hari ini
Retreat dalam rangka persiapan Kamp Medis Nasional tahun 2008 di Bandung akan diselenggarakan hari ini, yang akan dihadiri oleh sebagian pengurus PMdN dan juga Panitia Lokal Bandung.
Doakan biarlah retreat ini bisa berjalan dengan baik. Doakan juga perjalanan rekan-rekan pengurus PMdN dari Jakarta ke Bandung agar dapat tiba dengan selamat di Bandung.
Biarkan dari retreat ini dapat muncul suatu semangat yang baru untuk dapat mempersiapkan Kamp Medis 2008 nanti.
Selamat mengadakan retreat...!!!!
God bless
Biodata Prof. DR.dr.Karmel Lidow Tambunan,SpPD,KHOM,SACTH
Tempat/tgl lahir : Lumbanrau, 30 Oktober 1942- Kedokteran Umum Universitas Indonesia (1969)
- Spesialisasi Ilmu Penyakit Dalam Universitas Indonesia (1975)
- Doktor di FKUI (1993)
- Guru Besar (Professor) di FKUI (1998)
- Dosen Agama di FKUI
Pekerjaan : Staf Pengajar di Subbagian Hematologi-Onkologi Medik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, FKUI-RSUPNCM
Pelayanan : PTKKI
Gereja : HKBP Sunter Agung
Jumat, 21 September 2007
MENKES HARUS TINDAK DOKTER YANG CARI UNTUNG
HIV/AIDS Project - Health Specialist
Project Concern International (PCI) Indonesia
Nabire - Papua
Dibutuhkan Spesialis Anestesi Di Rs Batu Malang
RS Baptis Batu sedang m'cari 1 org dr.Sp.An Kristen untuk menggantikan dr.Sp.An lama yg akan habis masa kontraknya Okt.2007..
Lamaran dikirim ke RS BAPTIS BATU, Jl.Raya Tlekung No.1, Junrejo, Kota Batu,Tromol Pos 100.Telp.0341- 594161,598193.Fax.0341-598911.
Ketentuan/syarat2 pelamar bs dtanyakan lgsg kealamat/no.telp diatas.
Salam Kasih,
Dikutip dari milis KMdN XVI
U.K. Hospitals Issue Doctors' Dress Code
Hospital dress codes typically urge doctors to look professional, which, for male practitioners, has usually meant wearing a tie. But as concern over hospital-borne infections has intensified, doctors are taking a closer look at their clothing.
"Ties are rarely laundered but worn daily," the Department of Health said in a statement. "They perform no beneficial function in patient care and have been shown to be colonized by pathogens."
Kamis, 20 September 2007
THE GLOBAL PANDEMIC of DENTAL CARIES
Rabu, 19 September 2007
Mensyukuri Paksaan Ayah

Pria yang satu ini memang sudah tak asing lagi di kalangan spesialis Hematologi dan Onkologi Medik. Tutur katanya yang ramah, lengkap dengan logat Sumatera bagian Utara yang kental, menjadi ciri khas pria yang turut mengembangkan spesialis tersdebut.. Dialah Prof. Dr. Karmel Lidow Tambunan SpPD, K-HOM, staf departemen Hematologi dan Onkologi Medik, FKUI/RSCM.
Prof. Karmel, begitu biasa disapa koleganya, mengaku bahwa keputusannya untuk menggeluti profesi berjas putih ini, lebih banyak dipengaruhi kedua orangtua. Sang ayah, Alexander Tambunan, merupakan sosok bapak bijaksana dan sangat dihormati. “Meski hanya seorang pedagang kecil, ayah memiliki pandangan hidup dan wawasan yang maju. Ia mendidik anak-anaknya bekerja keras dan disiplin terhadap waktu. Ayah selalu memberi nasehat dan falsafah hidup serta membuka wawasan semua anak-anaknya. Makanya, kami lima bersaudara sukses menggondol gelar sarjana,” tutur Karmel.
Menjadi dokter, bahkan telah menggapai guru besar di FKUI, bagi pria kelahiran Tapanuli, Sumatera Utara, 30 Oktober 1942 ini merupakan sebuah anugerah besar. Pasalnya, sejak masih duduk di bangku sekolah menengah, tak pernah terlintas dibenaknya untuk menjadi seorang praktisi medis. Saat itu, Karmel muda lebih bercita-cita ingin menjadi insinyur pertanian. Tak ayal, sewaktu lulus SMA pilihannya jatuh pada Institut Pertanian Bogor (IPB).
Namun, Sang Ayah yang mengetahui hasrat anaknya itu, mencoba memberikan masukan. Alexander mengatakan, Karmel sebaiknya kuliah di fakultas kedokteran saja. “Profesi dokter itu sangat mulia, karena dapat membantu orang yang sedang dalam musibah,” ujar Karmel menirukan tutur Sang Ayah.
Akhirnya, Karmel pun mengurungkan niatnya untuk kuliah di IPB dan ikut mendaftar pada ujian seleksi masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. "Keinginan orangtua berbeda dengan saya, demi memenuhi harapan orangtua, saya masuk FKUI Salemba,” ujar Karmel.
Semasa menginjakkan kaki di kampus ex Stovia ini, suami Rosmia Siahaan SH ini memperoleh banyak kemudahan. Dia sangat bersyukur sekali, saat itu pemerintah sangat memperhatikan pendidikan di FKUI. Bersama sekitar 150 rekan se-almamater, Karmel memperoleh subsidi berupa bebas biaya pendidikan plus uang saku. Mereka adalah angkatan terakhir yang mencicipi subsidi itu. “Tapi, uang itu habis juga untuk beli buku karena mahal dan langka. Untunglah, kita dapat semacam voucher untuk beli buku di toko Gunung Agung,” terangnya mengenang.
Turut Merintis PTHI
Adalah Prof.Dr.Arry Harryanto Reksodiputro SpPD, K-HOM yang memintanya untuk memperkuat tim hematologi yang masih belia. Bersama sejawat, Dr. Suparman dan Dr. Yoseph Herman, akhirnya dia terjun ke bidang ilmu kedokteran yang bertitikberat pada penyakit yang terkait dengan gangguan darah, baik menurut komponennya maupun kelainan molekul, semisal anemia (defisiensi ferrum), leukemia, limfoma, thalasemia. Dalam perjalanannya, saking luas cakupan hematologi serta sangat berkaitan dengan sejumlah penyakit kanker, maka dilakukan fusi antara hematologi dengan onkologi.
Pada tahun 1976, bungsu lima bersaudara ini memperoleh kesempatan mendalami bidang ilmu trombosis-hematosis di Perancis. Sekembalinya dari kota pusat mode dunia itu, Karmel membawa oleh-oleh yang sangat berarti bagi pengembangan disiplin ilmu yang digelutinya. Karmel membawa mata ajar hemastosis dan alat baru berupa agregometer yang saat ini sudah dimuseumkan.
Sejak itu, Karmel terus dengan getol memberi pemahaman kepada rekan sejawat dan calon dokter, ilmu trombosis-hematosis memang layak dikaji secara kompherensif. Pasalnya, ilmu ini sangat terkait atau substansinya mendasari stroke dan penyakit jantung. Upaya ini semakin diperkokohnya dengan turut merintis pendirian Perhimpunan Trombosis Hemastosis Indonesia (PTHI) pada tahun 2000. Sebelumnya, Karmel bersama Dr. Aru W. Sudoyo dan Dr. Lugi sempat melihat proyek percontohan dari perhimpunan semacam ini di Leiden, Belanda.
Sepanjang karirnya, pria yang juga dipercaya sebagai Konsular pada Asian Pacific Association Thrombosis Hemastosis ini sangat menikmati pekerjaannya all in : mengajar, meneliti dan melakukan public service. Ia selalu meng-update keilmuannya, baik dengan mengikuti simposium di dalam dan luar negeri ataupun dengan membaca dari jurnal-jurnal international, baik cetak maupun online. Demi ilmu, dia tak ragu-ragu harus merogoh koceknya sekitar $ 500 agar bisa berlangganan sejumlah jurnal.
Tanpa Pamrih
Meski gelar guru besar di fakultas kedokteran telah disandangnya, namun Karmel tampak low profile. Sukses kariernya digapai dengan mulus. Kepada Farmacia, Karmel membeberkan kunci suksesnya. “Semua yang saya raih tak lepas dari bimbingan orangtua yang hingga kini nasehatnya masih saya pegang. Orangtua saya selalu mengingatkan agar tidak mencari harta terlebih dahulu, tapi ilmu. Ilmu sifatnya abadi hingga kematian menjemput, sementara harta bernilai sementara atau fana” ujar Karmel.
Di samping itu juga ia mengamalkan nilai filosofi yang dianutnya. Yakni, jadilah garam, terang, dan berkat bagi dunia dan sesama manusia. Garam artinya kehadirannya membuat orang lain merasa enak dan nyaman. Terang, mengispirasi orang untuk jujur dan berkat artinya dapat memberi manfaat atau menolong orang.
Itulah yang terjadi ketika menolong penumpang satu pesawat dengannya dalam perjalanan Istambul - Dubai. Dalam penerbangan yang memakan waktu 3,5 jam, satu penumpang mengalami gangguan serius dengan jantungnya.
Awak pesawat meminta bantuan dengan mengumumkan bila terdapat keberadaan dokter di antara para penumpang. Karmel berfikir, nantilah, mungkin memang ada dokter lain dalam pesawat ini. Himbauan berulang, barulah Karmel mendatangi penumpang yang sudah terjatuh pingsan. Ia segera melakukan pemeriksaan dengan memperhatikan nafas, denyut nadi lemah (43), mengukur tensi (85/40), dan meminta obat-obatan serta memberikan oksigen yang tersedia di pesawat. Tindakan resusitasi berupa perangsangan tanda-tanda kehidupan dilakukan. Setelah satu jam, pasien tersebut siuman dan menunjukan perbaikan kondisi, denyut dan tensi berangsur normal 100/40 merambat naik menjadi 120/50.
Dengan perbaikan kondisi itu, Otoritas medis di Dubai mengijinkan Si Penumpang melanjutkan perjalanan ke Singapura. Kapten pilot merasa perlu mendengar penjelasan dan pertimbangan prof. Karmel. Berbekal konsultasi dengan prof. Dasnan Ismail, koleganya di Departemen kardiologi, Karmel menerangkan kondisi kepada pilot. “No, according to Prof Tambunan, he said its high risk to bring that passenger. So leave him,” kutip pilot tersebut.
Salah seorang awak dari maskapai penerbangan tersebut mencoba memberi penghargaan berupa pemberian tiket terbang cuma - cuma (voucher) Dubai - Singapura yang kemudian ditolak halus oleh Prof. Karmel. Tak hanya itu, beragam souvenir dan parfum yang juga diberikan oleh maskapai penerbangan itu pun ditepisnya. Menurut Karmel tindakannya sudah merupakan satu kewajiban yang tidak perlu dibalas dengan pemberian apapun, karena dia ikhlas melakukannya. Namun pemberian terakhir berupa secarik kertas sertifikat ungkapan terima kasih tidak mungkin ditampiknya. “Rasanya tak enak kalau kali ini menolak lagi,” ungkap ayah tiga anak ini.
Hingga kini, kakek satu cucu ini masih terus aktif mengembangkan profesinya.Berbagai artikelnya telah banyak menghiasi jurnal ilmiah baik nasional maupun international. Ia pun sudah mengantungi gelar dari Board of International Trombosis Hematosis yang mengharuskannya menempuh ujian selama 4 jam. Namun masih tersisa obessinya yaitu keinginan melihat Indonesia maju dan makmur. (Ani)
Selasa, 18 September 2007
Kiat Praktis Menulis CV
Melamar kerja identik dengan penulisan Curriculum Vitae (CV) yang efektif. Dan mungkin anda sudah terlalu sering membaca strategi penulisan CV (curriculum vitae) yang baik. Tetapi tahukah anda bahwa dalam membuat CV sebisa mungkin hindari membuat CV yang fungsional? CV fungsional adalah CV yang biasanya mencantumkan daftar kemampuan dan keahlian plus sejarah karir yang panjang.
Padahal CV semacam itu sangat klasik dan membosankan dibaca. Dalam membuat CV, usahakan membuat CV kombinasi yang memadukan kemampuan, prestasi, dan pengalaman kerja yang saling berhubungan. Berikut ini adalah kiat praktis membuat CV yang efektif:
Mulailah dengan tujuan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya jika posisi yang anda lamar adalah bagian marketing maka anda harus menonjolkan kemampuan komunikasi, bahasa asing, dan pengetahuan tentang pasar. Jika posisi yang dibutuhkan sekretaris maka anda harus menonjolkan kemampuan anda dalam surat-menyurat, kearsipan, administrasi, dan dokumentasi.
Kemudian lanjutkan dengan bagian profil yang menjelaskan kemampuan atau keahlian anda. Bisa juga anda jelaskan hobi yang menunjang keahlian dan kemampuan anda. Lalu tekankan jenjang pendidikan anda. Tidak perlu anda jelaskan sejak Sekolah Dasar cukup sejak sekolah menengah sampai perguruan tinggi.
Berikutnya cantumkan prestasi pilihan, anda bisa memasukkan 2 sampai 4 point prestasi terbaik yang pernah anda dapatkan sehubungan dengan pekerjaan yang anda tuju. Baik prestasi akademis maupun prestasi kerja.
Hal yang lebih penting, jangan lupa cantumkan pengalaman kerja anda, sejak awal hingga terakhir. Tekankan pengalaman yang berhubungan dengan pekerjaan yang anda lamar. Lengkap dengan masa kerja dan sedikit penjelasan tentang pengalaman kerja tersebut. Ingat, perusahaan seringkali mempertimbangkan pengalaman kerja seseorang untuk memutuskan diterima atau tidaknya calon karyawan.
Nah jika CV anda telah selesai, segera buat surat lamaran kepada perusahaan yang dituju. Tunjukkan antusiasme anda dalam melamar pekerjaan yang ditawarkan. Gunakan bahasa yang netral tetapi menjual. Dan usahakan untuk menulis CV dan surat lamaran dalam Bahasa Inggris. Karena belakangan ini perusahaan lebih mengutamakan karyawan yang bisa Bahasa Inggris. Gunakan komputer dalam mengetik CV dan surat lamaran. Selain agar lebih rapih dan mudah dibaca, juga terkesan lebih profesional.
dr. Kokoh Iwan Prasetya
HIV/AIDS Project - Health Specialist
Project Concern International (PCI) Indonesia
Nabire - Papua
Senin, 17 September 2007
Vacancy Program Manager - Aceh Partnerships in Health (APiH)
Minggu, 16 September 2007
Dragons (6) -- Magic
Magic can be described as the misuse of power (and, indeed, not only of super-natural power). It is the sort of dragon that Christians think they can spot easily if he appears along the Way. We tend to think of Simon, the former magician and now believer, who tried to buy the Holy Spirit's power with money. He was rebuked by Peter (Acts 8:18-24) and found a permanent dishonourable place in the word 'simonry' in our English dictionary. Or we think of Elymas, the practising magician in Cyprus, who tried to divert the Roman proconsul from the Christian faith, and who was soundly ticked off by Paul as well as being blinded (Acts 13:6-12). We explain the desire of the disciples to call down fire from heaven on those who would not receive Jesus in Samaria (Lk 9:54) as a naive attitude that we should not even think of. We quickly dismiss the trivial pointless miracles attributed to the Boy Jesus in the apocryphal gospels as fanciful tales, which no doubt they are. Yes, we can spot the silly old dragon, magic. Or so we think.
But perhaps it is not so simple. This is the sphere of the prince of darkness, who can appear as an angel of light (2 Cor 11:14). Are we up to his tricks? While we may shy away from the superstitions and the weird things that so many people get themselves sadly tangled up in, do we hanker after spiritual thrills for their own sake? Do we ever feel that we should like to see a spectacular miracle, a real piece of magic? Divine magic, of course. Oh, yes. But it would be nice to be personally involved in it -- and so to have something special to talk about, our own personal spiritual thrill. The dragon Magic beckons. His shiny scales have lovely colours. He has a crocodile's grin ('welcoming little fishes in', to quote Lewis Carroll in Alice in Wonderland), but his eyes are hypnotic. Magic is fascinating, and this is no time to be self-confident about such matters.
God still does miracles today. We need not doubt that. But it is as he wills, but as we will. Even in the ministry of our Lord Jesus, the important thing about the miraculous events was that they were his 'signs' (Jn 2:11). He was no magician, even when he could have helped himself in a desperate situation (Matt 26:53-54). We must not underestimate the dragon magic.
Grant us, Almighty Lord, a quiet confidence in your over-ruling power in our lives and grace to trust your wisdom and love in all things. For yours is the kingdom, yours is the power and yours is the glory.
Further reading: Acts 8:9-24.
RRW
Source : Doctor Life Support (www.cmf.net.uk)
Rapat CME Weekend hari ini......
Brosur yang kedua telah diedarkan dan tinggal menunggu respon dari rekan-rekan seluruh Indonesia.
Doakan agar rapat persiapan ini bisa berjalan dengan baik dan segala persiapan bisa berjalan dengan baik.
in His Service,
Info Kom
Soda consumption linked with metabolic syndrome
By Leanne Sullivan
Drinking at least one soda per day is associated with a significantly higher risk of developing metabolic syndrome, compared with drinking less than one soft drink a day, according to an observational study of participants in the Framingham Heart Study.
After adjusting the data for other risk factors, the prevalence of metabolic syndrome in those who drank one or more 12-ounce soft drinks per day – regular or diet – was 48% higher than in those who drank fewer than one of these beverages daily, investigators reported in the July 31 issue of Circulation.
The prevalence rose with higher soda consumption, Dr. Ravi Dhingra of Harvard Medical School, Boston, and his colleagues reported
The soda drinkers had a 44% higher risk of developing new-onset metabolic syndrome after adjusting for intake of saturated and trans fats, dietary fiber, and total calories, as well as smoking and physical activity.
Metabolic syndrome was defined as the presence of three or more of the following factors: waist circumference of 35 inches or more for women and 40 inches or more for men; fasting blood sugar of 100 mg/dL or higher, or treatment with insulin; blood pressure of 135/75 mm/Hg or higher, or treatment for hypertension; serum triglyceride levels of 150 mg/dL or higher; and HDL cholesterol levels of less than 50 mg/dL in women and less than 40 mg/dL in men.
Consumption of soft drinks has increased over the past 3 decades, so the findings have far-reaching ramifications. The results are consistent with those of previous studies that reported an association between soft drink consumption and increased risk of metabolic syndrome, obesity, high blood pressure, and diabetes, the authors noted (Circulation 2007 July 31 [ePub DOI: 10.1161/CIRCULATION AHA.107.689935] ).
The study, which spanned the years 1987 through 2001, included 8,997 person-observations made via physical examinations, physician-administe red questionnaires, and a self-administered food frequency questionnaire. The study population was white Americans, aged 42-66 years. Roughly half were men.
When each individual marker of metabolic syndrome was analyzed separately using multivariate logistic regression, the researchers found that the frequent soda drinkers had a 25%-32% higher adjusted risk for each trait, with the exception of high blood pressure, which had an 18% higher risk that was of borderline significance.
Dietary behavior may be a factor in the higher risk, as individuals who drink more soda also tend to have a higher-calorie diet that includes more fat and less fiber than the diets of those who are not soda drinkers, and tend to be sedentary and have higher rates of smoking. Yet despite adjusting the data to account for these other risk factors, Dr. Dhingra and his colleagues still found a significant association between soda drinking and the risk of developing metabolic syndrome. The researchers acknowledged, however, that “there may be residual confounding caused by lifestyle factors not adjusted for in the present analysis.”
Both regular and diet soda consumption resulted in increased risk of metabolic syndrome and its individual traits, which suggests that factors other than calorie and sugar content contribute to the higher risk. The authors theorized that such factors may include a greater desire for sweet foods stimulated by the sweetness of soft drinks, and the caramel content of these beverages, which may be a source of glycation end products; these complexes of sugars may promote insulin resistance and inflammation.
Similar results also were seen for both caffeinated and uncaffeinated soft drinks.
Although the authors cautioned that, “given the observational nature of the present study, we cannot infer that the observed associations are causal,” the data also “raise the possibility that public health policy measures to limit the rising consumption of soft drinks in the community may be associated with a lower of the burden of metabolic risk factors in adults.”
The Original Article from MD Consult:
http://www.mdconsult.com/das/news/body/75245338-2/mnfp/0/187187/1.html?nid=187187&date=week&pos=&general=true&mine=true
Sabtu, 15 September 2007
Mengapa CME Weekend 2007(Don't Miss It)
Sebagai seorang dokter dan dokter gigi Kristen yang dituntut untuk selalu memperbaharaui pengetahuannya di bidang keilmuannya, maka tentulah ia harus mengikuti berbagai kegiatan ilmiah yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan kompetensinya.
Sebagai wadah yang melayani dokter dan dokter gigi Kristen maka Pelayanan Medis Nasionak merasa terpanggil untuk memfasilitasi kegiatan ilmiah tersebut bagi rekan-rekan sejawat dokter dan dokter gigi Kristen, melalui kegiatan yang dinamakan CME Weekend (Continuing Medical Education Weekend) yang akan dilaksanan di RS Way Halim Lampung tanggal 1-4 November 2007
Mengapa CME Weekend ?
Mengapa PMdN harus ikut serta dalam kegiatan seperti ini ?
Memperhatikan sharing dengan rekan-rekan sejawat dokter dokter gigi di daerah, di mana di daerah sangat sulit untuk mendapatkan penyegaran akan ilmu-ilmu baru, sehingga teman-teman yang melayani di daerah merasa bahwa ilmunya kurang up date dan kurang tersedianya wadah (simposium, kursus dan lain sebagainya) yang bisa secara komprehensif menjawab tantangan tersebut. Selama ini simposium atau acara yang serupa hanya bersifat topikal (misalnya untuk penyakit dalam saja, dll)
Untuk alasan ini CME dirancang dalam format untuk berusaha bersifat lebih “universal” dalam satu paket kegiatan. CME Weekend dirancang dalam bentuk 3 hari kegiatan dalam bentuk tiga acara utama yaitu : panel diskusi, mini simposium dan workshop. Dalam plenary, kita akan membahas beberapa topik yang bersifat umum, mengenai berbagai kondisi praktek kedokteran di Indonesia saat ini. Mini simposium dirancang untuk menjawab berbagai isu topikal, dalam bidang Ilmu Penyakit Dalam, Bedah, Obs Gyn, dll) dan merupakan topik yang mutakhir (terbaru) dan yang paling praktis (sering dijunpai dalam praktek sehari-hari). Sedangkan dalam workshop adalah untuk menjawab kebutuhan rekan-rekan untuk mendapatkan skill tertentu dalam bidang keilmuan medis tertentu.
Pembicara dalam CME ini adalah pembicara yang berkualifikasi untuk masing-masing materi, baik dari Indonesia maupun dari luar negeri. Untuk CME kali ini, PMdN mendapatkan kehormatan untuk menerima pembicara sejawat dari CMDF Singapura yang akan berbicara beberapa topik tertentu.
Berikut rancangan acara CME tersebut
ACARA & PEMBICARA
Kamis, 1 Nopember 2007
Registrasi ulang : 17.00 s/d 18.30
Pembukaan : 19.30 s/d 20.00
Panel Diskusi 20.00 s/d 22.00
- Role Christian of doctors and dentist in future medical practice in Indonesia
Narasumber : Prof.Dr. dr. Taralan Tambunan, SpA (K) -RSCM Jakarta
- Tantangan Dunia Medis di Asia Tenggara
Narasumber : CMF Singapura
- Tantangan & Peluang RS Misi di Indonesia
Narasumber : dr. Andreas Andoko (Direktur RS Imanuel Lampung)
Jumat, 2 Nopember 2007
Workshop à 08.30 s/d 18.30
- W-1 Basic Emergency Radiology
Pembicara : Dr.Nina Supit Sp.R
- W-2 Basic Emergency Electrocardiography (Common Cardiac Arrhythmia)
Pembicara : (dari CMF Singapura)
- W-3 Basic Neonatal Rescucitation
Pembicara : Dr.Nani Walandauw Sp.A
- W-4 Pemeriksaan dasar mata
Pembicara : Dr.Naomi Patioran Sp.M
Sabtu, 3 Nopember 2007
Mini Symposium – I : 08.30 s/d 10.30
- Recent Management of ACS (2005 Protocol) (C)
Pembicara : Dr. Sunoto Pratanu,SpJP (K), FIHA
- Awareness in Managing Chronic Kidney Disease (F)
Pembicara : Dr. Candra Wibowo, SpPD
- CLP (I)
Pembicara : Dr. Hendry
- Dental Implant (L)
Pembicara : Drg.M.Grace Lumempouw,Sp.Pros
- Pemberian Injeksi Vitamin K Pada Bayi-bayi Baru Lahir (O)
Pembicara : Dr. Julia Kadang,SpA
- Diabetic Retinopaty (R)
Pembicara : Dr. J.S.M. Manoppo-Saerang, SpM
Mini Symposium – 2 : 11.00 s/d 13.00
- Introduction to VCT HIV AIDS (A)
Pembicara : Dr. Ronald Jonathan. MSc
- Tailoring Hypertension (D)
Pembicara : Dr. Sunoto Pratanu,SpJP (K), FIHA
- Interpretation WIDAL on Typhoid Fever (G)
Pembicara : Dr. Haryono,SpPD
- Management Hemorrhage Post Partum (J)
Pembicara : Dr. Dodi Hendradi,SpOG
- Labial Veneering (M)
Pembicara : Drg.Eveline Liman,Sp.KG
- Penatalaksanaan Kejang Pada Anak (P)
Pembicara : Dr. Edi Setiawan Tehuteru,SpA
- Trauma Pada Mata (S)
Pembicara : Dr. Naomi Patioran,SpM
Mini Symposium – 3 : 16.30 s/d 18.30
- Pearl and Pitfall in Dengue Hemorrhagic Fever (B)
Pembicara : Dr. Jahja Zakharia,SpA
- Recent management of CVD (E)
Pembicara : Dr. Sylvia Lumempouw,SpS (K)
- Management Acute Renal Failure (H)
Pembicara : Dr. Candra Wibowo, SpPD
- Overview In Burn Management (K)
Pembicara : Dr. Benno Rumondor,SpB
- Dental Bleaching (N)
Pembicara : Drg.Grace.L Sp.Pros/drg.Evelin Sp.KG
- Rekomendasi IDAI Imunisasi Pada Anak (Q)
Pembicara : Dr. Lineus Hewis,SpA
- Glaucoma (T)
Pembicara : Dr.J.S.M. Manoppo-Saerang,SpM
Seminar Khusus : 19.30 s/d 21.30
- Recent condition medical practice in Indonesia
Narasumber : Prof. Dr. Karmel Tambunan, SpPD,KHOM
Dr. Haryono,SpPD
Minggu, 4 Nopember 2007
Ibadah Minggu 07.00 s/d 08.00
Seminar Umum : 08.30 s/d 12.00
Penutupan 12.00 s/d 13.00
Outing : Sepak Bola Gajah : 13.00 s/d 15.00
So, mengapa ada menunda untuk bersama-sama mengikuti acara ini ?
Hubungi kami untuk mendapatkan info selengkapnya :
Pendaftara dapat melalui :
Sdr. Nora (081319965423) atau email perkantasmedis@telkom.net (Sekretaris) atau pmdn_perkantas@yahoo.com (Sie. InfoKom PMdN)
Tuhan memberkati
Jumat, 14 September 2007
1st INDONESIAN PICU-NICU UPDATE
GREETING MESSAGE FROM THE CHAIRMAN
Dear Colleagues,
- Refresher Course Rp. 700.000,-
- Updated Lectures
- Meet the Expert & Lunch Symposium
- Symposium Track
- Exhibition
- Physicians Rp. 600.000,
- Non Physicians Rp. 500.000,
- NICU - PICU
- PEDIATRIC HEMATOLOGY
- RESPIROLOGY
- PEDIATRIC INFECTIOUS DISEASE
- PEDIATRIC NEUROLOGY
- PEDIATRIC NUTRITION AND METABOLISM
- PEDIATRIC SURGERY & PEDIATRIC GASTROENTEROLOGY
- PERINATOLOGY
- PEDIATRIC IMMUNOLOGY
- PEDIATRIC CARDIOLOGY
- ICU and EMERGENCY UNIT
- Respiratory Distress Syndrome : From Nasal CPAP to HFO
- Severity Score: PRISM, PIM or PELOD?
- New Targets for Resuscitation
- Pediatric Sepsis: What is new?
- Debate on Colloids &Crystalloids for Resuscitation
- Clinical Approach of Obstructive Bowel Disease
- Nutritional Support for Post Surgical Patients
- Pain and Sedation in PICU
- Disseminated Intravascular Coagulation: Diagnosis and Management
- Antithrombin III in Dengue Infections
- Management of Severe Asthma
- Probiotic and Immune Function
- Hypoglycemia of the Newborn
- The Role of Glutamine in Critically ill Patients
- Antibiotic Strategy in Neonatal Intensive Care
- Procalcitonin for Early Detection of Infection (PCT)
Kamis, 13 September 2007
Peluang Berkarir Bagi Tenaga Medis
- Dokter Bedah Tulang
- Dokter Spesialis Anak
- Dokter Spesialis Jantung
- Dokter Spesialis Kulit
- Dokter Spesialis THT
- Dokter Spesialis Paru
- Dokter Bedah Umum
- Dokter Spesialis Mata
- Dokter Umum (Dokter jaga)
- Dokter Umum (Marketing)
- Dokter Umum (Personalia)
- Sekretaris (Wanita, D-3)
- Staf Akuntansi (S-1)
Kirim lamaran dan CV ke PO BOX 1173 JAT 13011
Rabu, 12 September 2007
What's MDG's ?
Their Goals are :
- Goal 1: Eradicate Extreme Hunger andPoverty
- Goal 2: Achieve Universal PrimaryEducation
- Goal 3: Promote Gender Equality andEmpower Women
- Goal 4: Reduce Child Mortality
- Goal 5: Improve Maternal Health
- Goal 6: Combat HIV/AIDS, Malaria andother diseases
- Goal 7: Ensure EnvironmentalSustainability
- Goal 8: Develop a Global Partnershipfor Development
Selasa, 11 September 2007
Gelang Biru dari YJI
Senin, 10 September 2007
Kolesterol Tak Selalu Jadi 'Musuh'
Sumber : KL.com (http://www.idionline.org/)
QUANTUM NUTRITION 2007
In conjunction with,2nd National Congress of Indonesian Clinical Nutrition Society (ICNS)Theme: "Scaling-Up Clinical Nutrition for A Better Quality of Life"Co-Organized for Indonesian Clinical Nutrition Society (ICNS)
PRE-SYMPOSIUM WORKSHOPS, Friday, 16 November 2007
- Workshop in Obesity Rp. 750.000
- Workshop in Trace Element Nutrition Rp. 750.000
SCIENTIFIC SYMPOSIUM, Saturday – Sunday, 17 – 18 November 2007
- Scientific Tutorials -Pro Con Debate Sessions -Pharmaceutical and Health Exhibition
ATTENDEES :
- Anesthesiologists
- Cardiologists -Intensivists
- Dieticians
- Internists
- Nurses
- Surgeons
- Clinical Nutritionists
- Pediatricians
- General Practitioners
- Other Health
Professionals interested in Nutrition A STATE-OF-THE ART SCIENTIFIC LECTURES FROM KEYNOTE OVERSEAS & WELL KNOWN SPEAKERS FEATURING :
- Nutri-genomics & Molecular Nutrition
- Body Composition Disorders: Obesity & Protein Mal
- Nutrition
- Functional Food and Health
- Enteral Nutrtion-Parenteral Nutrition
- Trace Elements Nutrition
- Nutrition and Physical Fitness-Nutrition, Metabolic and Degenerative Diseases
- Nutrition and Cognitive Function-Nutrition in Growth and Development
- Food Safety and Risk Management
- Updates on EPA & DHA
REGISTRATION INFO:
- Specialist Rp. 650.000,
- General Practitioners Rp. 550.000,
- Nurse / Dieticians / Residents Rp. 500.000,
- Crowne Plaza Hotel RP. 650.000,-/net/standard room/night (include BBF)
Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170