Minggu, 30 September 2007

Looking For Physician And Pediatrician

The Schieffelin Institute of Health Research & Training Centre - Research and Leprosy Centre(SIH-R & LC) located near Vellore in Tamilnadu, was established in 1955 to care for the leprosy patients in and around Vellore and to set up a research institutionto probe into the multifaceted problems of leprosy. SIH-R & LC was developedwith the close cooperation of The Leprosy Mission (TLM) and the American Leprosy Missions (ALM) and CMC, Vellore (just 20km away).The hospital has a need for Physicians and Pediatricians.
Please contact Dr.Norman Gift: normangift@hotmail.com

Siapa temanmu ?

"Tidak, saya masih waras. Permintaanmu tidak masuk akal. Kamu akan menyengatku pada saat aku berenang dan aku akan tenggelam..." jawab seekor kura-kura saat seekor kalajengking meminta bantuannya agar diperbolehkan menumpang di punggungnya untuk menyeberang sungai. Kalajengking itu tertawa sambil menjawab, "Mana mungkin saya menyengatmu? Kalau kamu tenggelam, saya juga akan ikut tenggelam." Kura - kura berpikir sebentar dan berkata, "Kamu benar, ayo naiklah." Kalajengking itu naik ke punggung kura-kura tadi, namun baru setengah jalan, dia menyengat kura-kura itu dengan sengit. "Kamu sudah berjanji, namun sekarang kamu menggigitku! Mengapa? Sekarang kita sama-sama celaka," kata kura-kura sambil mulai tenggelam sedikt demi sedikit. "Saya tidak dapat menahan diri. Memang sudah tabiatku untuk menyengat," jawab kalajengking dengan sedih.

Pelajari karakter seseorang sebelum menjadikannya sebagai kawan. Peran yang dia mainkan akan mempengaruhi hidupmu! Demikian juga sebaliknya, peran yang kamu mainkan akan mempengaruhi kehidupan temanmu, jadi milikilah karakter yang seperti Yesus.

Amsal 13:20, "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa yang berteman dengan orang bebal menjadi malang."

Sabtu, 29 September 2007

Medical Mission To North Thailand

Volunteer doctors are needed for a mission trip to North Thailand. This is organised by Church of Good Shepherd in Singapore with the scope ofwork being rural clinic and primary care.The purpose of the medical mission trip is to bring the love of God to thepeople through serving them in their needs. COGS had been in this medical ministry to the area since Y2000.
Date : Dec 4-11th 2007
Conditions will be very basic with trekking involved.
For more information :
Contact Lena Lim +65-90185530,
or send email to lenalsc@cogsanglican.org

Jumat, 28 September 2007

BERPIKIR SECARA SEDERHANA

Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit. Mari kita coba lihat dalam tiga kasus di bawah ini :
  1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahankertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.
  2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius. Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ? Mereka menggunakan pensil!.
  3. Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk menyelesaikan masalah itu. Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu". Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya.

JANJI (Sebuah pengalaman hidup)

Oleh : Thomas F. Crum
Sore saya melakukan presentasi dalam sebuah konferensi di Washington DC. Dan seperti sebuah takdir, saya bertemu dengan Bucky Fuller sahabat saya, memimpin sebuah presentasi di ruang konferensi yang lain di hotel yang sama. Setelah presentasi selesai, saya menuju ke ballroom untuk mendengarkan ceramah Bucky. Saya dari dulu kagum dengan Bucky yang bertubuh kecil dalam usia delapan puluhan – jauh di atas saya, tetapi pikirannya masih jernih, sangat bijaksana dan penuh semangat. Saat konferensi usai, kami berjalan bersama menuju ke parkir di lantai dasar tempat mobil limousine bandara menunggunya. "Saya harus ke kota New York malam ini untuk mengadakan presentasi yang lain," katanya sambil menatap saya dengan gelisah, tidak seperti biasanya. "Kamu tahu Annie sedang sakit dan saya sangat kuatir." Kami berpelukan. Bucky Fuller pernah menceritakan sebuah rahasia pada saya bahwa dia telah berjanji pada istrinya Annie untuk meninggal lebih dahulu, sehingga dia dia mempersiapkan sebuah penyambutan untuk istrinya di surga - sebagai ganti Annie yang sudah setia melayaninya selama hidup di dunia. Saya menganggap pernyataan itu sebagai sebuah harapan bukan sebuah komitmen. Itu menunjukkan betapa saya meremehkannya. Singkatnya, setelah Buck presentasi di New York, dia segera menuju rumah sakit di Los Angeles karena isterinya jatuh koma. Dokter merasa bahwa masih ada kesempatan karena Annie cepat mendapat penanganan yang tepat di rumah sakit. Buck segera mencari penerbangan pertama yang bisa dia temukan dari kota New York. Saat tiba di Los Angeles, dia segera menuju ke kamar Annie. Buck duduk di samping tempat tidurnya, dan menutup matanya. Dan Buck meninggal dengan tenang. Kekuatan untuk memilih kehidupan adalah sesuatu yang diperlihatkan oleh Buck. Bahkan dia memiliki kekuatan untuk meninggal pada saatnya, dengan tenang, dengan tangan terbuka kepada alam semesta yang dia layani. Sebuah kesederhanaan untuk berani melangkah ke depan Tak lama kemudian, Annie menyusulnya meninggal dengan tenang. Buck telah megang janjinya. Dia sedang menunggu Annie di surga.

Mengapa Tuhan Menciptakan Wanita

Pria bertanya kepada Tuhan: "Tuhan, mengapa Engkau menciptakan wanita begitu cantik?"
Tuhan berkata: "Itu supaya kamu mencintainya"
"Tapi Tuhan", sahut si pria, "mengapa Engkau ciptakan dia begitu tolol?"
Tuhan menjawab, "Itu supaya dia mencintaimu"

Doakan Myanmar

Rekan2 terkasih dalam Kristus,
Mohon agar dibawakan dalam doa rakyat Myanmar yang sedang tertindas oleh junta militer. Khususnya doakan para rahib di Yangon yang tercekam ketakutan karena dikejar-kejar junta militer. Negara ini sudah terlalu lama dikuasai oleh junta militer yang sangat kejam Mereka akan rela membantai rakyatnya sendiri / warga asing yang bertentangan dengan mereka. Kami (World Vision) memiliki pelayanan disana, dimana Direktur Nasionalnya berasal dari Indonesia yaitu pak James Tumbuan. Kiranya rekan2 PESTA mau mendoakan pak James beserta istri dan juga rekan2 sepelayanan di World Vision. Kiranya kasih Tuhan selalu menyertai mereka selalu dan pelayanan dapat terus diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu.

Sumber Milis Alumni PESTA

Rapat CME Besok...!!!

Diberitahukan kepada rekan-rekan Panitia CME di Jakarta , rapat panitia akan dilaksanakan hari Sabtu 29 Septmber 2007 pukul 14.00 WIB.
Berhubungan dengan perkembangan yang sangat signifikan mengenai perijinan yang dialami oleh rekan-rekan di Lampung , maka diharapkan kesediaannya untuk menghadiri rapat ini.

Salam Kasih

Pengurus PMdN

General Surgeon And Nurse To Liberia

General Surgeon and a Nurse to serve in a hospital in Liberia, SIM is looking for General Surgeon and a Nurse to serve in a hospital in Liberia.The position is funded. More information can be obtained from Ms Kim Teo, personnel coordinator at SIM East Asia: kim@simeast.com

Kebutuhan Dokter Spesialis

DIBUTUHKAN SEGERA!
Klinik Kesehatan dan Laboratorium di Kelapa Gading Jakarta membutuhkan segera beberapa dokter spesialis sbb:
  1. Dr.Sp. Penyakit Dalam
  2. Dr.Sp. Rehab Medik3. Dr.Sp. Akupuntur
  3. Dr.Sp. Neurolog
  4. Dr.Sp. Jantung
  5. Dr.Sp. Paru-Paru
  6. Dr.Sp. Anestesi
  7. Dr. Umum

Syarat :
Memiliki izin praktek dokter di Jakarta dan bersedia memberikan STR- Pria/Wanita, usia max. 40 tahun
Bagi Dokter yang berminat, harap menghubungi sdri Icha di 08159890005, Sridi 081317523410 atau email di sri_winlab@cbn.net.id.

Kamis, 27 September 2007

Christmas Camp MPF

Bulan Desember ini akan ada Christmas Camp (pertemuan alumni)...
Tolong kirim informasi alamat semua alumni/dokter MPF yang ada, sekalian nomor hpya....makasih banget...
Terima kasih atas bantuannya...

Salam Kasih,
Pengurus MPF

Kesempatan Perwira Prajurit Karir TNI

Dikutip dari Kompas Sun, Sep16, 2007


MABES TNI memberi kesempatan kepada WNI untuk menjadi perwira TNI Program: Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI

1. Persyaratan umum:
  1. WNI, bukan personel TNI/Polri dan PNS
  2. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila danUUD 1945
  3. Sehat jasmani, rohani, bebas narkoba, tinggi badan pria min. 163 cm dan wanita 155 cm
  4. Berkelakuan baik, belum menikah (kecuali dokter belum mempunyai anak dan sanggup tidak hamil selama mengikuti pendidikan pertama)
  5. Sarjana Profesi, S1 dan D3
  6. Usia max: Profesi Dokter umum, Apoteker dan Psikolog 32 tahun, S1 dan D3 Anestesi 27 tahun serta D3 lainnya 25 tahun
  7. IPK minimal: Dokter Umum, Apoteker & Psikologi 2,40; S1 lainnya, 2,80 dan D3 2,702.
Waktu dan Pendaftaran:
  1. Waktu Pendaftaran: September 2007
  2. Tempat: di Kodam, Lanal dan Lanud tiap provinsi
  3. Selama proses penerimaan tidak dipungut biaya.
Penjelasan lebih rinci dapat ditanyakan di tempat pendaftaran (instansimiliter terdekat) atau website: http://www.tni.mil/. id, email: sperstni@yahoo.com

Dibutuhkan Dokter di Pertambangan

Dibutuhkan dokter umum untuk ditempatkan sbb [MEDIKA PLAZA]:
  1. British Petrol di Babo Papua : pengalaman min 2 thn, Hiperkes, ATLS, ACLS
  2. Arutmin di NPLCT Kaltim : pengalaman, Hiperkes, ATLS, ACLS- DATI di Riau : pengalaman, Hiperkes, ATLS, ACLS

Application & CV dapat dikirim via email ke: yossi.agung@gmail.com ata u yossi_agung@yahoo.com

Berita Terkini CME Weekend PMdN

Syalom,
Rekan-rekan pelayanan yang dikasihi Kristus, diberitahukan bahwa saat ini Panitia CME mengalami kesulitan untuk mendapatkan ijin akreditasi untuk mendapatkan SKP. Hal ini adalah hal yang tidak terduga sebelumnya karena terbentur aturan dari IDI yang barus saja disosialisaikan bulan ini. Aturan tersebut mengatur tentang lembaga atau organisasi yang menyelenggarakan kegiatan ilmiah di bidang kedokteran harus memenuhi persyaratan tersebut.
Saat ini panitia sedang bekerja untuk mengatur kembali format yang sesuai. Dan ada kemungkinan besar, format acara akan dirubah. Informasi selanjutnya akan diberitahukan lebih lanjut.
Mohon dukungan doanya agar acara ini bisa berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan...

Salam Kasih
Pengurus PMdN

Alasan Untuk Merayakan

Oleh Janet Lynn Mitchell
Saya meninggalkan suami saya, Marty, di rumah sakit menggantikan saya menjaga kedua anak saya yang sedang dirawat untuk pergi ke toko swalayan. Karena sudah hampir jam sebelas malam, saya pergi ke satu-satunya toko yang saya tahu masih. Saya memarkir mobil dan beristirahat sejenak dengan menyandarkan kepala di kursi untuk beberapa waktu. "Hari yang sangat berat," pikir saya. Dua anak saya dirawat di rumah sakit, dan yang ketiga tinggal sementara dengan neneknya, saya benar-benar kekelahan. Hari ini saya harus mengikuti test CPR (Cardiopulmonray Resuscitation - pertolongan pertama dengan nafas buatan) untuk bayi yang diselenggarakan oleh rumah sakit sebelum saya diperbolehkan membawa Joel yang berumur delapan minggu pulang dari rumah sakit. "Di saat kritis seperti ini, bagaimana saya bisa mengingat cara melakukan CPR?" pikiran saya terasa buntu saat harus mengisi jawaban di lembar-lembar soal. Dalam keletihan yang menusuk, saya mengambil daftar belanjaan untuk kebutuhan satu minggu. Bagi saya daftar itu lebih menyerupai daftar ilmiah. Beberapa hari belakangan ini saya serius mempelajari penyakit diabetes anak-anak, karena Jenna, anak perempuan saya yang berumur enam tahun didiagnosa menderita penyakit tersebut. Sebagai tambahan belajar untuk menghadapi tes CPR, saya juga harus belajar cara memeriksa darah Jenna dan memberi suntikan insulin. Sekarang saya harus membeli makanan yang dibutuhkan untuk menyeimbangkan insulin yang dapat mempertahankan hidup Jenna. "Ayo pergi Janet," saya berkata pada diri sendiri sambil membuka pintu mobil. "Besok adalah hari yang penting! Dua anakmu akan pulang dari rumah sakit." ... Segera keluhan saya berubah menjadi sebuah doa. "Tuhan, saya sangat takut! Bagaimana kalau saya salah dan memberi insulin terlalu banyak untuk Jenna, atau saya salah menakar makanan untuknya, atau jika Jenna diluar pengetahuan saya makan makanan yang dilarang? Tuhan, bagaimana dengan monitor apnea untuk Joel? Bagaimana jika alat itu mati? Bagaimana jika dia kekurangan oksigen dan saya panik? Bagaimana jika semuanya itu terjadi? Oh, saya harus memikul tanggung jawab sangat berat." Pikiran itu berputar-putar membuat saya menggigil. Segera saya mencoba menjauhkan pikiran saya dari semua beban yang saya hadapi. Saya mencoba menguatkan diri dengan mengingat firman Tuhan yang saya tahu pasti benar, "Saya bisa melakukan semuanya itu melalui Kristus yang memberi saya kekuatan. Saya bisa melakukan semuanya ..." Seperti seorang anak yang tidak pernah menyerah jika disuruh, saya segera mengambil dompet, mengunci mobil dan begegas masuk ke toko swalayan. Ternyata tata letak barang-barang di toko baru saja dirubah, berbeda dengan yang biasanya saya lihat. Saya harus mencari-cari dahulu barang belanjaan saya dengan naik turun lantai atas dan bawah. Segera saya memegang sekotak sereal, membaca labelnya, mencoba menemukan kandungan gula dan karbohidratnya. "Apakah tiga perempat sendok sereal tepat untuk Jenna?" Karena tidak menemukan sereal yang "bebas gula" saya mengambil flake jagung Kellogg dan melanjutkan berbelanja. Saya berhenti, dan mundur. "Apakah saya harus membeli jus buah untuk Jason?" Saya tidak bisa memikirkan apakah diagnosis Jenna akan berpengaruh untuk Jason. "Apakah tidak ada masalah kalau Jason minum jus sementara Jenna makan flake jagung Kellog?" Akhirnya saya berjalan di counter jus dan buah. "Ya, saya butuh jus apel, tetapi berapa banyak? Berapa sering gula darah Jenna menurun sehingga memerlukan jus untuk memperbaikinya? Apakah anak umur enam tahun tahu saat gula darahnya turun? Bagaimana jika ... ?" Saya mulai bertanya-tanya lagi. Saya memegang kotak jus apel dan membaca labelnya. "Jenna perlu lima belas karbohidrat jus saat gula darahnya turun. Tapi kotak jus ini punya kadar karbohidrat tiga puluh dua." Tiba-tiba saya melihat tangan saya mulai bergetar. Saya mencoba membaca ulang label di kotak jus saat saya merasakan air mata turun membasahi mata dan mengalir di pipi. Karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, saya mengambil enam pak jus apel dan menaruhnya dalam kereta dorong. Merasa frustrasi karena sudah tidak mampu berpikir lagi, saya meremas daftar belanjaan, menutupi wajah dengan kedua tangan dan mulai manangis. "Sayang, apakah kamu baik-baik saja?" terdengar sebuah suara yang lembut bertanya. Saat itu saya pikiran saya begitu kalut sehingga tidak menyadari kehadiran wanita yang sedang berbelanja bersama saya. Saya merasakan tangannya merangkul bahu saya. "Apakah semuanya baik-baik saja? Sayang, apakah uangnya tidak cukup. Coba kalau saya bisa membantu ... ?" Perlahan saya menurunkan tangan yang menutupi wajah dan melihat mata seorang wanita tua dengan rambut putih yang menunggu jawaban saya. "Oh tidak bu," Jawab saya sambil menyeka air mata dan berusaha untuk tenang. "Saya punya cukup uang." "Kalau begitu masalahnya apa, sayang," dia mendesak. "Saya hanya kelelahan. Saya sekarang sedang berbelanja untuk mempersiapkan kedua anak saya pulang dari rumah sakit besok." "Pulang dari rumah sakit! Itu adalah hal yang harus dirayakan. Mengapa kamu tidak mengadakan sebuah pesta!" Dalam beberapa menit, orang asing ini menjadi sahabat saya. Dia mengambil daftar belanjaan saya yang sudah kumal, merapikannya dan menolong saya berbelanja. Dia berada di samping saya sampai setiap barang dalam daftar belanjaan sudah diperoleh. Dia bahkan mendorong kereta belanja sampai ke mobil dan memasukkan belanjaan ke bagasi. Kemudian dia memeluk erat dan melepas saya pergi dengan senyuman yang penuh kasih. Sudah hampir tengah malam, saat saya membereskan belanjaan di dalam rumah; saya menyadari sebuah hal yang telah diajarkan oleh ibu tua itu kepada saya. "Kedua anak saya besok pulang dari rumah sakit!。ノ teriak saya dengan gembira. "Joel akan bisa bergerak bebas dengan dibantu alat monitor. Jenna dan saya akan belajar bagaimana mengendalikan kadar gula darahnya dan bagaimana menyuntik insulin dengan benar." "Dan seperti Tuhan sudah menolong saya di toko swalayan, pasti Tuhan akan menolong saya mengatasi semua masalah yang saya hadapi. Itu semua adalah hal yang harus dirayakan." Saya tertawa pada diri sendiri. "Saya punya alasan untuk merayakannya!" teriak saya di rumah kosong ini. "Mengapa kamu tidak membuat sebuah pesta," suara ibu tua itu kembali terngiang. Benar - besok ada sebuah pesta di rumah ini!
Dikutip dari milis alumni PESTA

KISAH DUA PEDAGANG PERMEN

Kisah ini pernah cukup populer tetapi saya sendiri tidak ingat lagi di mana untuk pertama kalinya kisah itu saya baca. Konon, di suatu jalan di depan sekolahan terdapat dua toko permen. Keduanya menjual jenis-jenis permen yang persis sama. Tetapi toko yang satu selalu pernuh dengan anak-anak yang berebutan membeli permen. Toko lainnya hampir tidak ada pembelinya. Para calon salesmen atau SPG disuruh mengamati mengalami sampai terjadi gejala aneh seperti itu. Sebagai hasil pengamatan ternyata pemilik toko yang ramai itu sangat pintar aritmatika dalam hal tambah menambah. Sedangkan pemilik toko yang lainnya juga sangat pintar aritmatika tetapi dalam hal kurang mengurang. Pemilik toko permen yang ramai itu selalu mulai menimbang dalam dengan jumputan kecil. Kemudian ia terus menambahkan permennya sehingga dacinnya seimbang. Setelah seimbangpun ia masih menambahkan pula satu dua permen sehingga dacingnya berat ke sebelah permen daripada ke sebelah batu timbangan. Sebaliknya pemilik toko yang lain selalu mulai dengan sejumputan besar permen. Kemudian ia mengurangi permen itu sedikit demi sedikit sampai akhirnya dacingnya seimbang. Selain daripada itu penjual permen yang murah hati itu juga murah senyum, senang bercanda, sehingga langsung disukai anak-anak. Lawannya seorang yang kikir senyum, bermata curiga dan bermulut kerang. Ternyata pemilik toko yang satu memahami benar psikologi anak kecil. Anak-anak itu gembira setiap kali menyaksikan permennya ditambah dan ditambah. Bahkan sudah setimbangpun masih diberi kelebihan pula. Sedangkan lawannya kurang memahami psikologi anak kecil. Mereka melihat permen pada awalnya begitu banyak. Tetapi setiap kali dikurangi hati mereka menj adi ciut dan semakin ciut. Walaupun akhirnya dacingnya setimbang tetapi kesan setiap kali permennya dikurangi itu terus membekas di hati anak-anak. Sama sekali tidak ada kegembiraan berbelanja di sana . Sebaliknya di toko yang lain itu selain sudah seimbang masih diberi tambahan bonus lagi beberapa butir permen. Bagi saya filosofi pedagang permen yang laris itu bukan sekedar masalah memahami psikologi anak saja. Ia mengajarkan kepada saya bahwa nilai kemurahan hati lebih baik dan sekaligus lebih menguntungkan dibandingkan dengan nilai ke adi lan yang normatif. Kapanpun dan di manapun orang lebih menyukai dan menghargai kemurahan hati dibandingkan dengan ke adi lan.
Intinya sebenarnya sederhana saja. Berikan kepada mereka berupa apa yang mereka dambakan dan bukannya apapun yang kita ingin berikan kepada mereka

Dikutip dari milis alumni PESTA

TROPICAL MEDICINE AND HYGIENE SYMPOSIUM

On the occasion of the centenary of Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene (UK) Departments of Pathology and Microbiology, Paediatrics and Medicine. In collaboration with
The Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene ( UK ) and Infectious Diseases Society of Pakistan are pleased to invite you to anInternational Symposium onTROPICAL MEDICINE AND HYGIENE December 12 – 15, 2007
FIRST ANNOUNCEMENT AND CALL FOR ABSTRACTS
Last date of Abstract Submission is September 15, 2007

Notifications of acceptance / non-acceptance of abstracts shall be sent by September 30, 2007
For further information and registration, please contact : Conference SecretariatAga Khan University, Stadium RoadKarachi, Pakistan.
Tel: +9221 4930051 Ext. 4578, Direct +9221-4864578 Fax: + 9221 4934294
Email: conf.sect@aku. edu

dr. Kokoh Iwan Prasetya
Health Specialist - HIV/AIDS Program
Project Concern International (PCI) Indonesia
Jl. Sam Ratulangi No.26 Nabire, Papua
Phone : (0984)26140 Fax : (0984)24792 Mobile: +6281344022398

Rabu, 26 September 2007

Biodata dr. Sunoto Pratanu, SpJP, FIHA

Berikut adalah biodata dr. Sunoto Pratanu, SpJP, FIHA
Dalam CME kali ini, beliau akan membawakan materi :
  1. Basic Emergency Electrocardiography (Common Cardiac Arrythmia)
  2. Recent Management of ACS (2005 Protocol)

Nama lengkap : dr. Sunoto Pratanu, SpJP, FIHA
Alamat : Jl. Manyar Kertoadi IV/ 34 Surabaya Telpon : 031-5946317
Tempat/Tgl Lahir : Bangil, 4 Agustus 1933
Pendidikan :

  1. Lulus SMA Kr.Masehi- Semarang: 1953
  2. Lulus B-1 Ilmu Pasti ) FMIPA – ITB Bandung (1953-1957)
  3. Lulus Dokter Fak. Kedokteran Univ.Airlangga (1964)
  4. Lulus Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah FK Universitas Airlangga (1974)

Riwayat Pekerjaan :

  1. 1953-1962: Guru Ilmu Pasti dan Alam di Bandung dan Surabaya
  2. 1964-1967: Wajib militer di Angkatan Laut Rep.Indonesia
  3. 1974-1998: Dosen pada Bag.Kardiologi RSUD Dr.Sutomo-FK Unair Surabaya
  4. 1974- sekarang: Dokter SpJP pada beberapa RS di Surabaya

Keluarga : Dikaruniai 5 anak dan 16 cucu
Gereja : GKI Residen Sudirman - Surabaya

RINTANGAN DAN KESEMPATAN

Karna Converse
Sayangku Ellen,
Kemarin malam kamu bertanya pada ibu, "Apakah berat menjadi seorang ibu?" Kamu lihat sendiri, malam itu ibu harus buru-buru menyiapkan makan di meja, dimana satu telinga mendengarkanmu, sementara telinga yang lain menangkap suara adik-adikmu yang berisik sedang berdebat di gudang. Waktu itu ibu menjawab, "Kadang-kadang ya, tetapi semuanya berharga. Sekarang pergi dan cari mainan sendiri." Jawaban ibu terlihat buru-buru dan sembarangan, tetapi kamu cukup puas mendengarnya. "Bagus," kamu berkata. "Karena saya ingin menjadi seperti ibu saat besar nanti." Dan dengan senyum lebar kamu menghilang untuk bergabung dengan suara ribut adik-adikmu di gudang. Setelah kamu tidur, ibu memikirkan lagi pertanyaanmu dan jawaban yang ibu katakan. Memang benar, menjadi seorang ibu adalah pekerjaan yang berat. Kadang-kadang sangat berat. Ibu hanya punya waktu beberapa tahun (walaupun kadang terasa seperti selamanya) untuk mengajarimu menyeberang jalan dan memakai helm saat bersepeda. Mengajar untuk bisa mengucapkan "terima kasih" atau menjawab telpon dengan benar. Menjadi seorang ibu berarti menjadi seorang pelindung, pengelola, wasit, kepala juru masak dan pencuci botol. Daftarnya bisa sangat panjang dan tanggung jawabnya seolah tidak ada habisnya. Tapi tiap hari ibu harus membuat pilihan terhadap semuanya itu: seharian penuh dengan rintangan atau menyingkirkan semua beban itu dengan menganggapnya sebagai suatu kesempatan yang menantang. Sangat mudah untuk melihat semua rintangan itu. Pegangan tangga penuh bekas tangan. Noda di karpet. Jaring laba-laba di sudut rumah. Boneka berdebu di barwah tempat tidur. Mainan yang berserakan. Sampah yang bau. Hidung ingusan. Rambut gimbal. Kaus kaki bolong. Makanan basi. Jika masalah itu melimpah, hari-hari ibu sangat berat dan penuh air mata. Pada hari itu ibu memakai baju yang lusuh, karena jika tidak terkena muntahan si kecil, kamu mengoleskan tangan kotormu di baju ibu. Akhirnya setelah sepanjang hari yang melelahkan ibu mencoba tidur singkat di tengah malam, tetapi kadang masih terdengar suara teriakan dari kamar kalian, "Bu, kasurnya basah. Adek ngompol." Akan tetapi jika ibu memandang itu semua sebagai suatu kesempatan, maka segala sesuatu menjadi terasa indah dan menyenangkan. Tepukan di punggung atau kepala kalian menyandar di bahu ibu. Tenda yang kalian buat di ruang makan. Pengumuman bahwa pameran lukisan dibuka dengan pajangan gambar tangan anak-anak umur empat tahun. Diskusi rahasia di gudang untuk membuat taktik bagaimana caranya memata-matai ibu. Sentuhan di tangan ibu di tengah malam dan suara kalian berkata, "Apa malam ini saya bisa tidur di sini bersama ibu?" Ibu suka tertawa saat melihat mulutmu belepotan krim coklat, karena ibu tahu kamu paling suka kue brownis yang baru saja diangkat dari oven. Ibu juga bisa tersenyum saat menemukan sarung tangan yang basah kuyup, karena ibu tahu bahwa kamu sangat bangga dengan benteng salju yang kalian buat di halaman belakang. Hari-hari ibu penuh dengan kejutan dan hal-hal yang menantang. Ibu sering berbicara sendiri untuk membangkitkan semangat: Ya, ibu bisa berjaga tengah malam sekali lagi untuk mengurus adikmu yang masih bayi - dia baunya sedap. Ya ibu bisa membaca tulisan 'Kucing di kepala' sekali lagi - saat dia tertidur di gendongan ibu. Ya - ibu bisa mendengar sekali lagi pertengkaran kalian tanpa kehilangan kesabaran karena ibu tahu suatu hari kalian akan menjadi sahabat yang baik satu dengan yang lain. Kemarin malam, setelah makan selesai, kalian bertiga segera berlari ke ruang keluarga dengan rencana yang hebat untuk membuat sebuah benteng terbesar dari Lego. Kalian begitu saja melupakan pertengkaran selama makan malam. Kemudian dari balik bungkusan koran kalian membawa potongan kayu bakar ke dalam rumah. "Kita perlu banyak kayu bakar," kamu memberi tahu ibu, "Karena kami akan membuat api unggun yang sangat besar." Kemudian kamu masukkan semuanya ke perapian dan mulai menyanyi di depan adik-adikmu. Ibu mendengar suara gemeretak kayu yang terbakar, dan debu beterbangan dari nyala api yang keluar dari lubang perapian. Melihat itu ibu tahu bahwa sukacita menjadi seorang ibu jauh lebih besar dari tantangan yang harus ibu hadapi. Apakah berat menjadi seorang ibu? Kadang-kadang. Apakah menyenangkan? Selalu.
Sayang kalian selalu,
Ibu
Dikutip dari Milis Alumni PESTA

Selasa, 25 September 2007

Gangguan Irama Jantung Yang Umum Dalam Praktek Sehari-Hari

Dalam praktek sehari-hari dokter umum, apalagi yang bekerja di rumah sakit, sering kita diperhadapkan pada masalah gangguan irama jantung. Di mana salah metode diagnostik sederhana adalah dengan ECG yang saat ini sudah bisa ditemukan pada pelayanan kesehatan yang primer. akan tetapi kita terkadang mengenali suatu gangguan irama jantung baik yang merupakan suatu gejala dari suatu penyakit primer pada jantung ataupun penyakit sistemik yang lain.
Dalam CME kali ini, diharapkan kita dapat mendapatkan suatu hal-hal praktis yang dapat membantu kita menghadapi kasus sehari-heri mengenai gangguan irama jantung yang umum ditemukan pada praktek sehari-hari.
Bargabunglah dengan kami dalam CME Weekend kali ini...
Salam Kasih,
Pengurus PMdN

APOTEKER DIIZINKAN GANTI RESEP DOKTER

JAKARTA--MIOL: Departemen Kesehatan saat ini tengah membahas pembentukan Peraturan Pemerintah (PP) Ketersediaan Kefarmasian. Dalam PP tersebut salah satu butir di antaranya akan membahas perihal dibolehkannya seorang apoteker mengganti obat yang diresepkan oleh dokter dengan obat untuk jenis penyakit yang sama dengan harga yang lebih murah bagi pasien. Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Depkes Richard Panjaitan memaparkan dengan terbitnya PP tersebut, saat di apotek nantinya apoteker dapat memberikan pilihan alternatif resep obat lengkap dengan perbandingan harganya, yang dapat dipilih oleh pasien. “Nanti pasien dapat memilih, resep obat mana yang sesuai dengan kantongnya,” ujar Richard usai seminar sehari bertajuk “Mencari Solusi Alternatif Dalam Mewujudkan Masyarakat Sehat Dengan Obat Murah dan Terjangkau” di Jakarta, Rabu (25/7). Dengan terbitnya PP tersebut, diharapkan praktik kolusi resep obat antara dokter dan perusahaan farmasi dapat ditekan. Richard mengaku PP ini sedang dibahas persiapannya. Ia sendiri belum berani memprediksi kapan PP ini akan diterbitkan. “Kita juga telah menghubungi IDI (ikatan Dokter Indonesia) guna pembahasan.” Ketua Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) Haryanto Dhanutirto sependapat dengan wacana ini. “Dengan demikian, pasien bisa memilih,” tandasnya. Bahkan, lanjut Haryanto, kalau perlu, dibuat peraturan dimana dokter tidak boleh menuliskan merek obat, kecuali obat paten, tetapi cukup menuliskan bahan generiknya saja. Menurutnya, akibat kolusi obat antara dokter dan perusahaan farmasi di Tanah air sudah dinilai keterlaluan. Pada tahun lalu, perusahaan farmasi mengeluarkan biaya sekitar Rp1 triliun guna membiayai seminar dokter. Selain itu, tahun lalu perusahaan farmasi juga mengeluarkan biaya rekreasi dokter hingga Rp3 triliun. “Kalau begini, bagaimana dokter mau mandiri dalam penulisan resep. Inilah yang menyebabkan biaya kesehatan (obat) tinggi di Indonesia. Haryanto berpendapat untuk mengurangi kolusi dokter, yang paling ideal adalah dengan penerapan asuransi kesehatan nasional, yang semua tindakan kesehatan dan pemberian obat terhadap penyakit telah terstandarisasi. “Penulisan resep dikirim dokter ke asuransi dengan komputer, jadinya tidak ada lagi tulisan resep dokter berupa kode yang mirip cakar ayam yang hanya bisa dibaca apotek tertentu,” tandasnya. Anggota Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Indah Suksmaningsih pada prinsipnya berpendapat, PP tersebut merupakan langkah maju. Namun, tambahnya, idealnya adalah pemerintah harus dapat mendidik pasien bahwa dia bisa memilih. Ia juga menganjurkan agar PP tersebut suatu waktu dapat dicabut, pasalnya, ke depan terdapat kemungkinan perusahaan farmasi berkolusi juga dengan apoteker. “Tetapi intinya PP ini telah menjadikan apoteker dan dokter dalam posisi sejajar. Hal ini sebetulnya telah diterapkan di negar alain seperti Malaysia,” ucapnya. Dirut PT Indo Farma Syamsul Arifin berpendapat salah satu yang menyebabkan ongkos sehat di Indonesia mahal, selain dokter yang suka menuliskan resep obat mahal, adalah image di masyarakat bahwa obat generik yang kualitasnya sama dengan obat bermerek, dianggap murahan sehingga masyarakat enggan memakai. “Secara marketing, seharusnya image ini perlu direposisi, yakni dengan menguji ulang kualitas obat generik dengan obat paten, kemudian di-launching kembali.” Ia mengatakan posisi obat generik hanya bisa diserap oleh masyarakat sebanyak 10% saja. (Tlc/Ol-03)


Copyright © 2007 Media Indonesia Online. All rights reserved. Rabu, 25 Juli 2007 15:15 WIB

dr. Kokoh Iwan Prasetya
HIV/AIDS Project - Health Specialist
Project Concern International (PCI) Indonesia
Nabire - Papua

Senin, 24 September 2007

Partikel Nano Ancam Kesehatan

Partikel nano, yaitu partikel berukuran kurang dari 0,1 mikronmeter, bisa mengganggu kesehatan. Manifestasinya mulai dari infeksi paru-paru sampai kanker. Toksisitas partikel tergantung dari jumlah dan ukuran senyawa kimia, logam berat, atau kuman yang ada bersama partikel itu. Hal itu diungkapkan Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyrakat Universitas Indonesia Budi Haryanto.Menurut Budi, partikel berukuran 10 mikronmeter atau dikenal dengan istilah PM 10 hanya mencapai saluran pernapasan bagian atas. Partikel ini menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian atas, seperti batuk, pilek. Adapun partikel berukuran 2,5 mikronmeter (PM 2,5) sanggup mencapai paru-paru dan menyebabkan bronkitis, infeksi paru (pneumonia), penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan kanker paru.Yang paling berbahaya adalah partikel berukuran 0,1 mikronmeter ke bawah. Partikel ini mampu menembus dinding sel paru, kemudian ikut peredaran darah menuju organ target seperti otak, sistem saraf pusat, dan sebagainya. Partikel ini bisa ditumpangi senyawa kimia, seperti benzena atau logam berat, misalnya timbal serta kuman penyakit. Jika kuman penyakit langsung menyebabkan gangguan kesehatan, senyawa kimia dan logam berat bersifat akumulatif. Jika sudah mencapai jumlah tertentu, baru menimbulkan gangguan, seperti penurunan daya pikir maupun kanker," papar Budi.Penelitian awal yang dilakukan Budi tahun 2005 menunjukkan, jumlah partikel nano dalam rumah tangga, tempat kerja, ruang kelas, kendaraan umum dan pribadi, dan jalanan di Jakarta cukup tinggi. Penelitian menggunakan alat yang dibawa subyek sepanjang hari untuk mengukur jumlah partikel nano yang dihirup subyek (anak dan orang dewasa).Di rumah, zat berbahaya berasal dari sisa pembakaran, misalnya minyak tanah, kayu, batu bara, serta zat kimia, seperti insektisida. Di kantor, zat berbahaya antara lain partikel karbon dari tinta mesin fotokopi dan printer, zat kimia pembersih karpet, insektisida, asap rokok, serta bahan biologi, misalnya kuman, jamur yang terbawa pekerja dari luar. Sementara di luar ruangan, polusi berasal dari asap kendaraan dan pabrik, kebakaran hutan, dan aktivitas gunung berapi.Bensin tanpa timbal, kata Budi, menggunakan senyawa aromatik. Hal ini mensyaratkan penggunaan catalytic converter di knalpot untuk menghambat 95% emisi gas buang. Namun, di Indonesia hal itu tak disosialisasikan. Padahal, partikel hasil pembakaran berupa benzena bisa menyebabkan kanker darah dan gangguan lain.
Dikutip dari : PESTA Pendidikan Elektronik Studi Teologia Kaum Awam ALUMNI

DOKTER GIGI PALSU DIBEKUK

Seorang pria ditahan aparat berwenang Malaysia karena bekerja sebagai dokter gigi selama 29 tahun tanpa ijazah dan tanpa mendapat pendidikan sebagai dokter. Dia merawat para pasien di rumahnya di Kuala Lumpur, dengan menggunakan kursi dokter gigi bekas dari tahun 1940an, tulis koran New Straits Times. Polisi dan para petugas dinas kesehatan menggerebek apartemen pria itu, setelah memperoleh informasi dari warga, dan mereka menemukan obat penangkal rasa sakit dan suntikan. Pria itu mengatakan dia pernah membantu seorang dokter gigi angkatan bersenjata pada tahun 1960an dan 1970an dengan cara membawakan tasnya dan diajari cara mencabut gigi. "Saya melihat dokter mendiagnosa dan mengobati gigi pasien," kata pria itu saat ditangkap seperti dikutip New Straits Times. "Saya juga melihat bagaimana dokter mencabut gigi, membuat gigi palsu dan mengukur rahang untuk membuat gigi palsu." Dia mengatakan dia berusaha mencari kerja sebagai asisten dokter gigi namun sewaktu ditolak dengan alasan dia sudah terlalu tua untuk membuka praktek, dia mengaku sebagai pensiunan dokter gigi militer. Pria itu ditahan karena berpura-pura sebagai dokter gigi dan bisa didenda sampai $86.000 atau enam tahun penjara, atau kedua-duanya jika dinyatakan bersalah. Sumber: http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/,
15 Agustus, 2007 - Published 16:38 GMT

dr. Kokoh Iwan Prasetya
HIV/AIDS Project - Health Specialist
Project Concern International (PCI) Indonesia
Nabire - Papua

Minggu, 23 September 2007

Seminar Di Jogja

Berikut kami forward undangan dari Yabina yang kami terima melalui milis :

Saudara/i ykk,
Bagi mereka yang berdomisili di Yogyakarta, ada dua acara yang diselenggarakan dalam rangka Ultah Gereja Kristen Jawa - Gondokusuman sebagai berikut:
Rabu, 26 September 2007, jam 17.00 s/d 21.000, Seminar ‘Injil Gnostik & Kontroversi Makam Yesus’ diadakan di Auditorium UK Duta Wacana, jl. Dr. Wahidin;
Kamis, 27 September 2007, jam 08.00 s/d 12.00, Seminar ‘Saksi-Saksi Yehuwa & Kristen Tauhid’ diadakan di GKJ-Gondokusuman, jl. Dr. Wahidin.
Seminar yang dipersentasikan sepenuhnya dengan powerpoint terbuka untuk umum karena mengundang gereja-gereja lain.
Telah terbit ‘Seri Buku Saku Yabina nomor 07’ berjudul ‘Kristen Tauhid.’ Kristen Tauhid adalah aliran Unitarian (semacam Saksi-Saksi Yehuwa) yang anti trinitarian yang belakangan ini gencar menulis buku dan mengajak debat para pendeta gereja Kristen. Yang membutuhkan dapat menulis kepada saya melalui japri.


Salam kasih dari Herlianto
herlianto@yabina. org.

Sabtu, 22 September 2007

Pokok Doa CME Weekend 2007

Salam Kasih,
Rekan-rekan pelayanan dalam Kristus, CME Weekend, suatu pelayanan yang dipercayakan kepada PMdN akan bergulir 2 bulan lagi, biarlah kita bersatu hati untuk mendukung dalam doa pelayanan ini.
  1. Doakan untuk setiap pembicara yang sudah confirm agar diberikan kesehatan, waktu yang terbaik untuk mempersiapkan materi.
  2. Sejawat dokter-dokter gigi yang berkerinduan untuk mengikuti acara ini, agar mendapat kesempatan yang baik untuk bisa ikut serta mendapatkan berkat dalam acara ini.
  3. Persiapan panitia lokal di RS Imanuel Lampung, agar diberikan kekuatan dalam setiap pertemuan, rapat panitia dan persiapan lainnya.
  4. Doakan untuk penggalangan dana melalui donatur dan sponsorship lainnya, agar bisa memenuhi kebutuhan acara.

Dukungan doa rekan-rekan pelayanan akan menjadi suatu dukungan yang nyata untuk pelaksanaan acara ini.

Sampai jumpa di Lampung,

Tuhan Memberkati

Wajah Dunia Kedokteran di Indonesia

Bergesernya nilai dalam pelaksanaan praktek kedokteran, saat ini membuat wajah pelayanan kedokteran serta kesehatan secara umumnya di Indonesia mengalami sorotan. Apabila dulu, hubungan dokter pasien bersifat patrilinear atau segalanya bergantung pada dokter, maka saat ini harus melibatkan juga kehendak bebas pasien. Hal ini masih belum berjalan mulus dalam pelaksanaannya sehingga begitu banyak benturan yang terjadi.
Di satu sisi “concern” terhadap keamanan pasien (pasien safety) semakin meningkat, sehingga angka kejadian tak diharapkan pun yang mencuat saat ini juga semakin menjadi perhatian khusus. Namun sayangnya persepsi yang keliru dari berbagai pihak, sehingga kejadian-kejadian tersebut menjadi suatu isu “malpraktik’ yang mencuat dan menjadi sorotan serta konsumsi di media massa.
Kritikan terhadap kolusi dokter dengan perusahaan-perusahaan pendukung kesehatan lainnya juga saat ini mengemuka, oleh karena tingginya biasa kesehatan terutama di daerah-daerah. Dan dampaknya adalah terhambatnya pelayanan kesehatan oleh karena kekurangan dana.
Bagaimana kompentensi dokter-dokter Indonesia menghadapai persaingan global di mana saat pasar bebas dibuka, dokter-dokter luar negeri dapat dengan mudah masuk dan berpraktek di Indonesia.?
Ada begitu banyak hal yang perlu kita ketahui dalam mengenai kondisi terkini praktek kedokteran dan kedokteran gigi di Indonesia.
Dan ini akan dibahas tuntas dalam satu session plenary di Continuing Medical Education Weekend PMdN di RS Imanuel Lampung tanggal 1-4 November 2007.

Adapun topik ini akan dibawakan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, : Prof dr. Karmel L, Tambunan, SpPD, KHOM,SACTH. (Biodata dapat anda lihat pada posting lain di blog ini)
Daftarkan diri anda untuk mengikuti kesempatan istimewa ini.

Salam Kasih
Pengurus PMdN

Doakan Retreat Kamp Medis di Bandung Hari ini

Salam Kasih,
Retreat dalam rangka persiapan Kamp Medis Nasional tahun 2008 di Bandung akan diselenggarakan hari ini, yang akan dihadiri oleh sebagian pengurus PMdN dan juga Panitia Lokal Bandung.
Doakan biarlah retreat ini bisa berjalan dengan baik. Doakan juga perjalanan rekan-rekan pengurus PMdN dari Jakarta ke Bandung agar dapat tiba dengan selamat di Bandung.
Biarkan dari retreat ini dapat muncul suatu semangat yang baru untuk dapat mempersiapkan Kamp Medis 2008 nanti.

Selamat mengadakan retreat...!!!!
God bless

Biodata Prof. DR.dr.Karmel Lidow Tambunan,SpPD,KHOM,SACTH

Tempat/tgl lahir : Lumbanrau, 30 Oktober 1942

Alamat : Jl.Danau Agung 15 No.10. Jakarta Utara Telp : 021-682.589
Pendidikan :
  1. Kedokteran Umum Universitas Indonesia (1969)
  2. Spesialisasi Ilmu Penyakit Dalam Universitas Indonesia (1975)
  3. Doktor di FKUI (1993)
  4. Guru Besar (Professor) di FKUI (1998)
  5. Dosen Agama di FKUI

Pekerjaan : Staf Pengajar di Subbagian Hematologi-Onkologi Medik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, FKUI-RSUPNCM

Pelayanan : PTKKI
Gereja : HKBP Sunter Agung

Jumat, 21 September 2007

MENKES HARUS TINDAK DOKTER YANG CARI UNTUNG

JAKARTA--MIOL: Menteri Kesehatan harus menindak tegas dokter-dokter yang menuliskan resep obat-obat mahal untuk mencari keuntungan pribadi dari janji para produsen obat. Sanksi berupa teguran tidak cukup sebab akibat ulah oknum dokter ini, pembengkakan tagihan Askeskin semakin tidak terkendali. “Dari penelusuran saya, di Bau Bau banyak dokter spesialis yang nakal. Jadi dia tulis obat, katakanlah namanya obat G, harganya Rp2,3 juta. Akibatnya tagihan yang bulan-bulan sebelumnya cuma Rp200 juta sampai Rp300 juta. Mulai bulan Desember naik Rp900 juta dan akhirnya Rp1,7 miliar,” kata Ketua yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia Marius Widjajarta di Jakarta, Rabu (8/8). Penggelembungan harga obat ini akibat iming-iming keuntungan Rp200 ribu yang akan diterima dokter tersebut dari produsen. Bahkan jika berhasil mencapai target penjualan tertentu, dokter dan keluarganya ditawari paket-paket liburan ke luar negeri. “Tanpa bermaksud merendahkan profesi dokter. Dokter seharusnya menuliskan resep yang sesuai dengan keilmuannya tanpa bermaksud cari untung. Tapi memang ada dokter yang seperti itu selain yang memang benar-benar lurus,” lanjut Marius. Tindakan para dokter ini, katanya, adalah bagian dari kecenderungan yang ada sekarang bahwa obat-obat branded (bermerek) lebih diprioritaskan dibanding generik. ”Tidak perlu saya sebut nama, tapi ada pejabat di Depkes yang menyetujui untuk memprioritaskan obat-obatan branded. Jadi semua berdasarkan permintaan obat dari RS. Akibatnya bisa ditebak, ada RS yang harus menanggung sekitar Rp3 miliar per bulan karena selisih harga. Kalau ini di daerah bisa bikin bangkrut.” Selain oknum-oknum dokter yang mencari keuntungan pribadi, Marius memandang perlu ada pidana bagi para aparat Pemda yang memalsukan status ekonomi seseorang dan mempermudah pembuatan Surat Keterangan Tidak mampu (SKTM) oleh orang-orang berada sehingga bisa mendapat pelayanan gratis. “Harusnya ada kerjasama dengan Mendagri untuk menindak orang-orang (yang memalsu SKTM) ini karena dari ulah mereka yang seharusnya lebih layak dapat perawatan jadi dianggap tidak layak. Umumkan masalah pidana ini ke media massa supaya mereka mikir-mikir kalau mau melakukan,” ujarnya. Dari penelusuran yang dilakukannya di Medan, Marius menemukan bahwa orang-orang mampu bisa membuat SKTM dengan sogokan uang yang biasa mereka sebut ‘uang minyak.’ Dengan memberikan uang Rp20 ribu ke kelurahan dan Rp50 ribu ke kecamatan, atau mengaku sebagai kerabat kepala desa, SKTM bisa didapat dengan mudah. Masalah Askeskin juga diperparah dengan buruknya kualitas SDM PT Askes di daerah dan lambannya RS untuk menyerahkan tagihan. Di sisi lain, menanggapi saling tuding antara pihak Depkes dan PT Askes atas masalah pembengkakan tagihan, menurut Marius, sebenarnya bisa diatasi dengan duduk bersama dan membicarakan solusi yang seharusnya ditempuh dan bukannya perang pendapat. “Menkes, PT Askes seharusnya duduk bersama. Selama ini kan dari Menkes bilang sistem PT Askes tidak beres, sementara PT Askes bilang tidak mungkin begitu karena mereka diaudit. Kalau perlu saya mau jadi mediator,” tegas Marius sambil menyatakan keprihatinan terhadap pelaksanaan Askeskin yang semakin karut marut. Ia menyebut tahun ini adalah titik pelaksanaan Askeskin yang paling buruk dan menyedihkan, padahal dua tahun sebelumnya sangat baik dan bahkan sudah mampu menjangkau 70% masyarakat miskin. (DI/Ol-03)
Sumber: http://www.mediaind onesia.com/, Humaniora,
Copyright © 2007 Media Indonesia Online. All rights reserved. Rabu, 08 Agustus 2007 17:17 WIB
dr. Kokoh Iwan Prasetya
HIV/AIDS Project - Health Specialist
Project Concern International (PCI) Indonesia
Nabire - Papua

Dibutuhkan Spesialis Anestesi Di Rs Batu Malang

Sejawat Yang dikasihi Kristus,
RS Baptis Batu sedang m'cari 1 org dr.Sp.An Kristen untuk menggantikan dr.Sp.An lama yg akan habis masa kontraknya Okt.2007..
Lamaran dikirim ke RS BAPTIS BATU, Jl.Raya Tlekung No.1, Junrejo, Kota Batu,Tromol Pos 100.Telp.0341- 594161,598193.Fax.0341-598911.
Ketentuan/syarat2 pelamar bs dtanyakan lgsg kealamat/no.telp diatas.

Salam Kasih,
Dikutip dari milis KMdN XVI

U.K. Hospitals Issue Doctors' Dress Code

by RAPHAEL G. SATTER, Associated Press Writer
LONDON - British hospitals are banning neckties, long sleeves and jewelry for doctors - and their traditional white coats - in an effort to stop the spread of deadly hospital-borne infections, according to new rules published Monday.
Hospital dress codes typically urge doctors to look professional, which, for male practitioners, has usually meant wearing a tie. But as concern over hospital-borne infections has intensified, doctors are taking a closer look at their clothing.
"Ties are rarely laundered but worn daily," the Department of Health said in a statement. "They perform no beneficial function in patient care and have been shown to be colonized by pathogens."
The new regulations taking effect next year mean an end to doctors’ traditional long-sleeved white coats, Health Secretary Alan Johnson said. Fake nails, jewelry and watches, which the department warned could harbor germs, are also out.
Johnson said the "bare below the elbows" ! dress code would help prevent the spread of Methicillin- resistant Staphylococcus aureus, or MRSA, the deadly bacteria resistant to nearly every available antibiotic.
Popularly known as a "superbug," MRSA accounts for more than 40 percent of in-hospital blood infections in Britain . Because the bacteria is so hard to kill, health care workers have instead focused on containing its spread through improvements to hospital hygiene.
A 2004 study of doctors’ neckties at a New York hospital found nearly half of them carried at least one species of infectious microbe. In 2006, the British Medical Association urged doctors t! o go without the accessories, calling them "functionless clothing items."
Infection control societies in the U.S. don’t recommend similar dress restrictions because there is no strong evidence that health care workers who don’t wear ties or jewelry reduce the risk of infection, said Dr. James Steinberg, an Emory University infectious disease specialist.
Steinberg said that doctors and nurses who don’t adequately wash their hands pose a far bigger risk to patients and that hand-washing should be the focus of infection control efforts in hospitals.
The federal Centers for Disease Control and Prevention does have guidelines advising doctors and nurses against wearing artificial nails in operating rooms and around high-risk patients. It says there is evidence that health care workers who wear fake nails have more germs on their fingertips both before and after hand-washing than those with natural nails.



dr. Kokoh Iwan Prasetya

HIV/AIDS Project - Health Specialist

Project Concern International (PCI) Indonesia

Nabire - Papua

Kamis, 20 September 2007

THE GLOBAL PANDEMIC of DENTAL CARIES

Robert Yee, Director or oral health (http://www.dentaid.org/) and convener of CHGN's oral health topic pages writes: THE PROBLEM: Untreated dental caries (tooth decay) remains a major problem globally. While dental caries has declined in many countries, the problem still persists among the poor and disadvantaged groups in developed and developing countries. For example, by the age of 3 years, 60% of children from deprived communities in Scotland suffer from dental caries. Dental caries has a significant and often underestimated impact on the health and well-being of individuals and communities. The effects of untreated dental caries are not only pain and suffering, but range from having a negative impact on child growth and development, their quality of life, missed education opportunities, personal finances, public health budgets to loss of work time for parents.
AN EFFECTIVE SOLUTION :
The use of fluoride is an essential and basic public health strategy in the prevention and control of dental caries. Experts say that the decline of dental caries in most high-income countries over the last three decades has been brought about by the widespread use of fluoride toothpaste. This is supported by a large number of sound clinical studies which show that fluoride is effective and safe. However, this simple preventive product is not available across the whole world. What is your experience? Can you estimate what proportion of children suffer from tooth decay in your community? Is fluoride toothpaste available? Do community people know it is good for their teeth? Could local churches take a role in promoting oral health? Please share your experience and ideas either by replying to this email or by contributing to our oral health discussion forum on www.chgn.org

Rabu, 19 September 2007

Mensyukuri Paksaan Ayah


Artikel Prof. Dr. Karmel Lidow Tambunan SpPD, KHOM

(Pembicara di CME Weekend PMdN, 1-4 Nomber 2007, beliau akan membawakan topik : " Recent condition medical practice in Indonesia"


Dikutip dari : PROMINENSIA - Edisi Desember 2006 (Vol.6 No.5)

Berawal dari sekadar memenuhi harapan orangtua, tapi akhirnya ia menemukan hidup yang ’lebih berarti’ dengan menjadi dokter.

Pria yang satu ini memang sudah tak asing lagi di kalangan spesialis Hematologi dan Onkologi Medik. Tutur katanya yang ramah, lengkap dengan logat Sumatera bagian Utara yang kental, menjadi ciri khas pria yang turut mengembangkan spesialis tersdebut.. Dialah Prof. Dr. Karmel Lidow Tambunan SpPD, K-HOM, staf departemen Hematologi dan Onkologi Medik, FKUI/RSCM.

Prof. Karmel, begitu biasa disapa koleganya, mengaku bahwa keputusannya untuk menggeluti profesi berjas putih ini, lebih banyak dipengaruhi kedua orangtua. Sang ayah, Alexander Tambunan, merupakan sosok bapak bijaksana dan sangat dihormati. “Meski hanya seorang pedagang kecil, ayah memiliki pandangan hidup dan wawasan yang maju. Ia mendidik anak-anaknya bekerja keras dan disiplin terhadap waktu. Ayah selalu memberi nasehat dan falsafah hidup serta membuka wawasan semua anak-anaknya. Makanya, kami lima bersaudara sukses menggondol gelar sarjana,” tutur Karmel.

Menjadi dokter, bahkan telah menggapai guru besar di FKUI, bagi pria kelahiran Tapanuli, Sumatera Utara, 30 Oktober 1942 ini merupakan sebuah anugerah besar. Pasalnya, sejak masih duduk di bangku sekolah menengah, tak pernah terlintas dibenaknya untuk menjadi seorang praktisi medis. Saat itu, Karmel muda lebih bercita-cita ingin menjadi insinyur pertanian. Tak ayal, sewaktu lulus SMA pilihannya jatuh pada Institut Pertanian Bogor (IPB).

Namun, Sang Ayah yang mengetahui hasrat anaknya itu, mencoba memberikan masukan. Alexander mengatakan, Karmel sebaiknya kuliah di fakultas kedokteran saja. “Profesi dokter itu sangat mulia, karena dapat membantu orang yang sedang dalam musibah,” ujar Karmel menirukan tutur Sang Ayah.

Akhirnya, Karmel pun mengurungkan niatnya untuk kuliah di IPB dan ikut mendaftar pada ujian seleksi masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. "Keinginan orangtua berbeda dengan saya, demi memenuhi harapan orangtua, saya masuk FKUI Salemba,” ujar Karmel.

Semasa menginjakkan kaki di kampus ex Stovia ini, suami Rosmia Siahaan SH ini memperoleh banyak kemudahan. Dia sangat bersyukur sekali, saat itu pemerintah sangat memperhatikan pendidikan di FKUI. Bersama sekitar 150 rekan se-almamater, Karmel memperoleh subsidi berupa bebas biaya pendidikan plus uang saku. Mereka adalah angkatan terakhir yang mencicipi subsidi itu. “Tapi, uang itu habis juga untuk beli buku karena mahal dan langka. Untunglah, kita dapat semacam voucher untuk beli buku di toko Gunung Agung,” terangnya mengenang.

Turut Merintis PTHI
Adalah Prof.Dr.Arry Harryanto Reksodiputro SpPD, K-HOM yang memintanya untuk memperkuat tim hematologi yang masih belia. Bersama sejawat, Dr. Suparman dan Dr. Yoseph Herman, akhirnya dia terjun ke bidang ilmu kedokteran yang bertitikberat pada penyakit yang terkait dengan gangguan darah, baik menurut komponennya maupun kelainan molekul, semisal anemia (defisiensi ferrum), leukemia, limfoma, thalasemia. Dalam perjalanannya, saking luas cakupan hematologi serta sangat berkaitan dengan sejumlah penyakit kanker, maka dilakukan fusi antara hematologi dengan onkologi.

Pada tahun 1976, bungsu lima bersaudara ini memperoleh kesempatan mendalami bidang ilmu trombosis-hematosis di Perancis. Sekembalinya dari kota pusat mode dunia itu, Karmel membawa oleh-oleh yang sangat berarti bagi pengembangan disiplin ilmu yang digelutinya. Karmel membawa mata ajar hemastosis dan alat baru berupa agregometer yang saat ini sudah dimuseumkan.

Sejak itu, Karmel terus dengan getol memberi pemahaman kepada rekan sejawat dan calon dokter, ilmu trombosis-hematosis memang layak dikaji secara kompherensif. Pasalnya, ilmu ini sangat terkait atau substansinya mendasari stroke dan penyakit jantung. Upaya ini semakin diperkokohnya dengan turut merintis pendirian Perhimpunan Trombosis Hemastosis Indonesia (PTHI) pada tahun 2000. Sebelumnya, Karmel bersama Dr. Aru W. Sudoyo dan Dr. Lugi sempat melihat proyek percontohan dari perhimpunan semacam ini di Leiden, Belanda.

Sepanjang karirnya, pria yang juga dipercaya sebagai Konsular pada Asian Pacific Association Thrombosis Hemastosis ini sangat menikmati pekerjaannya all in : mengajar, meneliti dan melakukan public service. Ia selalu meng-update keilmuannya, baik dengan mengikuti simposium di dalam dan luar negeri ataupun dengan membaca dari jurnal-jurnal international, baik cetak maupun online. Demi ilmu, dia tak ragu-ragu harus merogoh koceknya sekitar $ 500 agar bisa berlangganan sejumlah jurnal.

Tanpa Pamrih
Meski gelar guru besar di fakultas kedokteran telah disandangnya, namun Karmel tampak low profile. Sukses kariernya digapai dengan mulus. Kepada Farmacia, Karmel membeberkan kunci suksesnya. “Semua yang saya raih tak lepas dari bimbingan orangtua yang hingga kini nasehatnya masih saya pegang. Orangtua saya selalu mengingatkan agar tidak mencari harta terlebih dahulu, tapi ilmu. Ilmu sifatnya abadi hingga kematian menjemput, sementara harta bernilai sementara atau fana” ujar Karmel.

Di samping itu juga ia mengamalkan nilai filosofi yang dianutnya. Yakni, jadilah garam, terang, dan berkat bagi dunia dan sesama manusia. Garam artinya kehadirannya membuat orang lain merasa enak dan nyaman. Terang, mengispirasi orang untuk jujur dan berkat artinya dapat memberi manfaat atau menolong orang.

Itulah yang terjadi ketika menolong penumpang satu pesawat dengannya dalam perjalanan Istambul - Dubai. Dalam penerbangan yang memakan waktu 3,5 jam, satu penumpang mengalami gangguan serius dengan jantungnya.

Awak pesawat meminta bantuan dengan mengumumkan bila terdapat keberadaan dokter di antara para penumpang. Karmel berfikir, nantilah, mungkin memang ada dokter lain dalam pesawat ini. Himbauan berulang, barulah Karmel mendatangi penumpang yang sudah terjatuh pingsan. Ia segera melakukan pemeriksaan dengan memperhatikan nafas, denyut nadi lemah (43), mengukur tensi (85/40), dan meminta obat-obatan serta memberikan oksigen yang tersedia di pesawat. Tindakan resusitasi berupa perangsangan tanda-tanda kehidupan dilakukan. Setelah satu jam, pasien tersebut siuman dan menunjukan perbaikan kondisi, denyut dan tensi berangsur normal 100/40 merambat naik menjadi 120/50.

Dengan perbaikan kondisi itu, Otoritas medis di Dubai mengijinkan Si Penumpang melanjutkan perjalanan ke Singapura. Kapten pilot merasa perlu mendengar penjelasan dan pertimbangan prof. Karmel. Berbekal konsultasi dengan prof. Dasnan Ismail, koleganya di Departemen kardiologi, Karmel menerangkan kondisi kepada pilot. “No, according to Prof Tambunan, he said its high risk to bring that passenger. So leave him,” kutip pilot tersebut.

Salah seorang awak dari maskapai penerbangan tersebut mencoba memberi penghargaan berupa pemberian tiket terbang cuma - cuma (voucher) Dubai - Singapura yang kemudian ditolak halus oleh Prof. Karmel. Tak hanya itu, beragam souvenir dan parfum yang juga diberikan oleh maskapai penerbangan itu pun ditepisnya. Menurut Karmel tindakannya sudah merupakan satu kewajiban yang tidak perlu dibalas dengan pemberian apapun, karena dia ikhlas melakukannya. Namun pemberian terakhir berupa secarik kertas sertifikat ungkapan terima kasih tidak mungkin ditampiknya. “Rasanya tak enak kalau kali ini menolak lagi,” ungkap ayah tiga anak ini.

Hingga kini, kakek satu cucu ini masih terus aktif mengembangkan profesinya.Berbagai artikelnya telah banyak menghiasi jurnal ilmiah baik nasional maupun international. Ia pun sudah mengantungi gelar dari Board of International Trombosis Hematosis yang mengharuskannya menempuh ujian selama 4 jam. Namun masih tersisa obessinya yaitu keinginan melihat Indonesia maju dan makmur. (Ani)

Selasa, 18 September 2007

Kiat Praktis Menulis CV

Kiat Praktis Menulis CV Sumber: Astaga.com

Melamar kerja identik dengan penulisan Curriculum Vitae (CV) yang efektif. Dan mungkin anda sudah terlalu sering membaca strategi penulisan CV (curriculum vitae) yang baik. Tetapi tahukah anda bahwa dalam membuat CV sebisa mungkin hindari membuat CV yang fungsional? CV fungsional adalah CV yang biasanya mencantumkan daftar kemampuan dan keahlian plus sejarah karir yang panjang.
Padahal CV semacam itu sangat klasik dan membosankan dibaca. Dalam membuat CV, usahakan membuat CV kombinasi yang memadukan kemampuan, prestasi, dan pengalaman kerja yang saling berhubungan. Berikut ini adalah kiat praktis membuat CV yang efektif:
Mulailah dengan tujuan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya jika posisi yang anda lamar adalah bagian marketing maka anda harus menonjolkan kemampuan komunikasi, bahasa asing, dan pengetahuan tentang pasar. Jika posisi yang dibutuhkan sekretaris maka anda harus menonjolkan kemampuan anda dalam surat-menyurat, kearsipan, administrasi, dan dokumentasi.
Kemudian lanjutkan dengan bagian profil yang menjelaskan kemampuan atau keahlian anda. Bisa juga anda jelaskan hobi yang menunjang keahlian dan kemampuan anda. Lalu tekankan jenjang pendidikan anda. Tidak perlu anda jelaskan sejak Sekolah Dasar cukup sejak sekolah menengah sampai perguruan tinggi.
Berikutnya cantumkan prestasi pilihan, anda bisa memasukkan 2 sampai 4 point prestasi terbaik yang pernah anda dapatkan sehubungan dengan pekerjaan yang anda tuju. Baik prestasi akademis maupun prestasi kerja.
Hal yang lebih penting, jangan lupa cantumkan pengalaman kerja anda, sejak awal hingga terakhir. Tekankan pengalaman yang berhubungan dengan pekerjaan yang anda lamar. Lengkap dengan masa kerja dan sedikit penjelasan tentang pengalaman kerja tersebut. Ingat, perusahaan seringkali mempertimbangkan pengalaman kerja seseorang untuk memutuskan diterima atau tidaknya calon karyawan.
Nah jika CV anda telah selesai, segera buat surat lamaran kepada perusahaan yang dituju. Tunjukkan antusiasme anda dalam melamar pekerjaan yang ditawarkan. Gunakan bahasa yang netral tetapi menjual. Dan usahakan untuk menulis CV dan surat lamaran dalam Bahasa Inggris. Karena belakangan ini perusahaan lebih mengutamakan karyawan yang bisa Bahasa Inggris. Gunakan komputer dalam mengetik CV dan surat lamaran. Selain agar lebih rapih dan mudah dibaca, juga terkesan lebih profesional.

dr. Kokoh Iwan Prasetya
HIV/AIDS Project - Health Specialist
Project Concern International (PCI) Indonesia
Nabire - Papua

Senin, 17 September 2007

Vacancy Program Manager - Aceh Partnerships in Health (APiH)

Program Manager

Aceh Partnerships in Health (APiH) was established in December 2005 and commenced operation in Aceh in February 2006. The Association of World Vision Australia, the Australian International Health Institute and the Burnet Institute are jointly implementing this three-year program The Association is seeking applications for the position of Program Manager. Employed by the Burnet Institute and based in Aceh, this senior position will oversee all APiH activities and will involve extensive liaison with APiH¢s partners, government counterparts and relevant international organizations. The Program Manager will also be expected to take a lead role with partners to implement Organizational Development strategies of APiH. The successful applicant will have relevant post-graduate qualifications and senior management experience. Ideally they will have managed donor grant support programs and have a good understanding of the challenges and opportunities of working in Indonesia. Experience in health programs will be well regarded.Further information about this position can be obtained from the Burnet Institute website ( http://www.burnet.edu/. au ) and directly through the APiH Program Director, Dr Mick Creati, via: creati@burnet.edu.au
Applications addressing the selection criteria with a CV including 2 referees should be sent to: Dr Mick Creati, APiH Program Director, Burnet Institute.
Applications close: Friday 28 September 2007


Minggu, 16 September 2007

Dragons (6) -- Magic

When Simon saw that the Spirit was given through the laying on of the apostles' hands, he offered them money, saying, 'Give me also this power...'

Magic can be described as the misuse of power (and, indeed, not only of super-natural power). It is the sort of dragon that Christians think they can spot easily if he appears along the Way. We tend to think of Simon, the former magician and now believer, who tried to buy the Holy Spirit's power with money. He was rebuked by Peter (Acts 8:18-24) and found a permanent dishonourable place in the word 'simonry' in our English dictionary. Or we think of Elymas, the practising magician in Cyprus, who tried to divert the Roman proconsul from the Christian faith, and who was soundly ticked off by Paul as well as being blinded (Acts 13:6-12). We explain the desire of the disciples to call down fire from heaven on those who would not receive Jesus in Samaria (Lk 9:54) as a naive attitude that we should not even think of. We quickly dismiss the trivial pointless miracles attributed to the Boy Jesus in the apocryphal gospels as fanciful tales, which no doubt they are. Yes, we can spot the silly old dragon, magic. Or so we think.
But perhaps it is not so simple. This is the sphere of the prince of darkness, who can appear as an angel of light (2 Cor 11:14). Are we up to his tricks? While we may shy away from the superstitions and the weird things that so many people get themselves sadly tangled up in, do we hanker after spiritual thrills for their own sake? Do we ever feel that we should like to see a spectacular miracle, a real piece of magic? Divine magic, of course. Oh, yes. But it would be nice to be personally involved in it -- and so to have something special to talk about, our own personal spiritual thrill. The dragon Magic beckons. His shiny scales have lovely colours. He has a crocodile's grin ('welcoming little fishes in', to quote Lewis Carroll in Alice in Wonderland), but his eyes are hypnotic. Magic is fascinating, and this is no time to be self-confident about such matters.
God still does miracles today. We need not doubt that. But it is as he wills, but as we will. Even in the ministry of our Lord Jesus, the important thing about the miraculous events was that they were his 'signs' (Jn 2:11). He was no magician, even when he could have helped himself in a desperate situation (Matt 26:53-54). We must not underestimate the dragon magic.
Grant us, Almighty Lord, a quiet confidence in your over-ruling power in our lives and grace to trust your wisdom and love in all things. For yours is the kingdom, yours is the power and yours is the glory.
Further reading: Acts 8:9-24.
RRW

Source : Doctor Life Support (www.cmf.net.uk)

Rapat CME Weekend hari ini......

Hari ini (16/09/2007) akan dilaksanakan rapat untuk membahas persiapan CME Weekend PMdN, bertempat di Sekretariat Perkantas Pintu Air pukul 13.00 WIB
Brosur yang kedua telah diedarkan dan tinggal menunggu respon dari rekan-rekan seluruh Indonesia.
Doakan agar rapat persiapan ini bisa berjalan dengan baik dan segala persiapan bisa berjalan dengan baik.

in His Service,
Info Kom

Soda consumption linked with metabolic syndrome

July 24, 2007
By Leanne Sullivan

Drinking at least one soda per day is associated with a significantly higher risk of developing metabolic syndrome, compared with drinking less than one soft drink a day, according to an observational study of participants in the Framingham Heart Study.

After adjusting the data for other risk factors, the prevalence of metabolic syndrome in those who drank one or more 12-ounce soft drinks per day – regular or diet – was 48% higher than in those who drank fewer than one of these beverages daily, investigators reported in the July 31 issue of Circulation.

The prevalence rose with higher soda consumption, Dr. Ravi Dhingra of Harvard Medical School, Boston, and his colleagues reported

The soda drinkers had a 44% higher risk of developing new-onset metabolic syndrome after adjusting for intake of saturated and trans fats, dietary fiber, and total calories, as well as smoking and physical activity.

Metabolic syndrome was defined as the presence of three or more of the following factors: waist circumference of 35 inches or more for women and 40 inches or more for men; fasting blood sugar of 100 mg/dL or higher, or treatment with insulin; blood pressure of 135/75 mm/Hg or higher, or treatment for hypertension; serum triglyceride levels of 150 mg/dL or higher; and HDL cholesterol levels of less than 50 mg/dL in women and less than 40 mg/dL in men.

Consumption of soft drinks has increased over the past 3 decades, so the findings have far-reaching ramifications. The results are consistent with those of previous studies that reported an association between soft drink consumption and increased risk of metabolic syndrome, obesity, high blood pressure, and diabetes, the authors noted (Circulation 2007 July 31 [ePub DOI: 10.1161/CIRCULATION AHA.107.689935] ).

The study, which spanned the years 1987 through 2001, included 8,997 person-observations made via physical examinations, physician-administe red questionnaires, and a self-administered food frequency questionnaire. The study population was white Americans, aged 42-66 years. Roughly half were men.

When each individual marker of metabolic syndrome was analyzed separately using multivariate logistic regression, the researchers found that the frequent soda drinkers had a 25%-32% higher adjusted risk for each trait, with the exception of high blood pressure, which had an 18% higher risk that was of borderline significance.

Dietary behavior may be a factor in the higher risk, as individuals who drink more soda also tend to have a higher-calorie diet that includes more fat and less fiber than the diets of those who are not soda drinkers, and tend to be sedentary and have higher rates of smoking. Yet despite adjusting the data to account for these other risk factors, Dr. Dhingra and his colleagues still found a significant association between soda drinking and the risk of developing metabolic syndrome. The researchers acknowledged, however, that “there may be residual confounding caused by lifestyle factors not adjusted for in the present analysis.”

Both regular and diet soda consumption resulted in increased risk of metabolic syndrome and its individual traits, which suggests that factors other than calorie and sugar content contribute to the higher risk. The authors theorized that such factors may include a greater desire for sweet foods stimulated by the sweetness of soft drinks, and the caramel content of these beverages, which may be a source of glycation end products; these complexes of sugars may promote insulin resistance and inflammation.

Similar results also were seen for both caffeinated and uncaffeinated soft drinks.
Although the authors cautioned that, “given the observational nature of the present study, we cannot infer that the observed associations are causal,” the data also “raise the possibility that public health policy measures to limit the rising consumption of soft drinks in the community may be associated with a lower of the burden of metabolic risk factors in adults.”
The Original Article from MD Consult:
http://www.mdconsult.com/das/news/body/75245338-2/mnfp/0/187187/1.html?nid=187187&date=week&pos=&general=true&mine=true

Sabtu, 15 September 2007

Mengapa CME Weekend 2007(Don't Miss It)

Syaloom,
Sebagai seorang dokter dan dokter gigi Kristen yang dituntut untuk selalu memperbaharaui pengetahuannya di bidang keilmuannya, maka tentulah ia harus mengikuti berbagai kegiatan ilmiah yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan kompetensinya.
Sebagai wadah yang melayani dokter dan dokter gigi Kristen maka Pelayanan Medis Nasionak merasa terpanggil untuk memfasilitasi kegiatan ilmiah tersebut bagi rekan-rekan sejawat dokter dan dokter gigi Kristen, melalui kegiatan yang dinamakan CME Weekend (Continuing Medical Education Weekend) yang akan dilaksanan di RS Way Halim Lampung tanggal 1-4 November 2007

Mengapa CME Weekend ?
Mengapa PMdN harus ikut serta dalam kegiatan seperti ini ?
Memperhatikan sharing dengan rekan-rekan sejawat dokter dokter gigi di daerah, di mana di daerah sangat sulit untuk mendapatkan penyegaran akan ilmu-ilmu baru, sehingga teman-teman yang melayani di daerah merasa bahwa ilmunya kurang up date dan kurang tersedianya wadah (simposium, kursus dan lain sebagainya) yang bisa secara komprehensif menjawab tantangan tersebut. Selama ini simposium atau acara yang serupa hanya bersifat topikal (misalnya untuk penyakit dalam saja, dll)
Untuk alasan ini CME dirancang dalam format untuk berusaha bersifat lebih “universal” dalam satu paket kegiatan. CME Weekend dirancang dalam bentuk 3 hari kegiatan dalam bentuk tiga acara utama yaitu : panel diskusi, mini simposium dan workshop. Dalam plenary, kita akan membahas beberapa topik yang bersifat umum, mengenai berbagai kondisi praktek kedokteran di Indonesia saat ini. Mini simposium dirancang untuk menjawab berbagai isu topikal, dalam bidang Ilmu Penyakit Dalam, Bedah, Obs Gyn, dll) dan merupakan topik yang mutakhir (terbaru) dan yang paling praktis (sering dijunpai dalam praktek sehari-hari). Sedangkan dalam workshop adalah untuk menjawab kebutuhan rekan-rekan untuk mendapatkan skill tertentu dalam bidang keilmuan medis tertentu.
Pembicara dalam CME ini adalah pembicara yang berkualifikasi untuk masing-masing materi, baik dari Indonesia maupun dari luar negeri. Untuk CME kali ini, PMdN mendapatkan kehormatan untuk menerima pembicara sejawat dari CMDF Singapura yang akan berbicara beberapa topik tertentu.
Berikut rancangan acara CME tersebut

ACARA & PEMBICARA

Kamis, 1 Nopember 2007
Registrasi ulang : 17.00 s/d 18.30
Pembukaan : 19.30 s/d 20.00
Panel Diskusi 20.00 s/d 22.00
- Role Christian of doctors and dentist in future medical practice in Indonesia
Narasumber : Prof.Dr. dr. Taralan Tambunan, SpA (K) -RSCM Jakarta
- Tantangan Dunia Medis di Asia Tenggara
Narasumber : CMF Singapura
- Tantangan & Peluang RS Misi di Indonesia
Narasumber : dr. Andreas Andoko (Direktur RS Imanuel Lampung)

Jumat, 2 Nopember 2007
Workshop à 08.30 s/d 18.30
- W-1 Basic Emergency Radiology
Pembicara : Dr.Nina Supit Sp.R
- W-2 Basic Emergency Electrocardiography (Common Cardiac Arrhythmia)
Pembicara : (dari CMF Singapura)
- W-3 Basic Neonatal Rescucitation
Pembicara : Dr.Nani Walandauw Sp.A
- W-4 Pemeriksaan dasar mata
Pembicara : Dr.Naomi Patioran Sp.M

Sabtu, 3 Nopember 2007
Mini Symposium – I : 08.30 s/d 10.30
- Recent Management of ACS (2005 Protocol) (C)
Pembicara : Dr. Sunoto Pratanu,SpJP (K), FIHA
- Awareness in Managing Chronic Kidney Disease (F)
Pembicara : Dr. Candra Wibowo, SpPD
- CLP (I)
Pembicara : Dr. Hendry
- Dental Implant (L)
Pembicara : Drg.M.Grace Lumempouw,Sp.Pros
- Pemberian Injeksi Vitamin K Pada Bayi-bayi Baru Lahir (O)
Pembicara : Dr. Julia Kadang,SpA
- Diabetic Retinopaty (R)
Pembicara : Dr. J.S.M. Manoppo-Saerang, SpM

Mini Symposium – 2 : 11.00 s/d 13.00
- Introduction to VCT HIV AIDS (A)
Pembicara : Dr. Ronald Jonathan. MSc
- Tailoring Hypertension (D)
Pembicara : Dr. Sunoto Pratanu,SpJP (K), FIHA
- Interpretation WIDAL on Typhoid Fever (G)
Pembicara : Dr. Haryono,SpPD
- Management Hemorrhage Post Partum (J)
Pembicara : Dr. Dodi Hendradi,SpOG
- Labial Veneering (M)
Pembicara : Drg.Eveline Liman,Sp.KG
- Penatalaksanaan Kejang Pada Anak (P)
Pembicara : Dr. Edi Setiawan Tehuteru,SpA
- Trauma Pada Mata (S)
Pembicara : Dr. Naomi Patioran,SpM

Mini Symposium – 3 : 16.30 s/d 18.30
- Pearl and Pitfall in Dengue Hemorrhagic Fever (B)
Pembicara : Dr. Jahja Zakharia,SpA
- Recent management of CVD (E)
Pembicara : Dr. Sylvia Lumempouw,SpS (K)
- Management Acute Renal Failure (H)
Pembicara : Dr. Candra Wibowo, SpPD
- Overview In Burn Management (K)
Pembicara : Dr. Benno Rumondor,SpB
- Dental Bleaching (N)
Pembicara : Drg.Grace.L Sp.Pros/drg.Evelin Sp.KG
- Rekomendasi IDAI Imunisasi Pada Anak (Q)
Pembicara : Dr. Lineus Hewis,SpA
- Glaucoma (T)
Pembicara : Dr.J.S.M. Manoppo-Saerang,SpM

Seminar Khusus : 19.30 s/d 21.30
- Recent condition medical practice in Indonesia
Narasumber : Prof. Dr. Karmel Tambunan, SpPD,KHOM
Dr. Haryono,SpPD

Minggu, 4 Nopember 2007
Ibadah Minggu 07.00 s/d 08.00
Seminar Umum : 08.30 s/d 12.00
Penutupan 12.00 s/d 13.00
Outing : Sepak Bola Gajah : 13.00 s/d 15.00

So, mengapa ada menunda untuk bersama-sama mengikuti acara ini ?
Hubungi kami untuk mendapatkan info selengkapnya :
Pendaftara dapat melalui :
Sdr. Nora (081319965423) atau email perkantasmedis@telkom.net (Sekretaris) atau pmdn_perkantas@yahoo.com (Sie. InfoKom PMdN)

Tuhan memberkati

Jumat, 14 September 2007

1st INDONESIAN PICU-NICU UPDATE

24 - 25 November 2007 Crowne Plaza Hotel Jakarta Co-Organized for Pediatric Critical Care Chapter - Indonesian Society of Pediatricians (IDAI)

GREETING MESSAGE FROM THE CHAIRMAN
Dear Colleagues,
It is gives us much pleasure to reiterate our wish to extend you our invitation to participate in the upcoming 1st INDONESIAN PICU-NICU UPDATE, which to be held from 24 – 25 November 2007 in Jakarta. The preparations of the Symposium are well underway and the Organizing Committee for the Symposium is making every effort to ensure that this scientific meeting will serve its purpose in updating our knowledge of pediatric critical care, which provide opportunity for us to keep abreast with the latest issue in pediatric critical care and its corresponding management. This will be made possible by the participation of a number of recognized authorities in this field who serve as the invited speakers in the scientific program of the Symposium.We are confident that the Scientific Meeting will be a significant value to all of us in our efforts to apply the latest achievements in pediatric critical care to our clinical settings. Finally, on behalf the Organizing Committee we sincerely hope that you will find your participation in this scientific event a rewarding and enjoyable experience.We look forward with pleasure to seeing you in Jakarta.
Best wishes,
Dr. Abdul Latief, SpA (K)
PRE-SYMPOSIUM, Friday 23 November 2007
  • Refresher Course Rp. 700.000,-
SCIENTIFIC SYMPOSIUM, Saturday – Sunday, 24 – 25 November 2007
  • Updated Lectures
  • Meet the Expert & Lunch Symposium
  • Symposium Track
  • Exhibition
REGISTRATION INFO :
  • Physicians Rp. 600.000,
  • Non Physicians Rp. 500.000,
RELATED DEPARTMENTS FOR AUDIENCE FROM,
  • NICU - PICU
  • PEDIATRIC HEMATOLOGY
  • RESPIROLOGY
  • PEDIATRIC INFECTIOUS DISEASE
  • PEDIATRIC NEUROLOGY
  • PEDIATRIC NUTRITION AND METABOLISM
  • PEDIATRIC SURGERY & PEDIATRIC GASTROENTEROLOGY
  • PERINATOLOGY
  • PEDIATRIC IMMUNOLOGY
  • PEDIATRIC CARDIOLOGY
  • ICU and EMERGENCY UNIT
UPDATED TOPICS FROM OVERSEAS & DOMESTIC SPEAKERS, FEATURING:
  1. Respiratory Distress Syndrome : From Nasal CPAP to HFO
  2. Severity Score: PRISM, PIM or PELOD?
  3. New Targets for Resuscitation
  4. Pediatric Sepsis: What is new?
  5. Debate on Colloids &Crystalloids for Resuscitation
  6. Clinical Approach of Obstructive Bowel Disease
  7. Nutritional Support for Post Surgical Patients
  8. Pain and Sedation in PICU
  9. Disseminated Intravascular Coagulation: Diagnosis and Management
  10. Antithrombin III in Dengue Infections
  11. Management of Severe Asthma
  12. Probiotic and Immune Function
  13. Hypoglycemia of the Newborn
  14. The Role of Glutamine in Critically ill Patients
  15. Antibiotic Strategy in Neonatal Intensive Care
  16. Procalcitonin for Early Detection of Infection (PCT)

Kamis, 13 September 2007

Peluang Berkarir Bagi Tenaga Medis

Sebuah RS di Jakarta butuh segera
  1. Dokter Bedah Tulang
  2. Dokter Spesialis Anak
  3. Dokter Spesialis Jantung
  4. Dokter Spesialis Kulit
  5. Dokter Spesialis THT
  6. Dokter Spesialis Paru
  7. Dokter Bedah Umum
  8. Dokter Spesialis Mata
  9. Dokter Umum (Dokter jaga)
  10. Dokter Umum (Marketing)
  11. Dokter Umum (Personalia)
  12. Sekretaris (Wanita, D-3)
  13. Staf Akuntansi (S-1)

Kirim lamaran dan CV ke PO BOX 1173 JAT 13011

Rabu, 12 September 2007

What's MDG's ?

In September 2000, the largest-ever gathering of Heads of State ushered inthe new millennium by adopting the Millennium Declaration.The Declaration, endorsed by 189 countries, was then translated into aroad map setting out goals to bereached by 2015. The eight Millennium Development Goals (MDGs) build on agreements made at United Nations conferences in the 1990s and represent commitments to reduce poverty and hunger, and to tackle ill-health, gender inequality, lack of education, lack of access to clean water and environmental degradation.The MDGs are framed as a compact, which recognizes the contribution that developed countries can make throughtrade, development assistance, debtrelief, access to essential medicines and technology transfer. Some of WHO's work is tied directly toone MDG, for example, WHO's work on HIV/AIDS. Other work touches not one specific goal, but several at the same time, for example, WHO's work on strengthening health systems.

Their Goals are :
  • Goal 1: Eradicate Extreme Hunger andPoverty
  • Goal 2: Achieve Universal PrimaryEducation
  • Goal 3: Promote Gender Equality andEmpower Women
  • Goal 4: Reduce Child Mortality
  • Goal 5: Improve Maternal Health
  • Goal 6: Combat HIV/AIDS, Malaria andother diseases
  • Goal 7: Ensure EnvironmentalSustainability
  • Goal 8: Develop a Global Partnershipfor Development

Selasa, 11 September 2007

Gelang Biru dari YJI

Yayasan Jantung Indonesia ( YJI ) beberapa saat yl baru saja me-launching GELANG BIRU Kepedulian Jantung Sehat.Bekerja sama dengan Pusat Jantung Nasional yang dahulunya bernama RS Jantung Harapan Kita, kami sedang menggalang dana untuk membantu biaya operasi bagi anak2 dari keluarga pra-sejahtera yang lahir dengan kelainan jantung bawaan. Hanya dengan menyisihkan biaya @ Rp 10.000 untuk membeli GELANG BIRU tsb, teman2 sudah bisa membantu kelangsungan hidup anak2 malang itu….Maka dari itu, mulailah dari sekarang, pesan GELANG BIRU se-banyak2nya dan berikan kepada mereka yang kalian sayangi. Dengan membeli, anda telah menyumbang… Dengan memakai, anda telah menularkan kepedulian…Terima kasih untuk menyumbang dan memakai !! Gelang Biru bertuliskan I Love My ( heart ) Let it Beat, bisa diperoleh di kantor YJI, Jl. Teuku Umar 8, Jak – Pus dan di Shark Station Bintaro, Jak – Sel.Atau hubungi HP Ria Basoeki di 0818 948 994. ( Rp 10.000 kurang dari harga segelas kopi di Starbuck, tapi sangat berarti bagi kelangsungan hidup anak2 malang ini…. Sambil beramal, kita bergaya juga ! Terima-kasih buat teman-teman yang sudah memakai GELANG BIRU ini dan juga membantu menyebarkannya !!

Senin, 10 September 2007

Kolesterol Tak Selalu Jadi 'Musuh'

Bagi sebagian besar orang saat mendengar kata kolesterol yang akan terlintas dalam pikiran adalah makanan yang mengandung lemak tinggi, obesitas, dan serangan jantung, dan pasti membuat khawatir. Padahal tak selalu yang dianggap buruk akan mengganggu kesehatan."Bila hasil pemeriksaan laboratorium Anda memperlihatkan tingkat kolesterol yang tinggi, Anda tak perlu panik. Anda boleh merasa khawatir apabila terdapat beberapa faktor resiko lainnya," kata Susanne Bilz, seorang ahli nutrisi di Lembaga Pusat Penelitian klinis di Dresden, Jerman Barat, seperti dikutip dari Agen berita Jerman DPA, Jumat (10/08)."Kolesterol sangat penting dalam hal memproduksi struktur dinding sel-sel manusia," kata Achim Weizel dari Masyarakat untuk memerangi gangguan system lipid yang berkaitan dengan penyakit yang berkantor di Munich.Empedu melakukan pencernaan terhadap lemak yang juga berasal dari kolesterol dan penting dalam membangun penghalang bagi hormon dan vitamin .Tubuh manusia memproduksi dua pertiga dari kebutuhan kolesterol dan sisanya datang dari makanan yang kita terima tiap hari. kolesterol sama dengan lemak. Lemak tak larut dalam air, karenanya sangat bergantung kepada aliran darah untuk menyebarkannya ke seluruh tubuh."Karenanya tubuh menambahkan protein dan memproduksi lipoprotein," kata Bilz.Lipoprotein yang paling penting yang diproduksi oleh tubuh adalah lipoprotein dengan densitas yang rendah (LDL) dan protein dengan densitas yang tinggi (HDL). LDL umumnya disebut atau dianggap sebagai lemak jahat, yang disebarluaskan ke seluruh sel bagian tubbuh oleh hati."Kelebihan LDL yang tak dibutuhkan dalam sel disimpan dalam darah," demikian Bliz menjelaskan.Dan saat itulah HDL memulai memainkan perannya, dengan membawa kembali kelebihan LDL ke organ hati, " kata Elisabeth Steinhagen-Thiessen dari Departemen Metabolisme Rumah sakit Charite di Berlin.Untuk alasan itulah HDL disebut sebagai kolesterol baik. Dalam situasi normal dan ideal fungsi siklus HDL/LDL membantu satu dengan yang lain.Apabila konsentrasi LDL terlalu tinggi, maka akan disimpan di pembuluh darah di sekitar jantung yang sempit. Plak tertimbun didalam pembuluh darah tersebut, permukaan pembuluh darah dapat rusak bahkan robek yang dapat membawa akibat terjadinya penggumpalan darah yang akan menyumbat aliran darah, yang dapat membawa akibat akan terjadinya serangan jantung atau stroke" kata Weizel menjelaskan.Apabila kadar LDL tinggi hal itu berarti kadar lemak tinggi. Namun walaupun hal tersebut dikonfirmasikan oleh dokter, terapi belum tentu dibutuhkan."Keadaan resiko tinggi ditentukan dengan melihat semua faktor yaitu kebiasaan merokok, diabetes, tekanan darah tinggi, kecenderungan genetik atau kelebihan berat badan," kata Weizel.Hanya apabila faktor-faktor tersebut diatas ada maka pasien pantas merasa khawatir."Pola makan ala 'Mediterania' yaitu makan ikan, banyak buah-buahan, dan sayur-sayuran seringkali diajukan sebagai pilihan."Ikan laut yang mempunyai kandungan lemak seperti mackerel, salmon atau herring memiliki lemak omega 3 yang amat berguna bagi kesehatan," kata Weizel.Kebalikannya lemak hewan berdarah merah seperti sapi, kambing, babi dan domba dapat menaikkan tingkat kolesterol.Udo Pollmer dari Lembaga ilmu Nutrisi dan Pangan di Gemmingen dekat Heilbronn memiliki pendapat yang berbeda."Apabila asupan kolesterol berkurang melalui pola makan, maka tubuh akan memproduksi lebih banyak.""Hal itu berarti tingkat kolesterol seseorang untuk jangka panjang tak dapat dikontrol melalui diet (pola makan)."Minyak sayur umumnya mengandung lemak tak jenuh, dan yang terbaik adalah minyak zaitun," kata Bilz."Makanlah daging dua kali dalam seminggu dan ikan dengan banyak sayur-sayuran dan buah-buahan tiga kali dalam sepekan," kata Steinhagen-Thiessen.Weizel mengatakan tingkat HDL dapat dinaikkan dengan melalui olahraga."Setiap orang yang melakukan kegiatan olah raga sebanyak tiga atau empat kali dalam sepekan akan dapat menaikkan tingkat HDL," kata Weizel menambahkan.



Sumber : KL.com (http://www.idionline.org/)

QUANTUM NUTRITION 2007

16 - 18 November 2007 Crowne Plaza Hotel Jakarta
In conjunction with,2nd National Congress of Indonesian Clinical Nutrition Society (ICNS)Theme: "Scaling-Up Clinical Nutrition for A Better Quality of Life"Co-Organized for Indonesian Clinical Nutrition Society (ICNS)



PRE-SYMPOSIUM WORKSHOPS, Friday, 16 November 2007

  • Workshop in Obesity Rp. 750.000
  • Workshop in Trace Element Nutrition Rp. 750.000

SCIENTIFIC SYMPOSIUM, Saturday – Sunday, 17 – 18 November 2007
  • Scientific Tutorials -Pro Con Debate Sessions -Pharmaceutical and Health Exhibition

ATTENDEES :
  • Anesthesiologists
  • Cardiologists -Intensivists
  • Dieticians
  • Internists
  • Nurses
  • Surgeons
  • Clinical Nutritionists
  • Pediatricians
  • General Practitioners
  • Other Health

Professionals interested in Nutrition A STATE-OF-THE ART SCIENTIFIC LECTURES FROM KEYNOTE OVERSEAS & WELL KNOWN SPEAKERS FEATURING :
  • Nutri-genomics & Molecular Nutrition
  • Body Composition Disorders: Obesity & Protein Mal
  • Nutrition
  • Functional Food and Health
  • Enteral Nutrtion-Parenteral Nutrition
  • Trace Elements Nutrition
  • Nutrition and Physical Fitness-Nutrition, Metabolic and Degenerative Diseases
  • Nutrition and Cognitive Function-Nutrition in Growth and Development
  • Food Safety and Risk Management
  • Updates on EPA & DHA

REGISTRATION INFO:

  • Specialist Rp. 650.000,
  • General Practitioners Rp. 550.000,
  • Nurse / Dieticians / Residents Rp. 500.000,
  • Crowne Plaza Hotel RP. 650.000,-/net/standard room/night (include BBF)

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter/IG : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag