Senin, 29 Juni 2015

Keluarga yang Berbahagia

Mengapakah engkau melihat serpihan kayu di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? ---Matius 7:3

Ada lelucon lama berbunyi, : Mengapa kita semua tidak bisa rukun seperti satu keluarga besar?" jawabannya adalah, "Masalahnya --kita memang keluarga besar." Setiap orang yamg ingin menjadi anggota keluarga yang berbahagia meskipun di dalamnya ada permasalahan. Pertanyaannya bagaimana caranya?

Setiap dokter praktik umum tahu pentingnya perkawinan yang aman bagi kesehatan. Pasangan suami istri yang tidak bahagia karena didera persoalan rumah tangga, dan perkawinannya penuh pergumulan. datang kepadaku sambil menangis. Masing-masing berkata, "Aku harus memikirkan diriku sendiri." Tapi kalau saja merek
a berhenti melakukan itu, hidup akan tampak berbeda. Justru sekarang anak-anak mereka menunjukkan gejala adanya gangguan emosi. Takut kalau-kalau orang tua mereka yang suka bertengkar akan berpisah, atau jika yang satu pergi, maka yang lain akan pergi juga. Para praktisi medis akan menjadi terlalu stres untuk dapat mengenali trauma-trauma ini, atau bahkan mengalaminya sendiri.

Sumber rasa takut bisa apa saja. Pasangan bisa merasa takut kalau-kalau pasangan hidupnya mencari orang lain. Gadis-gadis usia sekolah yang hamil minggat karena takut mengakui keberadaannya kepada keluarganya. Para remaja takut dianggap aneh oleh teman sebaya. Di balik semua takut ini ada rasa takut terhadap kritikan dan penolakan, ditambah lagi buruknya komunikasi antar keluarga, termasuk para penasihatnya. Resep terbaik agar keluarga "kompak" adalah melakukan "Perubahan dimulai dari aku." Bila kita minta kepada-Nya, Tuhan akan memberi tahu hal apa yang perlu Ia ubahkan dalam diri kita. Kita mungkin perlu ambisi yang lebih sederhana, atau sikap tidak selalu mengkritik, demi terbentuknya keluarga yang lebih berbahagia.

Doa : Tuhan Yesus, keluarga-Mu di bumi terkadang salah memahami-Mu namun Engkau menanggapinya dengan hikmat dan anugerah dan meninggikan kesetiaan saudara-saudara-Mu. Sebagai anggota keluarga besar-Mu, kiranya kami mengenali kedamaian dan kerukunan di rumah kami sendiri dan siap membagikan rahasia ini dengan orang lain. Amin,

Baca : Markus 3 :30-31, 31_35; Lukas 4:22; 1 Korintus 9:5
Disadur dari For God's sake, Doctor!

Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag