Senin, 03 April 2017

Kemuliaan yang Melebihi Segalanya

Sebab itu, kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami diperbarui dari hari ke hari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, akan menghasilkan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya. 

---2 Korintus 4:16, 17



Sesuatu yang besar bisa terlihat kecil dan yang kecil bisa terlihat besar tergantung sudut pandang kita. Pandangan Rasul Paulus terhadap dunia menjadi lebih jelas karena ia berada di dalamnya bukan menjadi bagian daripadanya ---walau ia sering menanggung kesengsaraan yang terkadang membuat ia putus asa (2 Korintus 1:8). Dari sudut pandang rancangan dari segala sesuatu yang kekal, ia dapat memandang persoalan-persoalan duniawi ini hanya sebentar dan relatif ringan. Hidup baru dalam Kristus seharusnya mengubah sudut pandang kita daripada yang kelihatan kepada yang tidak kelihatan, dari yang bersifat sementara kepada yang kekal.

Berapa seringkah kita memandang kesulitan dalam terang ini? Kita bekerja diantara pasien dan keluarga yang menderita. Kita merasa tidak berdaya karena tidak mampu menyembuhkan, bahkan memberikan penghiburan yang tepat. Pekerjaan kita dapat melelahkan dan menegangkan, kadang-kadang memudarkan semangat. Justru saat itulah kita harus mengubah sudut pandang dan memusatkan pandangan kita kepada Tuhan Yesus. Sebagai sumber dan pelopor iman kita, Ia memikul beban ini dan banyak lagi.

Rasul Paulus juga menyuruh kita melihat besarnya kemuliaan yang akan datang, yang semata-mata bukan sebagai imbangan, tapi begitu besarnya kemuliaan itu sehingga kesusahan duniawi menjadi ringan. Tujuan akhir kita adalah surga, dan tidak ada lambang dalam Alkitab, apakah itu mahkota atau permata atau pun terang, yang dapat menolong kita membayangkan kemuliaannya. Dalam memikul beban kesusahan sekarang ini, kita dipersiapkan untuk pulang ke rumah surgawi kita, dan memperoleh kemuliaan yang bahkan jauh lebih besar disana.

Mengalihkan pandangan kita kepada Tuhan Yesus berarti mulai memahami dunia ini dalam terang kekekalan dan mendapati bahwa kesusahan kita memang benar-benar lebih ringan. Dengan memandang akhir perlombaan itu kita akan termotivasi untuk menyelesaikannya lebih baik.


Baca: Kolose 3:1-4; Roma 5:1-5

Penulis : Sarah Ross
Dalam Sumber Hidup Praktisi Medis

Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag