Senin, 21 Maret 2016

Integritas di Bawah Ancaman

Siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!- 1 Korintus 10:12

Walaupun reputasi Hizkia sebagai raja Yehuda yang beriman baik, ia mengalami kejatuhan yang hebat. Raja Sanherib dari Asyur menyerbu kerajaannya dan merebut kota-kota bentengnya. Dalam keadaan panik, Hizkia mencoba menyogok Sanherib, memberi dia berton-ton perak dan emas dari rumah Tuhan. Barang-barang yang dipersembahkan untuk Tuhan diberikan kepada raja kafir.

Dalam kepanikannya, ketulusan hati Hizkia yang terkenal itu teringkari dan ia berkompromi dengan musuh. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-14 pemerintahannya. Dalam menjalani kehidupan kekristenan kita, betapa perlunya kita untuk tidak lalai atau meninggalkan semangat kita yang mula-mula sebagai "semangat anak muda". Kita dapat bernyanyi bersama dengan lagu pengabdian, tapi apakah kita bersungguh-sungguh dengan setiap katanya? "Tuhan, ambil hidupku ... tanganku ... langkahku ... lidahku ... hartaku ... diriku seutuhnya."

Meskipun disogok, pasukan Asyur tetap berbaris menuju Yerusalem. Hizkia diuji lagi oleh ejekan pemimpin pasukan Asyur, "...kepada siapa engkau berharap ...?" (2 Raj 18 : 20) Peristiwa ini "menyelidiki" hatinya, sebagaimana yang seharusnya kita lakukan. Apakah dia, dan kita, terus mengandalkan manusia, atau pertama-taman kepada Tuhan?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, dengan bijak Hizkia pergi ke rumah Allah yang dijarah, untuk kembali mencari pertolongan-Nya. Ia bertobat dari kegagalannya, dan kembali menegaskan imannya. Nabi Yesaya kemudian memberitakan pesan Tuhan yang menghibur Hizkia, "Jangan takut!" (2 Raj 19:1-6). Yesaya juga menubuatkan kejatuhan musuh yang akan segera terjadi. Maka, Tuhan dengan indahnya memulihkan iman Hizkia.

Kita juga dapat menemukan kekuatan bila "diserang" kata-kata penghiburan Paulus kepada Timotius. "Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban" (2 Tim 1:7)

Doa : ya Tuhan, tolonglah kami untuk berpaling kepada-Mu pada saat kami tertekan, belajar kembali bahwa mereka yang percaya sepenuhnya kepada-Mu akan mengalami bahwa Engkau sepenuhnya dapat diandalkan. Amin.

Baca : 2 Raja-raja 19:14-19; 35-36

Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag