Senin, 04 Mei 2015

Melayani Kristus


Karena Anak Manusia juga datang 
bukan untuk dilayani, 
melainkan untuk melayani 
dan untuk memberikan nyawa-Nya 
menjadi tebusan bagi banyak orang - Markus 10:45




Hak istimewa menuntut tanggung jawab, dan seorang dokter atau dokter gigi yang menjadi Kristen meningkatkan hak istimewa dan tanggung jawabnya itu. Bagaimana kita menghadapi tantangan itu?Pada Kitab Kejadian 1, Allah menyuruh manusia untuk beranak cucu dan menguasai semua yang diciptakan di bumi-pekerjaan yang mengandung kehormatan untuk memenuhi perintah-Nya. Apakah kita, orang Kristen yang adalah dokter atau dokter yang adalah orang Kristen? Jangan kita memisahkan pekerjaan sekular dari tugas Kristen; kehendak Tuhan ialah kita menjadi ahli dalam pekerjaan kita sebagai dokter.


Ilmu pengetahuan dan teknologi modern memberi kita kekuasaan nyaris seperti kuat kuasa Tuhan, tapi ini tidak selalu cukup dalam menghadapi masalah etika, hukum dan masalah sosial. Kemajuan dalam ilmu kedokteran membebankan biaya kesehatan yang sangat mahal, yang kompleksitasnya meningkat dan tergantung pada tim kesehatan profesional. Pasien menghadapi pemeriksaan yang membingungkan dan tidak nyaman, mahal dan kadang berbahaya. Kadang malah tidak perlu seandainya saja sejak awal telah dilakukan diagnosis klinis yang memadai. Pasien yang terlalu banyak, dan hilangnya penghargaan pasien sebagai manusia, dapat merusak hubungan dokter-pasien. Kita dapat memperpanjang hidup tapi kualitasnya berkurang.

Bacaan hari ini relevan dalam situasi sulit seperti itu. Tuhan Yesus menangangani sikap salah murid-murid-Nya, saat mereka berlomba mendapatkan tempat tertinggi di dalam Kerajaan-Nya yang akan datang. Mereka takkan dilayani. Tidak ada tempat bagi kesombongan dan kehormatan dalam kerajaan-Nya. Orang yang inginmenjadi terbesar atau terdahulu harus menjadi pelayan atau hamba. Kerendahhatian adalah sikap mutlak bagi orang Kristen. Murid-murid Kristus dalam kehidupan profesionalnya seharusnya mau berkorban, kehilangan waktu istirahat, tidur, waktu bersama keluarga dan rekreasi. Melayani dan memberi, dengan cara demikian kita mengikuti contoh Tuhan Yesus. Apakah sikap kita benar seperti itu?

Baca : Kejadian 1 : 26-30; Markus 10 : 35-45


Dikutip dari :
Sumber Hidup Praktisi Medis

Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag