Rabu, 28 November 2012

As Simply as Love


By. Lusiana Batubara
Sama seperti wanita muda lainnya, Rut pasti memiliki impian dan kerinduan untuk menjalani hidup yang penuh dengan kebahagiaan, menjadi wanita yang seutuhnya. Wanita yang berharga di tengah-tengah keluarga, berbahagia bersama suami yang mencintainya, menjalani hari-hari yang penuh dengan tawa, mengurusi pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dengan hati yang bersukacita dan menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya.


Kebahagiaan itulah yang ditawarkan Naomi, ibu mertuanya, kepada Rut pada saat mereka sedang dalam perjalanan pulang menuju ke kota Betlehem efrata, tempat dimana keluarga mendiang suaminya berasal. Naomi paham betul apa yang menjadi kebutuhan wanita muda ini, dan ia sadar betul bahwa tidak ada apa-apa lagi yang bisa ia tawarkan kepada menantunya ini. Naomi telah kehilangan segalanya, tidak hanya kehilangan suami dan kedua anak lelakinya, tapi ia pun telah kehilangan pengharapannya akan hidup ini. Naomi meminta Rut untuk tidak mengikutinya pulang ke kampung halamannya itu, tempat yang sama sekali tidak ia kenal, tempat dimana orang-orang yang ada didalamnya akan memandang Rut dengan sebelah mata karena status kewarganegaraannya, seorang wanita Moab, wanita yang tidak berharga.

Rut memiliki alasan yang cukup kuat dan masuk akal untuk meninggalkan Naomi dan pulang ke rumah orang tuanya sendiri seperti yang dilakukan saudara iparnya, Orpa. Namun Rut berkeras untuk mengikuti ibu mertuanya ini. Ia melepaskan kesempatan untuk hidup selayaknya wanita muda yang lain, mengikuti janda tua yang putus harapan, masuk ke tempat yang tidak bersahabat padanya dan dengan sadar mengucapkan sumpah bahwa lebih lagi penderitaan yang akan dia alami jika ada sesuatu yang membuatnya terpisah dari Naomi, selain dari pada maut. Dipersimpangan jalan itu Rut memutuskan untuk menyerahkan hidupnya demi Naomi, menyerahkan hidupnya demi mendampingi janda tua ini, meninggalkan kehidupannya yang lama dan menempuh perjalanan baru yang tidak akan pernah mudah untuk dilalui.

Rut hidup di zaman yang penuh dengan kekacauan, dimana setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri. Namun ia sanggup memperlihatkan kualitas yang tidak biasa, yang sangat tidak mementingkan diri sendiri. Rut tidak mengharapkan apa-apa dari  Naomi, namun ia memberikan kasih yang tanpa syarat kepada ibu mertuanya itu.

Love is patient and kind
Love is not jealous or boastful or proud or rude
Love does not demand its own way
Love is not irritable, and it keeps no record of being wronged
Love does not rejoice about injustice but rejoices whenever the truth wins out
Love never gives up, never loses faith, is always hopeful, and endures through every circumstance.
What Rut has been done for Naomi is just as simply as LOVE

*Inspired from the book of Ruth chapter 1Facebook/lusiana-batubara

Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag