Selasa, 06 Oktober 2015

Menjawab Panggilan-Nya

Ternyata, menjadi seorang dokter yang bertugas jauh dari asalnya, atau jauh dari keluarga dan teman ternyata sangat tidak menyenangkan. Terasa sekali tidak ada keributan dan kehebohan seperti ketika aku merasakannya di Manado. Tapi Tuhan membawaku ke kota ini, tempat yang tidak pernah aku bayangkan dan aku doakan sebelumnya. Tuhan mengubah semua rencana yang sudah aku susun dan "memaksa"ku untuk datang ke tempat ini. Tapi aku tidak dibiarkannya sendiri. . Awalnya memang menyebalkan karena harus menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan...terbiasa dengan semua serba ada dan fasilitas lengkap sekarang harus down to earth, tapi untunglah aku telah menjalani semua pelatihan itu di MPF. Terimakasih untuk setiap pelayanan samaritan yang membantu aku untuk bisa beradaptasi dengan cepat.

Thanks God, aku belajar menjadi seorang mandiri dari yang apa-apanya tinggal minta dan tersedia sekarang harus mengurus diri sendiri, mulai dari makanan, cuci baju jemur, nyetrika, ngepel, sudah lama sekali tidak kukerjakan di rumahku di Manado maklumlah kesibukan rumah sakit (alasan klasik) sehingga semua kebituhanku di Manado tersedia dengan bantuan orang rumah jadi aku menganggap tempat tugas kali ini adalah waktu training dari Tuhan untuk mengubah hidupku jauh lebih baik. Suatu saat nanti ketika aku kembali ke Manado, kedua orang tuaku akan bangga dengan perubahan yang terjadi pada diriku.

Suatu waktu dalam perjalananku mengikuti bakti sosial pengentasan gizi buruk di desa Billa Oeekan, desa yang jaraknya sekitar 1,5-2 jam perjalanan darat dari Soe ke arah Atambua aku melihat pemandangan yang lebih parah lagi. Desa ini butuh perjuangan untuk sampai ke sana aku sempat mabuk darat dan ketakutan ketika mobil yang kutumpangi akan melintasi jembatan kayu yang aku gak yakin apakah jembatan itu bisa menahan beratnya mobil. Tapi sampai sekarang semua baik-baik saja. Desa ini sangat memprihatinkan. Sarana dan prasarananya jauh dari standar kelayakan. Hmm... apa karena aku tugas di ibukota sampai baru menyadari keadaan yang lebih parah dari itu. Desa yang tidak memiliki aliran listrik kecuali tenaga surya. 

Dalam perjalanan pulang dari desa itu aku merenung mengapa aku mau datang ke tempat seperti ini jauh dari kenyamanan dan kemewahan yang aku nikmati di Manado semua serba ada semua serba terlayani dan di sini? Kenapa aku mau menjadi dokter dan pergi jauh dari tempat kelahiranku, sana keluargaku, sahabatku dan pelayananku? Mengapa? Akhirnya kutemukan jawabannya bahwa itu demi "Menjawab Panggilan-Nya" aku tahu Bapa telah merencanakan semuanya untukku. Bapa yang membawa aku jauh dari tempat asalku ke daerah yang sangat membutuhkan pelayananku, daerah yang butuh belas kasihanku. Daerah yang kepadanya Bapa mengutus aku untuk memberitahukan kalau Bapa mengasihi daerah ini sama seperti Bapa mengasihi dan memberkati Manado kota asalku.

Tujuh tahun aku dibina di Fakultas Kedokteran. Aku terlibat dalam pelayanan penginjilan, inilah waktunya aku diutus untuk pergi. Ketika aku mengikuti Kairos aku berpikir kalau tugasku adalah melatih yang lain untuk pergi alias bukan aku yang berada di garis depan tapi Bapa berkata "Tidak" aku harus pergi! Dan kini aku menjalankan tugas-Nya entah sampai kapan aku mampu bertahan di tempat ini. Jujur ini bukan tempat yang nyaman dalam bulan ke-4 aku masih berusaha beradaptasi dengan keadaan, berusaha mengerti apa yang Bapa ingin aku lakukan lagi di tempat ini. Tantangan dan masalah memang ada dimanapun kita berada, tinggal bagaimana kita bertindak bijaksana dan menghadapinya bukan lari dari masalah.

Yang pasti aku akan mengikuti perintah-Nya. Kemana pun Kau pimpin, ke neg'ri yang Kau pilih, ini aku utuslah Tuhan dan aku akan pergi. "Untuk teman-teman MPF..setia dan sehatilah melayani Kristus..bekal pelayanan yang kalian jalani sekarang ini pasti berguna ketika kalian suatu saat diutus Tuhan untuk mengerjakan proyek-Nya yang jauh lebih besar."

Syalom,
dr. Angelica Wagiu
(Dikutip dari Majalah Samaritan, Edisi 2 Tahun 2008)

Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag