Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku? – Yeremia 32:27
Pertanyaan yang menggelitik, “ Adakah yang mustahil untuk Tuhan?” sering dilontarkan orang. Abraham ragu dan Sarah tertawa atas ketidakmungkinannya melahirkan anak di usia senja ( Kej. 18 : 14). Yeremia menyatakan penciptaan Allah atas langit dan bumi membuktikan tiada yang mustahil untuk Dia (Yer 32: 17). Tapi ia bertanya-tanya bagaimana negerinya dapat diselamatkan dari kepungan bangsa-bangsa musuh mereka. Nats bacaan hari ini adalah jawabannya. Dan ia berlaku juga untuk masa kini.
Kenyataan bahwa tiada yang mustahil untuk Tuhan, baru-baru ini aku alami sendiri saat aku dan istriku pulang dari proyek klinis di Asia Tengah. Saat kami check ini untuk penerbangan kami, ternyata tiket dan paspor kami hilang, dicopet. Waktu itu hari miggu pukul 6.30 pagi. Kami berada di tengah-tengah orang banyak di tempat yang asing. Kepada siapa kami bisa minta tolong? Dalam kepadatan manusia dan hiruk pikuknya suasana di situ, kami berdoa minta tolong kepada Tuhan yang kami layani. Situasi kami berubah menakjubkan dengan kejadian-kejadian selama setengah jam berikutnya. Petugas keamanan menemukan si pencopet dan kami naik penerbangan pukul 08.00 dengan tiket dan paspor di tangan. Jelas bahwa ini jawaban doa kami. Adakah yang mustahil untuk Tuhan?
Mungkin anda harus mengambil keputusan yang amat sulit mengenai perawatan pasien, atau mempunyai masalah keluarga yang mendesak. Adakah yang mustahil untuk Tuhan? Ia mengasihi kita dan miminta kita untuk percaya kepadaNya, tidak peduli betapa besar atau kecil masalah yang harus kita tangani. Kita dapat mempercaya. “Tidak ada yang mustahil untukKu” kata Tuhan.
Baca : Yeremia 32 : 1-9, 38-44.
Richard Topazion –America Serikat
Dikutip dari: ”Buku Sumber Hidup Praktisi Medis”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar