Senin, 19 November 2018

Buah Roh atau Buah Daging

          Seseorang mengirim surat kepada Dr. Morris Cerullo. Dia menyatakan bahwa, penyakit kataraknya telah sembuh tanpa operasi dokter, tetapi dengan menggunakan doa yang dikirimkan oleh penginjil tersebut.1

          Seorang arsitek dari Toronto memberi kesaksian dalam ibadah di gereja Airport Vineyard. Ia telah sembuh dari keretakan pada tulang punggung yang mengakibatkan dirinya sulit bergerak dan harus istirahat kerja selama 4 tahun, karena telah didoakan dalam ibadah tersebut pada tahun lalu.2

          Di Indonesia, ada juga orang yang sembuh dari sakit-penyakit setelah menerima Holy Laughter. Ruth, tidak pincang lagi. Dan Kenny, tidak sesak napas lagi.3 Namun, ada seorang hamba Tuhan yang mendoakan supaya kakeknya sadar dari koma dan sembuh dari penyakitnya. Tapi kakek itu tak sadar dari komanya sampai meninggal dunia. Tujuh tahun kemudian, ayahnya terserang kanker. Setiap hari dia berdoa supaya ayahnya sembuh. Tetapi kanker itu merengut nyawa ayah yang dikasihi dan telah menjadi anak Tuhan itu.4

          Sama-sama sakit dan sama-sama didoakan oleh orang Kristen, mengapa ada yang sembuh dan mengapa ada yang tidak sembuh? Apakah yang sembuh telah menerima kesembuhan ilahi dan yang tidak sembuh tidak mengalami kesembuhan ilahi? 


Derita Sakit-Penyakit

          Sebelum melihat tentang kesembuhan Ilahi, perlu kita mengerti, mengapa manusia menderita sakit-penyakit. Ada beberapa prinsip dalam pokok Alkitab yang menunjukan akar dan penyebab semua penderitaan manusia, termasuk penyakit dalam dunia ini. Dalam Kejadian 1:31 dinyatakan bahwa "... Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik." Secara total "baik" artinya tanpa penderitaan, tanpa kesakitan, tanpa kejahatan dan tanpa tragedi.5 Tetapi dalam Kejadian 3:16-17 disebutkan tentang akibat dosa yang telah dilakukan manusia. Dari sanalah muncul kesakitan dan kematian. 

          Akibat dosa, mempengaruhi tubuh.6 Pada saat manusia mulai makan dari pohon yang dilarang itu, ia menjadi makhluk yang akan mati. Pencemaran yang mematikan mulai bekerja seketika itu juga. Kesakitan dan derita yang akan dialami laki-laki maupun wanita, timbul dari pelanggaran mereka.7 Ini tidak berarti bahwa setiap penyakit merupakan akibat langsung perbuatan dosa seseorang (Ayub 1,2; Yohanes 9:3; 2 Korintus 12:7). Maksudnya adalah pada hakekatnya, penyakit fisik dan mental merupakan akibat dosa Adam. Kita manusia sebagai keturunannya mengalami akibat tersebut. Dan dampak dosa bagi lingkungan jelas berubah. Semula mereka berada dalam lingkungan yang pali indah dan sempurna, kini terpaksa tinggal di lingkungan yang ganas dan tidak sempurna.8

          Jadi, tidaklah mengherankan bila di dunia ini sama sekali tidak ada orang yang memiliki kesehatan yang sempurna. Hal ini berkaitan dengan jatuhnya manusia pertama ke dalam dosa.9


Tentang Kesembuhan Ilahi

          Kita mengerti sekarang, bahwa derita sakit-penyakit adalah karena dosa manusia. Tetapi Allah itu baik (Roma 8:28-29). Yang disebut kebaikan itu bukan berarti orang yang telah menjadi umat Allah bebas dari sakit-penyakit. Kebaikan itulah maksud Allah, yaitu supaya kita menjadi serupa dengan gambaran Tuhan Yesus Kristus.10 Hal senada juga dinyatakan oleh Witness Lee.11  Dan maksud itu mendapat prioritas di atas segala sesuatu dan Allah tidak akan membiarkan apa pun mengganggu pekerjaan-Nya yang besar itu di dalam kehidupan seorang Kristen. Berati penyembuhan dapat ditunda... bahkan tidak disembuhkan.12

          Allah telah menjelma menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus. Dia mati di kayu salib untuk menanggung dosa manusia dan bilur-bilur-Nya menyembuhkan manusia yang percaya kepada-Nya (1 Petrus 2:24). Penyembuhan dari Juru Selamat itu terutama dalam bentuk rohani, bukan jasmani.13 Penyembuhan dari kematian. Kita dahulu mati karena dosa (Efesus 2:1), tetapi penderitaan kematian Kristus telah menyembuhkan kematian kita sehingga kita dapat hidup dalam kebangkitan-Nya.14 Manusia akan mengalami bukan saja kematian fisik, tetapi juga kematian kekal. Namun kematian Kristus membawa kepada kehidupan kekal.15

          Manusia akan bebas dari derita dan sakit-penyakit pada waktu Kristus datang kembali (1 Yohanes 3:2). Maut dan penyakit akan dilenyapkan dari umat percaya untuk selama-lamanya (Filipi 3:20-21). Itulah kehidupan kekal.

Memang, ketika bertugas di dunia Tuhan Yesus juga menyembuhkan sakit secara jasmani. Tapi seringkali Dia menyuruh orang untuk tidak menyiarkannya (Matius 8:8, Markus 5:43, 7:36). Ini karena Tuhan Yesus sendiri tidak menghendaki orang-orang menjadi percaya hanya dengan tujuan memperoleh tanda ajaib dan mujizat.16  Dan dalam peristiwa tanda-tanda dan mujizat yang dilakukan-Nya, pertobatan dan iman tidak selalu mengiringinya. Ada kalanya pertobatan dan iman terjadi tanpa adanya tanda-tanda dan mujizat.17

          Bila Allah menghendaki penyakit sembuh, Allah bermaksud supaya orang itu menjadi serupa dengan Kristus. Allah menyembuhkan bisa melalui karunia iman, karunia kesembuhan atau melalui cara-cara medis. Jika orang Kristen sakit ingin beriman untuk kesembuhan, ia harus pasti bahwa Allah telah memberi iman itu kepadanya. Jika tidak memilikinya ia harus mencari pertolongan dokter, pertolongan medis telah disediakan Allah.. obat-obatan dan dokter (seperti Lukas) juga dari Allah.18

          Ada contoh tragis. Hobert Freeman yang tinggal dekat Fort Wayne, Indiana; mengajarkan bahwa Allah menghendaki penyembuhan semua penyakit orang-orang percaya, tanpa jasa medis (memaksa Allah dengan kehendaknya sendiri). Akibatnya, lebih dari 50 anggota 19 gereja termasuk bayi-bayi meninggal karena menolak jasa medis.19

          Jika Allah menghendaki kesembuhan melalui karunia penyembuhan, perhatikanlah I Korintus 12:4-12. Roh yang memberi macam-macam karunia adalah untuk kepentingan bersama (ayat 7), bukan untuk kepentingan golongan maupun penginjil tertentu. Karunia-karunia itu menyinggung persekutuan dan karena itu harus dipakai untuk kesejahteraan persekutuan itu sebagai keseluruhan, supaya karunia itu membawa keharmonisan dan Roh Allah memegang kendali secara berdaulat.20  Jadi Allah tidak bisa didikte atau disuruh, dan manusia tidak bisa memaksa-Nya dengan bergulingan, rebah, melompat-lompat apalagi tertawa tanpa kendali.

          Apabila Allah menghendaki penyakit tidak disembuhkan, Allah juga bermaksud supaya si penderita menjadi semakin serupa dengan Kristus. Fanny Crosby seumur hidup buta, namun menulis beratus nyanyian rohani, telah memberi semangat dan menghibur orang-orang Kristen. Begitu juga Ken Medema yang buta, mengubah derita penyakit menjadi puji-pujian akan kemuliaan Allah. John Milton, yang meski buta mengarang buku Paradise Lost, yang memuliakan dan memuji kebesaran Allah. Para utusan Injil seperti, David Livingstone, William Carey, Amy Carmichael dan sebagainya. Mereka menderita sakit penyakit, tetapi mereka menjadi semakin serupa dengan Kristus.

          Seorang rasul besar; Paulus, memiliki duri dalam daging yang kalau dirasakan mengganggu pelayanannya. Tetapi dengan itu hidup Kristus makin nyata dalam hidup dan matinya (Filipi 1:20).


Buah Daging atau Buah Roh?

          Prinsip ajaran Gerakan Zaman Baru beranggapan bahwa, manusia dalam dirinya mempunyai potensi untuk mengolah tenaga batin dan tenaga alam untuk dirinya sendiri dan dalam usahanya menguasai keberuntungan dan kesehatan dirinya.21

          Jadi kesehatan dan keberuntungan merupakan hasil usahanya dan untuk kepentingannya sendiri. Cara mencapai usaha ya, memakai caranya sendiri. Sedangkan yang ditekankan dalam ajaran Word of Faith adalah sehat dan makmur yang dilihat dan diukur secara lahiriah. Hidup yang berkelimpahan materi dan kesehatan yang sempurna adalah tujuannya. Di luar ini bukanlah kehendak Allah.22

          Di samping itu, manusia adalah alah-alah kecil sehingga mereka menganggap diri mereka memiliki sifat keallahan yang ditunjukkan dengan "kesembuhan pelepasan... kemakmuran uang, mental... fisik dan kemakmuran keluarga.”23

          Kemudian Vineyard Fellowship dengan ajaran Signs and Wonders menekankan, bahwa iman yang berhasil dibuktikan dengan tanda-tanda dan mujizat, tidak beriman. Jadi, ajaran-ajaran itu mengajarkan orang untuk mencintai dunia dan dirinya sendiri dan tidak menekankan sikap hidup berkorban dan memperhatikan sesamanya.

          Rasul Paulus menasehati orang percaya di Filipi dan relevan untuk orang percaya masa kini, bahwa tujuan umat Allah hidup di dunia adalah untuk memberi buah (Filipi 1:21-22). Karena terbatasnya tempat, berikut ini penulis kutip buah Roh Pentakosta (dari Kisah Para Rasul) dalam buku Toronto Blessing karangan Ir. Herlianto, M.Th. Buah-buah itu adalah:

1. Keberanian para rasul untuk bersaksi dan berkorban demi pemberitaan firman Yesus (1:8; 2:14; 4:13).
2. Mereka memberitakan pertobatan, penebusan Kristus, kebangkitan kebangunan Mesias (2:21-24; 31-32; 38; 4:12) dan menTuhankan Yesus (2:36)
3. Pelayanan para rasul disertai kuasa dan mujizat; terjadi kebangunan rohani yang menghasilkan pertobatan dan perubahan hati.
4. Mereka hidup dalam kasih karunia yang melimpah, tetapi tidak diukur dan dilihat secara lahiriah (4:33).
5. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul (2:42).
6. Mereka hidup dalam persekutuan berjemaat, dibabtis dan perjamuan kasih (2:42).24

          Adalah kenyataan sepanjang sejarah umat manusia, mereka lebih terpikat akan sesuatu yang tidak biasa, dan sesuatu yang hebat.25 Begitu mendengar atau melihat sesuatu yang mengherankan dan lain dari yang lain, mereka mudah tergoda dan terpikat.

          Bila kesembuhan Ilahi adalah merupakan buah Roh, itu berasal dari Allah untuk membawa manusia menjadi serupa dengan Kristus. Kesembuhan itu bisa melalui karunia iman atau karunia menyembuhkan, juga melalui jasa medis serta obat-obatan. Dalam kesembuhan Ilahi, penderita masih bisa menderita sakit jasmani, karena yang terutama adalah sembuh secara rohani. Dan si penderita menang atas derita sakit penyakit dan hidup memuliakan Allah.

          Jadi, bagaimana orang yang sembuh karena hasil doa kiriman Dr. Morris Cerullo atau karena Holy Laughter, silahkan dinilai apakah kesembuhan itu merupakan buah Roh atau buah daging.



Sumber Acuan:

1. Bahana, Juni 1994, 70.
2.   "  , Mei 1995, 36.
3. Ibid.,  52.
4. Christianity Tiday, November 16, 1983.
5. Billy Graham, Hingga Harmagedon, 74.
6. Charles Ryrie, Teologi Dasar I, 294.
7. Thiesen, Teologi Sistematika, 281.
8. Ibid., 282.
9. Richard A. Sipley, Mengerti Kesembuhan Ilahi, 136.
10. Ibid., 105.
11. Witness Lee, Perjanjian Baru, 788.
12. Sipley, 106.
13. Graham, Roh Kudus, 258.
14. Lee, 1395.
15. Bibliotheca Sacra, January 1965, 50.
16. Herlianto, Toronto Blessing, 73.
17. Obid.
18. Graham, Roh..., 261.
19. Christianity Today, November 16, 1983; 13.
21. Herlianti, 76. 
22. Ibid., 32.
23. Ibid., 29.
24. Ibid., 30.
25. Graham, Roh ..., 256.
26. Herlianto, 76.


_____________________________________________
Buah Roh atau Buah Daging oleh Nanni. M. Priyono, S.Th
Dalam Majalah Samaritan Edisi 1 Tahun 1999.




Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag