Jumat, 30 November 2018

Tubuh Orang Percaya = Bait Roh Kudus

Chock Kuk Sui, pakar dalam ilmu dan seni penyembuhan dengan tenaga prana menyatakan bahwa "prana atau ki, adalah energi vital atau tenaga hidup yang disebut pneuma oleh orang Yunani, mana oleh orang Polinesia, dan ruah (nafas kehidupan) oleh orang Yahudi."

Dari matahari dihasilkan prana matahari yang memperkuat dan yang dapat diserap selama berjemur di bawah matahari dan minum air yang terpapar sinar matahari. Dari udara dihasilkan prana ozon yang paling efektif bila dihirup melalui pernafasan berirama yang lambat dan dalam dan melalui pusat energi (disebut: cakra) dari aura-dalam dan aura-luar kita, yang merupakan tubuh halus (eterik) atau pembungkus. Dari tanah dihasilkan prana bumi yang masuk ke dalam diri kita melalui telapak kaki. 

Selanjutnya Choa Kok Sui mengatakan, pohon dan tanaman menyerap prana dari matahari, udara, dan tanah serta memancarkan sejumlah besar kelebihan prana. Beberapa pohon tertentu, misal pohon pinus atau pohon raksasa yang sehat dan tua, memancarkan sebagian besar kelebihan prananya. Orang yang lelah atau sakit banyak mendapatkan manfaat dengan berbaring atau beristirahat di bawah pohon tersebut. Hasil yang lebih baik dapat diperoleh dengan meminta secara lisan kepada pohon itu untuk membantu orang yang sakit menjadi sembuh.


Tubuh Bioplasmik

Para pewaskita dengan menggunakan kemampuan psikis telah mengamati setiap orang dikelilingi dan dirasuki tubuh energi bercahaya yang disebut tubuh bioplasmik. Tubuh bioplasmik berarti tubuh energi yang hidup yang terbentuk dari bahan halus yang tidak tampak atau bahan eterik.

Penyembuhan dengan tenaga prana didasarkan atas struktur keseluruhan tubuh manusia. Tubuh seseorang sebenarnya terdiri dari dua bagian: tubuh fisik dan tubuh energi yang tidak tampak atau tidak kelihatan yang disebut tubuh bioplasmik.

Seperti halnya tubuh fisik yang mempunyai pembuluh darah dengan aliran darah di dalamnya, tubuh bioplasmik mempunyai saluran bioplasmik halus yang tidak tampak atau meridian dengan aliran ki dan bahan bioplasmik di dalamnya dan didistribusikan ke seluruh tubuh. Dalam ilmu yoga saluran-saluran disebut nadi mayor dan nadi minor. Melalui saluran tersebut mengalir prana atau ki yang memberi makan dan memperkuat seluruh tubuh.

Tubuh bioplasmik menyerap, mendistribusikan, dan memberikan energi dengan prana atau ki ke seluruh tubuh fisik. Tanpa prana seluruh tubuh akan mati. Tubuh bioplasmik bertindak sebagai cetakan atau pola untuk tubuh fisik. Tubuh fisik dibentuk dari tubuh bioplasmik, jika salah satu sakit, maka yang lain juga akan sakit, dan jika salah satu sembuh yang lain juga menjadi sembuh. Tubuh bioplasmik melalui sinar kesehatan dan aura bertindak sebagai bahan pelindung terhadap kuman penyakit dan bahan bioplasmik yang berpenyakit.



Pendekatan Theologis

Pendekatan praktis membuktikan penyembuhan dengan tenaga prana memberikan indikasi bahwa power/kuasa yang memungkinkan terjadinya penyembuhan disebabkan oleh kekuatan dan kuasa yang datangnya dari prana atau ki, dan penyembuh merupakan sarana penyalur kuasa penyembuhan.

Ditinjau dari etimologi, istilah prana atau ki apabila dihubungkan kepada Teologia Perjanjian Lama, dari bahasa Ibrani ruah memiliki arti jamak yakni: Roh Allah (Kej.1:2), nafas hidup (Kej.2:7), Roh Kudus (Yes.63:10), roh-roh jahat/setan-setan (Ul.32:7). Perjanjian Baru, dari bahasa Yunani pneuma memiliki arti jamak, yakni: Roh Allah (Mat.12:28), Roh Kudus (Mat.1:20), Roh Kristus (Rom.8:9), Roh Yesus (Kis.16:7), Roh Kebenaran (Yoh.14:6), roh-roh jahat (Mat.10:1).

Para pakar dunia "Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana" pada dasarnya membangun hipotesa mereka diatas pengertian istilah "prana" adalah energi vital atau tenaga hidup dan nafas kehidupan dari dunia mistik. Hal ini dapat dibuktikan dalam berbagai literatur, di antaranya salah satu pakar dalam dunia ini ialah Choa Kok Sui, ia mempraktikan penyembuhan dengan tenaga prana didahului pegalaman dan pengetahuannya dengan dunia mistik, pedukunan, dunia ramal, dunia yoga. Hal ini dinyatakan dalam bukunya "Ilmu dan Seni Penyembuhan Dengan Tenaga Prana, Sebuah Tuntunan Praktis". Dalam pendahuluan bukunya ia berkata: "Pengarang pada usia sangat muda telah sangat tertarik dengan yoga, fenomena psikis, mistik, ki kung Cina (seni mengumpulkan tenaga dalam)...da juga telah melakukan hubungan yang akrab dengan para ahli yoga, penyembuh, pewakita, praktisi ki kung Cina dan beberapa orang aneh yang mempunyai kontak telepati dengan guru spiritual mereka".

Penjelasan dan pemahaman di atas membuktikan, bahwa penggunaan istilah "prana" di dalam penyambuhan dengan tenaga prana dihubungkan kepada dunia mistik, dunia supranatural, bahwa dunia ini tidak berasal dari Allah di dalam Tuhan Yesus, melainkan datangnya dari roh-roh jahat, iblis, kuasa kegelapan (bandingkan Mat.10:1, Ef.6:11-12).



Tinjauan Teologis

Para pakar ilmu dan seni penyembuhan dengan tenaga prana meyakini, bahwa sumber utama "prana" dihasilkan dari matahari, udara, dan tanah/bumi. Bertolak dari pemahaman penggunaan istilah prana yang berpusat pada roh-roh jahat yang menyatakan kuasanya. Dalam hubungan dengan matahari, udara, dan tanah/bumi, firman Allah mengungkapkan, dimensi pemujaan kepada Rimon-Dewa matahari (lih.2Raj.5:18), pemujaan kepada Asytera-Dewi kesuburan tanah (2 Raj.23:4,6) dan melawan tipu roh-roh jahat di udara (lih.Ef.6:12). Dimensi ini mengungkapkan tabir kegelapan yang menggunakan unsur-unsur semesta (kosmos) memberi jaminan semu untuk bertindak dan menyamar sebagai "Malaikat terang" (lih.2 Kor.11:14) menjadi sumber utama prana. Dengan demikian, penyembuhan dengan tenaga prana kembali memperilah roh-roh jahat di udara (paham animis) dan ketergantungan pada kuasa dalam alam semesta (paham panteisme). 

Penjelasan di atas memberikan indikasi, bahwa penyembuh-penyembuh dengan tenaga prana menerima kuasa untuk membuat mujizat kesembuhan yang datangnya dari iblis, roh-roh jahat sebagai sumber pemberi kuasa, seperti yang dikatakan firman Tuhan: "Hal itu tidak usah mengherankan, sebab iblis menyamar sebagai Malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka." (2 Kor.11:14-15).

Kelihatannya puncak dari pergeseran usaha manusia memperilah yang lain dan meninggalkan Penciptanya itu adalah usahanya memperilah "diri/aku" (self) manusia itu sendiri. Manusia ingin menjadi seperti Allah (bandingkan tipu daya iblis mulai dari Kitab Kejadian 3:5).



Pandangan Theologis tentang Tubuh Bioplasmik

Tubuh bioplasmik memainkan peran penting dalam penyembuhan dengan tenaga prana. Alasannya adalah, karena setiap orang dikelilingi dan dirasuki tubuh energi bercahaya yang disebut tubuh bioplasmik. Pandangan ini berarti menolak karya ciptaan Allah yang mulia terhadap manusia yang dinyatakan oleh Firman Allah: "Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, ... Maka Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, menurut gambar-Nya diciptakan-Nya dia, laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka ... Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk hidup." (Kej.1:26-27; 2:7). Allah tidak menciptakan dua bentuk tubuh bagi setiap orang seperti yang diungkapkan oleh para penyembuh dengan tenaga prana. Dengan demikian tubuh bioplasmik tidak dapat diterima sebagai pola untuk tubuh fisik.

Dari penjelasan di atas terbukti, iblis, roh-roh jahat memutarbalikan kebenaran Allah tentang penciptaan tubuh manusia menurut gambar dan rupa Allah. Rekayasa ini dimaksukan agar manusia meragukan iman mereka kepada Allah dan firman-Nya di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Pokok kedua dari pengrtian tubuh manusia menurut Alkitab PB, bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan dan Juruselamatnya dinyatakan, "bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu (1 Kor.6:19-20). Pernyataan firman Allah ini sekaligus menolak pandangan "tubuh bioplasmik" yang dibangun oleh iblis untuk meragukan tubuh orang yang percaya kepada Kristus sebagai "bait Roh Kudus".



Praktik Penyembuhan Pranik dalam Terang Firman Allah

Para penyembah tenaga prana harus mengikuti latihan-latihan untuk memiliki kepekaan terhadap kekuatan dan kuasa tenaga "prana" yang dimilikinya, juga agar memiliki kepekaan akan kerusakan bagian dari tubuh bioplasmik yang berdampak pada tubuh fisik. Latihan ini tidak lepas dari dunia mistik dan relasi dengan pewastika/peramal/tukang sihir/petenung, maka "penyembuh pranik melibatkan penggunaan prana dan manipulasi bahan bioplasmik tubuh penderita" yang dalam praktiknya bergantung pada kekuatan "spiritisme" dan itu tidak lain dari dunia roh-roh jahat, suatu bentuk pemujaan kepada dunia roh.

Memperhatikan praktik penyembuhan yang pada prinsipnya sama dengan praktik akupunktur dan refleksiologi menunjukan, bahwa praktik penyembuhan dengan tenaga prana berdasarkan Ulangan 18:10-13 adalah suatu kekejian di hadapan TUHAN. Setiap orang yang beriman kepada Tuhan yesus dan meyakini Alkitab adalah firman Allah, haruslah dengan tegas menolak praktik ini. Orang percaya telah diingatkan oleh Tuhan Yesus dalam khotbah-Nya di bukit: "... bahwa banyak orang membuat mujizat bahkan demi nama-Nya namun hanya manipulasi semata-mata, pada akhirnya mereka ditolak dan tidak ada tempat dalam Kerajaan Sorga (lihat Matius 7:21-23).

Dari uraian diatas dapat disimpulakn (1) tenaga dalam sebagai kekuatan yang inherent dalam diri manusia (dunia yoga=prana=chi/zen=ki) disalurkan dalam praktik penyembuhan (2) ayat-ayat dari kitab suci dari berbagai agama di dunia digunakan sebagai doa, hal sinkretisme, dan dijadikan sebagai mantera dalam praktik penyembuhan (3) tidak diragukan lagi bahwa dunia penyembuhan dengan tenaga prana adalah praktik perdukunan atau tukang sihir atau 'orang pintar'.

Kesimpulah dari sudut iman Kristen (1) setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan meyakini Alkitab adalah firman Allah harus tegak menolak praktik ini (2) karena tubuh orang percaya adalah bait Roh Kudus untuk memuliakan Allah, maka apabila orang percaya yang telah masuk dalam praktik atau telah disembuhkan dengan cara prana, hendaklah ia segera minta didoakan oleh hamba Tuhan untuk dilepaskan dari ikatan tipu muslihat iblis (lihat Mat.18:18-19)


______________________________________________
"Tubuh Orang Percaya = Bait Roh Kudus" oleh Pdt. Yunus Leiwakabessy, M.Div dalam Majalah Samaritan Edisi 1 Tahun 1999.

Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag