Senin, 03 Oktober 2016

Kehidupan!

Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! ---Mazmur 47:2



Bagi banyak orang, hidup ini membosankan. Memang benar beberapa orang punya alasan untuk bersedih. Namun, ada orang lain yang tidak pernah merasa puas. Mereka menebarkan kemuraman seperti layaknya melemparkan potongan kertas kecil berwarna-warni untuk mempelai. Orang Kristen pun dapat bersikap seperti itu. Mungkin ini berkenaan dengan pandangan seseorang terhadap kehidupan. Ada perbedaan mencolok antara kepercayaan umum mengenai kehidupan dengan apa yang diajarkan Alkitab. Banyak orang berpikir seseorang hidup selama tanda-tanda vital dalam tubuhnya masih ada, yaitu darah yang bersikulasi, bernapas dan otaknya masih aktif. Apabila tanda-tanda vital ini berhenti, orang itu dinyatakan mati. Bagi orang sinis, hidup adalah proses kemerosotan yang menjemukan sampai usang. Sebaliknya, Alkitab menguraikan dimensi kehidupan yang kekal dan menyenangkan, dan memberitakan bahwa "karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Roma 6:23). Menurut Alkitab, kematian orang percaya secara jasmani hanyalah proses peralihan dari dunia ini kepada kehidupan kekal di hadirat Tuhan. Inilah sukacita yang luar biasa bagi orang percaya. Sangat berbeda dengan pikiran-pikiran bodoh orang yang belum percaya tentang surga yaitu tempat berfoya-foya memuaskan diri sendiri.

Sukacita kristiani bukanlah emosi yang hampa, atau pesta pora dan sukaria. Sukacita ini terpancar dari damai sejahtera dalam batin, yang mengantisipasi sukacita karena kita akan berada bersama Kristus untuk selama-lamanya. Sukacita ada pada orang Kristen secara pribadi maupun dalam jemaat. Jadi, sekarang ini orang-orang Kristen merasa senang dan bahagia di dunia. Jemaat yang tidak bersukacita, yang ditandai dengan ketidakbahagiaan, enggan memaafkan, suka menghakimi dan bebal, tidak mencerminkan kepastian akan keselamatan yang dimiliki orang percaya. Sikap Tuhan Yesus ketika Ia hidup sebagai manusia di dunia ini, sangat berbeda dengan sikap itu.

Hari ini, saat kita mengingat janji hidup kekal dari Kristus, mari kita menunjukan kebenaran Injil di depan umum dengan penuh sukacita, dalam menolong, mendukung dan memberi, bahkan ketika perjalanan hidup ini terasa sukar, penuh tantangan.


Baca: 1 Petrus 1:3-12

Disadur dari: Sumber Hidup Praktisi Medis 2002

Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag