Senin, 05 Oktober 2015

Ibadah yang Menuntut Biaya

Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Mazmur 34:2

Setelah melewati hari yang melelahkan mudah sekali kita melupakan perintah-perintah Alkitab agar kita memuji Allah. Ibrani 13:15 berbicara tentang 'korban syukur' yang bila dikaitkan dengan ketegangan dan keletihan kita sehari-hari mungkin tepat menganggap usaha untuk memuji Allah sebagai suatu pengorbanan. Sekalipun kita tidak sampai menderita seperti Ayub, kita sering merasakan bahwa untuk mengucapkan syukur dibutuhkan suatu usaha.

Beberapa minggu yang lalu, saya ke gereja dengan perasaan tak senang. Lelah karena sikap anak-anak yang menyusahkan, masalah transaksi rumah dan tugas membuat makalah yang sedang saya kerjakan minggu itu ternyata amat sukar. Saya tidak dapat ikut menyanyi ataupun berdoa sebelum kebaktian mulai, pendeta seakan mengetahui persoalan batin saya, menantang saya untuk 'memberikan korban syukur'. Saya menerima tantangan itu dan sesudah berdoa saya merasa bebas mengucapkan syukur. Ketegangan berlalu dan malam itu saya dapat tidur nyenyak dibandingkan seminggu sebelumnya.

Kita tidak perlu menyanyi sekuat-kuatnya untuk memuji Tuhan. Bacalah Mazmur 104, 107 atau 145 untuk mengangkat segala kekuatiran kita saat ini. Tujuan akhir hidup manusia adalah memuliakan Allah dan sekalipun hidup kita dapat menjadi saksi bisu, Dia senang mendengar pengucapan syukur kita. Berlatihlah memuji Allah ketika segalanya serba salah!"Sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada Tuhan, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa."(2 Sam 24:24)
Saya bahagia ketika segalanya menyenangkan,
namun kebahagiaan datang dan pergi;
sedangkan hati yang tinggal dalam Kristus Penebus 
selalu diurapi sukacita.
Kebahagiaan terjadi, tetapi sukacita abadi
ada dalam hati yang diam di dalam Yesus.

Allah Bapa di surga, ampuni kami atas kurangnya minat kami memuji Engkau sebagaimana seharusnya. Taklukkan kekuatiran kami dan tolong kami untuk mengingat rahmat-Mu setiap hari. Arahkan pikiran kami pada-Mu dan biarlah hidup kami menyaksikan keindahan damai-Mu.

Bacaan selanjutnya :
Mazmur 107 dan 145; Filipi 4:4-6

Dikutip dari : Diagnose Firman

Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag