Rabu, 28 Januari 2009

MARI MELUANGKAN WAKTU UNTUK MENYEMBAH

Bacaan : Ayat-ayat kutipan



Marilah kita sujud menyembah…… - Mazmur 95 : 6


Seorang anak Uganda yang baru sembuh dari meningitis, atas dorongan neneknya berlutut dengan malu-malu di kakiku. Orang sering berlutut, membungkuk atau rebah di hadapan Tuhan Yesus, kadang dengan berharap atau bersyukur, biasanya dalam sikap menyembah ( Mat 15 : 25; 2 : 11; 28 : 9 ). Dalam PL, para penyembah juga membungkuk dengan rasa kagum -takut kepada Allah ( Kej 24 : 26 ; Kel 4 : 31 ; Mzm 99 : 5 ).

Meskipun Alkitab sering mengaitkan pujian bagi Allah dengan musik dan nyanyian gembira, penyembahan jarang disebut dalam konteks ini. Penyembahan biasanya menunjukkan rasa hormat dan penyerahan (dengan membungkuk), dan pertama kali disebut ketika Abraham hendak mempersembahkan Ishak sebagai korban (Kej 22 : 5). Paulus juga mendorong kita untuk “ mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup,” dan merumuskannya sebagai “ tindakan ibadah rohanimu” (Rm 12 : 1) . Kata Yunani untuk penyembahan dan pelayanan memiliki kata dasar yang sama, jadi orang yang sungguh-sungguh menyembah adalah hamba Allah yang setia. Mereka siap mengorbankan apa pun yang dituntut, dan tindakan tersebut tidak selalu harus diiringi musik.

Sesudah menaikkan pujian dengan bersemangat pada kebaktian Minggu, apa yang terjadi pada hari Senin ? Kita mungkin bersemangat lagi ketika pekerjaan di klinik molor melewati jam makan siang, atau ketika semua orang sudah pergi meninggalkan kita sendirian membereskan semuanya, atau ketika ada pasien meninggal dan keluarganya ingin bertemu dengan kita. Meskipun demikian, kita bisa menyerahkan semua pencobaan ini ( dan juga yang lebih berat ) kepada Tuhan. Ia tahu betapa beratnya untuk terus melanjutkan pekerjaan, tapi kasihNya yang memberikan diriNya sendiri akan mendorong dan memampukan kita untuk melakukan hal serupa. Tentunya kita bisa menyatakan itu dengan nyanyian pujian, bahkan ketika kita merasa tidak ingin bernyanyi ( Kis 16 : 25 ). Namun, yang mengingatkan Tuhan akan “bau yang harum dari Kristus” – yang berasal dari pengorbanan diriNya bagi kita ( 2 Kor 2 : 15 ) adalah pelayanan kita hari demi hari bagi Dia ( 2 Kor 2 : 15 ; Ef 5 : 2 ).



Saat Penyembahan” yang sungguh-sungguh seharusnya berlangsung seumur hidup ! – dan pada akhirnya ucapan Tuhan “ Baik sekali perbuatanmu…” akan menjadikan semuanya berharga ( Mat 25 : 19 – 21 )


Janet Goodall - Inggris

Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag