Senin, 30 Maret 2015

Diperlukan Pahlawan, Biarpun yang Enggan

Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani-Hakim-hakim 6 : 12

Kebanyakan dokter setuju dunia medis sekarang ini berantakan. banyak negara tidak punya sumber dana dan tenaga untuk melayankan perawatan kesehatan, bahkan yang paling sederhana sekalipun kepada rakyatnya. Orang sakit terpaksa menyuap dokter dan petugas agar dapat masuk rumah sakit dan dirawat. Di negara lain, rasa tidak puas menumpuk karena penjatahan perawatan kesehatan membuat pasien menunggu berbulan-bulan untuk menjalani pembedahan. Ditambah lagi maraknya perdebatan tentang masalah etika dewasa ini. Keadaan makin suram karena praktik aborsi-sesuai permintaan kini sudah terjadi di negara-negara baru. Medan pertempuran etika sekarang adalah euthanasia, yaitu menyatakan jaminan akan kematian yang bermartabat bagi pasien yang memintanya. Seorang lansia di Afrika Selatan yang mendukung pengesahan euthanasia berkata, "Aku tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang kuperlukan dari sistem negeri kita dan aku tidak mau menderita. Euthanasia merupakan satu-satunya jaminanku agar tidak menderita."

Apa yang harus dilakukan dokter Kristen ketika mereka menghadapi permintaan seperti itu? Apakah semakin sulit memberikan pengobatan dengan cara seperti Kristus? Setelah terjerat arus bawah sistem kesehatan yang jalannya terhalang, kita tertimbun oleh lebih banyak masalah etika seperti pengembangan kloning, bayi pesanan dan riset janin. Tapi jangan putus asa! Tuhan tidak murung. Ia masuh berkuasa dan rasanya Ia mencari pahlawan-pahlawan biarpun mereka enggan seperti Gideon.

Anda masih ingat ceritanya? Pada tahun 1200 SM bani Israel berbalik meninggalkan Tuhan. Mereka diusir dari negeri sendiri oleh orang Midian yang mengambil alih tempat tinggal mereka dan diam di situ sambil menunggu untuk mencuri hasil panen yang akan datag, sementara orang Israel bersembunyi di gua-gua seperti hewan. Tuhan merendahkan umatnya sedemikian rupa, sehingga mereka akan berseru-seru kepada Dia.

Ini langkah pertama sebelum Tuhan mencampuri urusan manusia. Jika kita, para dokter, berseru memohon pertolongan Tuhan sesering kita mengeluh, pasti tidak lama lagi campur tangan Tuhan akan nyata. Seperti tertulis dalam Roma 12 : 12 bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa. 

Baca : Hakim-hakim 6

Dikutip dari :
Sumber Hidup Praktisi Medis




Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag