Senin, 12 Januari 2015

Sumber Kekuatan Batiniah Orang Kristen

Kristus hidup di dalam aku. - Galatia 2 : 20

Pasien yang banyak menuntut perhatian dan tekanan lain dalam pekerjaan bisa melemahkan kita dan mengancam keseimbangan batiniah kita. Tapi orang Kristen tidak perlu mengatasinya sendirian. Tuhan kita tinggal di dalam kita (Yoh 14 : 23). Dalam Yohanes 15, Tuhan Yesus mengumpamakan diri-Nya sebagai pokok anggur dan orang percaya sebagai rantingnya, yang dihidupi oleh aliran hidup-Nya di dalam mereka. Sebagaimana pemangkasan menyebabkan terbentuknya buah, begitu pula Bapa di surga harus memangkas dan membersihkan hidup kita agar watak seperti Kristus terbentuk di dalam diri.

Akar membutuhkan air. Di Afrika, aku pernah melihat tanah yang coklat dan kering kerontang karena terbakar matahari, tapi di kejauhan tumbuh pohon hijau yang subur. Apa rahasianya? Pohon itu ditanam di dekat sungai. Yeremia membandingkan pohon seperti itu dengan orang percaya yang tetap segar meskipun terkena panas terik, karena berakar dalam kasih dan kuasa Allah (Yer 17 : 8). Karena Roh Allah tinggal di dalam kita dan mengalir melalui kita, kita menjadi saksi yang efektif, dengan kehidupan yang berbuah untuk kemuliaan-Nya.

Namun, kita bisa mudah "terbakar oleh matahari", begitu ada banyak pasien yang menuntut perhatian kita, berita buruk yang harus disampaikan, terapi yang gagal-dan banyak lagi. Kita sangat perlu menyisihkan waktu untuk bersaat teduh setiap hari, dimana kita menantikan Tuhan memperbaharui kekuatan kita di dalam Dia, yang adalah air kehidupan. mengutip Billy Graham, "Jika anda terlalu sibuk untuk meluangkan waktu sebentar bersama Tuhan setiap hari, dalam doa pribadi dan membaca Firman-Nya, maka anda lebih sibuk daripada yang Tuhan rencanakan bagi anda!" Hati-hatilah dengan kering-kerontangnya kehidupan yang sibuk!

Bagi kita semua ada masa-masa kering. Tugas jaga pada hari Minggu membuat kita tidak bisa beribadah bersama orang Kristen lain. Kecelakaan atau penyakit yang mendadak, atau retaknya suatu hubungan, secara fisik dan emosi melelahkan kita. Pada saat-saat demikian, ketika kita menyerahkan diri kita kepada Tuhan, "sumber air hidup", kita akan membuktikan kesetiaan-Nya memelihara jiwa kita. "Daun" kita tetap hijau!

Baca :
Yeremia 17 : 1-10; Mazmur 1; Yohanes 15 : 1-17

Dikutip dari :
Sumber Hidup Praktisi Medis

Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag