Senin, 07 September 2015

Saat Pertama Bertugas

"Apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan dan nyala api tidak akan membakar engkau." Yesaya 43:2

Saya teringat tugas pertama saya sebagai dokter jaga, seakan-akan baru terjadi kemarin. Segala luapan kegembiraan dan kemenangan setelah lulus ujian, terasa sudah lama terlewatkan. Yang tertinggal hanya kenyataan pahit, karena harus bertugas jauh dari tempat tinggal. Tanpa seorang pun kenalan, kecuali beberapa petugas yang diperkenalkan pada saya pagi itu. Saya satu-satunya dokter yang harus bertanggung jawab atas perawatan dari 30-40 pasien dan diantaranya banyak yang sakit parah. Sekalipun saya tahu bahwa saya dapat meminta pertolongan lewat telepon kepada dokter senior, tetapi itu hanya dapat mengurangi sedikit kegentaran saya yang mirip perasaan seseorang yang dilempar ke dalam kolam renang yang dalam, padahal baru belajar berenang. Ketika ada waktu luang, saya keluar dari bangsal rumah sakit, untuk menelepon beberapa teman di London, lalu membagi perasaan saya dan meminta mereka untuk berdoa. Saya percaya doa mereka telah dijawab, karena saya dapat melewati malam itu dengan selamat, sekalipun dengan tidur yang amat sedikit.

Menengok kembali kejadian itu, saya melihat persoalannya bahwa sekalipun secara teoritis saya sudah banyak mendapat pelajaran, tetapi sebetulnya saya sama sekali belum siap menghadapi kenyataan yang biasa dialami seorang dokter jaga. Saya kira keadaan akan menjadi sedikit lebih baik seandainya saya sudah dipersiapkan sebelumnya dan diperingatkan akan persoalan yang akan saya hadapi. Saya harap anda tidak sampai mengalami hal seburuk ini, kalau ini adalah pengalaman pertama. Tetapi jika (pada waktu membaca ini) keadaan anda sudah teramat berat, saya menganjurkan dua hal praktis untuk dilaksanakan :

  1. Kerjakan seperti apa yang telah saya perbuat, bagikan persoalan dengan teman sesama Kristen, baik secara pribadi atau lewat telepon. Mengetahui bahwa ada orang yang ikut memikirkan beban kita, sungguh amat menolong.
  2. Cobalah untuk melihat keadaan anda sekarang dari sudut kehendak Allah dan rencana-Nya untuk anda. Tidak mungkin Allah membiarkan anda jatuh dan tenggelam tanpa bekas.


Tuhan, diantara tekanan pekerjaan dan kekurangan tidur yang mungkin akan saya hadapi malam ini, tolong saya untuk tetap dekat dengan-Mu dan mempercayai-Mu membimbing saya melewatinya. Buatlah saya bertumbuh dalam kecakapan dan keyakinan diri namun tetap rendah hati.

Bacaan selanjutnya :
Yesaya 43 : 1-4; 1 Samuel 23:16; Roma 5:1-5

Dikutip dari :
Diagnose Firman

Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag