Tampilkan postingan dengan label Intermezzo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intermezzo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Mei 2012

Mahalnya Biaya Konsultasi Psikiater



Shakey pergi ke psikiater. "Dok," katanya, "Saya punya masalah. Setiap kali saya naik ke tempat tidur, saya berpikir ada seseorang di bawah tempat tidur. Anda harus membantu saya, saya akan gila!"

"Datanglah kepadaku tiga kali seminggu selama dua tahun," kata psikiater, "dan aku akan menyembuhkan ketakutan Anda."

"Berapa biayanya?"

"Seratus dolar per kunjungan."

"Wah, kalau begitu aku memilih tidur dengan masalah itu," kata Shakey.

Enam bulan kemudian dokter bertemu Shakey di jalan. "Kenapa kau tidak pernah datang menemui saya lagi?" tanya psikiater tersebut.

"Terlalu mahal! Tukang koran saya memberi solusi cukup dengan sepuluh dolar."

"Begitukah? Bagaimana?"

"Dia menyuruh saya memotong kaki tempat tidur saya!"

Ketawa.com

Rabu, 04 April 2012

Pemenang kehidupan

Ada 2 org ibu memasuki toko pakaian & ingin membeli baju.

Ternyata pemilik toko lagi bad mood sehingga tidak melayani dgn baik, malah terkesan buruk, tidak sopan dgn muka cemberut.

Ibu pertama jengkel menerima layanan yg buruk seperti itu...

Yg mengherankan, ibu kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan pd penjualnya.

Ibu pertama bertanya, “Mengapa Ibu bersikap demikian sopan pd penjual yg menyebalkan itu?”

Lantas dijawab “kenapa aku hrs mengizinkan dia menentukan caraku dlm bertindak? Kitalah penentu atas hidup kita, bukan org lain.”

"Tapi ia melayani kita dgn buruk sekali" bantah Ibu pertama.

"Itu masalah dia. Kalau dia mau bad mood, tdk sopan, melayani dgn buruk dll, toh tdk ada kaitannya dng kita.

Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur & menentukan hidup kita, padahal kita yg bertanggung jawab atas diri kita," jelas Ibu kedua.

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan org lain.

Kalau org memperlakukan kita buruk, kita akan membalasnya dgn hal yg buruk juga & sebaliknya.

Kalau org tdk sopan, kita akan lebih tdk sopan lagi.

Kalau org lain pelit pd kita, kita yg semula pemurah tiba² jadinya demikian pelit, kalau hrs berurusan dgn org tsb. Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan org lain.

Kalau direnungkan, sebenarnya betapa tdk arifnya tindakan kita,

kenapa utk berbuat baik saja, hrs menunggu org lain baik dulu?

Jagalah suasana hati kita sendiri, jgn biarkan sikap buruk org lain menentukan cara kita bertindak!

Kita yang bertanggungjawab atas hidup kita, bukan org lain...

Hidup kita terlalu berharga...,

oleh sebab itu:

"Make Your Self Have a Meaning for Others!!"

Pemenang kehidupan adalah org yang tetap sejuk di tempat yg panas, yg tetap manis di tempat yg sangat pahit, yg tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar dan yg tetap tenang di tengah badai yg paling hebat. Have a nice day.

Jumat, 30 Maret 2012

Film yang bercerita tentang pasien yg terkena kanker payudara.

Saksikan film televisi "Derita Dinda", sebuah film yang diangkat dari kisah nyata yang bercerita tentang pasien yg terkena kanker payudara.
Tayang di TVRI tgl 31 Maret 2012, pkl. 11.00 WIB.
Ini merupakan FTV penyuluhan ttg kanker payudara
  • Dipersembahkan oleh :
  • Divisi Bedah Onkologi FKUI/RSCM
  • Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI)
  • Yayasan Kanker Indonesia (YKI)
  • LSM for publik
(^_^) # untuk kemajuan kesehatan Indonesia.


Rabu, 10 Agustus 2011

Kelihatan baik

Question 1:

Jika kamu mengetahui seorang wanita hamil, yg sudah memiliki 8 org anak, 3 diantaranya tuli, 2 diantaranya buta, 1 org keterbelakangan mental & wanita tsb terkena sipilis, apakah anda akan merekomendasikan ia untuk melakukan aborsi?

Bacalah pertanyaan selanjutnya dahulu sebelum melihat jawaban utk pertanyaan ini

Question 2:

Sekarang waktunya utk pemilihan pemimpin dunia baru & hanya suara anda yg akan dihitung. Berikut ini adalah fakta dari ke tiga kandidat terpilih:

Candidate A -

Bekerja sama dgn politisi yg tidak jujur & konsultasi dgn astrologis. Ia memiliki 2 istri. Ia jg merokok dan minum 8 - 10 martini perhari.

Candidate B -

Ia dikeluarkan dari kantor 2x, tidur sampai siang, pemakai opium waktu sekolah & minum seperempat whiskey tiap mlm.

Candidate C -

Ia adalah pahlawan perang, vegetarian, tdk merokok, minum bir kadang-kadang & tdk prnh selingkuh.

Kandidat mana yang akan kamu pilih?

Buat keputusan, jgn mengintip, then scroll down for the answer.

Candidate A: is Franklin D. Roosevelt.

Candidate B: is Winston Churchill.

Candidate C: is Adolph Hitler.

And, by the way, jwaban utk pertanyaan aborsi:

Jika jawabanmu IYA, km baru sj membunuh Beethoven.

Cukup menarik bukan? Membuat org berpikir sebelum menilai seseorang

Jgn pernah takut mencoba sesuatu yg baru

Remember:

Amatir membuat bahtera nuh

Profesional membuat titanic

Tetapi manakah yg tengelam?

Itu kenapa sesuatu yg kelihatannya sempurna blum tentu sempurna,demikian pula sesuatu yg buruk menurut penilaian orang, bisa menjadi luar biasa

So...

Be WISE & Don't Judge Others by the Cover !!

Yg keliatan Baik blm tentu Baik..

Selasa, 08 September 2009

Integral Mission in Medical Practice

Bersyukur dan memuji Tuhan atas berlangsungnya acara Integral Mission in Medical Practice pada tanggal 6 September 2009 di Aula Rs. Cikini.

Sangat bersyukur atas kehadiran adik-adik mahasiswa FK/FKG, Ko-ass, Perawat, dr dan drg, yang sudah digerakkan Tuhan untuk menikmati berkat-berkat Tuhan yang melimpah lewat kebersamaan dan persekutuan. Menikmati fellowship dan Firman Tuhan yang disampaikan oleh hambaNya yang sudah diurapiNya untuk acara ini, para pembicara dan pelayan Tuhan saat itu.

Memuji Tuhan untuk setiap berkat yang dinikmati..setiap motivasi...dan setiap nasihat Firman Tuhan melalui DR. Vinoth Ramachandra, Penerjemah : dr. Theo, Moderator : dr. Yusak Siahaan.

Berdoa senantiasa agar Firman Tuhan & teladan yang sudah dibagikan melalui acara ini boleh terus menumbuhkan kerinduan setiap yang hadir untuk terus mau dibina dan diutus (bermisi) sebagai utusan Tuhan di bidang medis.


Soli Deo gloria !!

Senin, 17 Agustus 2009

Dirgahayu Indonesia

Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 64... Semoga negeri ini senantiasa mendapatkan kasih karunia dari Tuhan, terus diberkati agar dapat menuju masyarakat yang sejahtera....
We proud to be Indonesian...
God bless yo
u....Indonesia....


Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Selasa, 19 Mei 2009

All the glory must be to The LORD....

Bersyukur & memuji Tuhan atas berlangsungnya acara GATHERING PASKAH MEDIS pada tanggal 17 Mei 2009 yang lalu.

Sangat bersyukur atas kehadiran adik-adik mahasiswa FK/FKG, Ko-ass, Perawat & kakak-kakak Alumni yang sudah digerakkan Tuhan untuk menikmati berkat-berkat Tuhan yang melimpah lewat kebersamaan dan persekutuan menikmati fellowship & Firman Tuhan yang disampaikan oleh hamba-hambaNya yang sudah diurapiNya untuk acara ini, para pembicara dan pelayan Tuhan sat itu.

Memuji Tuhan untuk setiap berkat yang dinikmati..setiap motivasi...dan setiap nasihat Firman Tuhan melalui Kak Ria Pasaribu, dr. Dodi Hendradi, dan dr. Artono Isharanto dalam talkshow & sharing yang dipandu dr. Yusak Siahaan.

Berdoa senantiasa agar Firman Tuhan & teladan yang sudah dibagikan melalui acara ini boleh terus menumbuhkan kerinduan setiap yang hadir untuk terus mau dibina dan diutus (bermisi) sebagai utusan Tuhan di bidang medis.

Soli Deo gloria !!

Rabu, 11 Maret 2009

Apakah Anda Pendukung Aborsi ?

Apakah Andamenganjurkan aborsi pada keempat kasus berikut ini?
  1. Ada seorang pendeta dan isterinya yang sangat miskin. Mereka telah mempunyai 14 anak. Dan sekarang isterinya mengandung anak yang ke-15. Memperhatikan kemiskinan mereka dan semakin banyaknya penduduk dunia, apakah Anda menganjurkan aborsi?
  2. Sang ayah sakit kelamin, sang ibu mengidap TBC. Mereka mempunyai empat anak. Yang pertama buta, yang kedua mati, yang ketiga tuli dan yang keempat juga terkena TBC. Dan ternyata ia hamil lagi. Mengingat kondisi yang sangat ekstrim ini apakah Anda menganjurkan aborsi?
  3. Seorang pria kulit putih telah memperkosa seorang gadis berkulit hitam berumur 13 tahun dan ia hamil. Kalau Anda orangtuanya apakah Anda menganjurkan aborsi?
  4. Seorang gadis belasan tahun hamil. Ia telah bertunangan. Tunangannya bukanlah ayah anak yang dikandungnya, dan sang tunangan itu merasa sangat terpukul. Apakah Anda menganjurkan aborsi?

Bila Anda menganjurkannya maka:

  1. Pada kasus pertama Anda telah membunuh John Wesley, salah satu penginjil terkemuka pada abad ke-19.
  2. Pada kasus kedua, Anda baru saja membunuh Beethoven.
  3. Pada kasus ketiga Anda telah membunuh Ethel Waters, penyanyi rohani besar berkulit hitam.
  4. Bila pada kasus keempat Anda mengatakan ya, maka Anda baru saja menyatakan pembunuhan terhadap Yesus Kristus!!

Kamis, 05 Maret 2009

Ketika Anda "Ditendang Keluar"

Ingatlah bahwa.. "Allah begitu mengasihi Anda.." sehingga IA mengikat (hasaq) atau "memborgol" diriNya dengan Anda dengan kasih-Nya.
Hasaq adalah kasih yang tertambat..kasih yang melekat pada sesuatu atau seseorang.

Apakah Allah melakukannya karena Anda mudah dikasihi...? Bukan !
"Allah tidak terpikat oleh Anda dan tidak memilih Anda karena Anda besar dan penting..sebenarnya Anda hampir tidak ada apa-apanya.."
Allah melakukannya karena KASIH semata..!! Ini adalah kasih yang tidak melepaskan objek kasih.

Orang lain boleh menendang Anda keluar, mungkin dari lingkungan profesi ..mungkin dari relasi pertemanan..dan lain-lain...tapi Allah tidak akan pernah melakukan itu.

Allah tidak akan melepaskan Anda.
Allah telah merantai.."memborgol" diri-Nya kepada Anda dalam kasih...dan, DIA memiliki satu-satunya kunci rantai/"borgol" kasih itu.

Anda tidak perlu memenangkan kasih-Nya...Anda sudah memilikinya!
Dan,karena Anda tidak dapat memenangkannya, Anda tidak dapat kehilangannya.

Allah mengasihi Anda dengan kasih yang bukan dari dunia ini.
Anda tidak dapat memenangkannya dengan menjadi gembira.
Anda tidak dapat kehilangannya dengan menjadi seorang pecundang.
Namun, Anda bisa menjadi cukup buta untuk menolaknya.

Orang lain merendahkan Anda ? Allah mengklaim Anda !
Izinkanlah suara yang paling berkuasa di alam semesta berkata pada Anda : "..engkau masih bagian dari rencanaKU.."


Dikutip dari buku "3:16 - Angka Pengaharapan" oleh Pdt. Max Lucado, Bab 4.

Senin, 09 Februari 2009

DON'T QUIT

Don’t quit when the tide is lowest
For it’s just about to turn


Don’t quit over doubts and questions
For there’s something you may learn


Don’t quit when the night is darkest
For it’s just a while ‘till dawn


Don’t quit when you’ve run the farthest
For the race is almost won


Don’t quit when the hill is steepest
For your goal is almost high


Don’t quit for you’re not a failure
Until you fail to try



Jill Wolf

Rabu, 21 Januari 2009

I Found Jesus There

The surgeon sat beside the boy's bed; the boy's parents sat across from him.

"Tomorrow morning," the surgeon began, "I'll open up your heart..."

"You'll find Jesus there," the boy interrupted.

The surgeon looked up, annoyed. "I'll cut your heart open," he continued, "to see how much damage has been done..."

"But when you open up my heart, you'll find Jesus in there."

The surgeon looked to the parents, who sat quietly.
"When I see how much damage has been done, I'll sew your heart and chest back up and I'll plan what to do next."

"But you'll find Jesus in my heart. The Bible says He lives there. The hymns all say He lives there. You'll find Him in my heart."

The surgeon had had enough. "I'll tell you what I'll find in your heart. I'll find damaged muscle, low blood supply, and weakened vessels. And I'll find out if I can make you well."

"You'll find Jesus there too. He lives there."

The surgeon left. The surgeon sat in his office, recording his notes from the surgery:
"...damaged aorta, damaged pulmonary vein, widespread muscle degeneration. No hope for transplant, no hope for cure. Therapy: painkillers and bed rest. Prognosis:" here he paused, "death within one year."
He stopped the recorder, but there was more to be said. "Why?" he asked aloud.

"Why did You do this? You've put him here; You've put him in this pain; and You've cursed him to an early death. Why?" The Lord answered and said, "The boy, My lamb, was not meant for your flock for long, for he is a part of My flock, and will forever be. Here, in My flock, he will feel no pain, and will be comforted as you cannot imagine. His parents will one day join him here, and they will know peace, and My flock will continue to grow."

The surgeon's tears were hot, but his anger was hotter. "You created that boy, and You created that heart. He'll be dead in months. Why?"

The Lord answered,"The boy, My lamb, shall return to My flock, for he has done his duty: I did not put My lamb with your flock to lose him, but to retrieve another lost lamb."

The surgeon wept.The surgeon sat beside the boy's bed; the boy's parents sat across from him. The boy awoke and whispered, "Did you cut open my heart?"
"Yes," said the surgeon.
"What did you find?" asked the boy.
"I found Jesus there," said the surgeon.

-- Author Unknown

Kamis, 15 Januari 2009

Beauty of Mathematics..!!!

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Brilliant, isn't it?

And look at this symmetry:
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321

Now, take a look at this... 101%
From a strictly mathematical viewpoint: What Equals 100%?
What does it mean to give MORE than 100%?
Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?
We have all been in situations where someone wants you to GIVE OVER 100%.
How about ACHIEVING 101%?
What equals 100% in life?

Here's a little mathematical formula that might help answer these questions:
If:
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Is represented as:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.

If:
H-A-R-D-W-O- R- K
8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%

And:
K-N-O-W-L-E-D-G-E
11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%

But:
A-T-T-I-T-U- D-E
1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%

THEN,
look how far the love of God will take you:
L-O-V-E- O-F- G-O-D
12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%

Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:

While Hard Work and Knowledge will get you close, and
Attitude will get you there,
It's the Love of God that will put you over the top!
Have a great week ahead & God bless!!

Unknown

Selasa, 13 Januari 2009

DRAB-C Concept in emergency care

D : DANGER - waspada bahaya yang mengancam diri sendiri, lingkungan dan korban terutama untuk pertolongan di lokasi kejadian (TKP)

R : RESPONS- Response Time sangat menentukan keberhasilan pertolongan, jangan lupa untuk menge-cek respons kesadaran penderita sebelum melakukan pertolongan untuk melihat keadaan umum penderita.

A : AIRWAY - Nilai dan tangani masalah pada jalan napas. Awas sumbatan total jalan napas merupakan pembunuh paling cepat pada penderita. Jangan lupa fiksasi kepala dan leher pada penderita yang dicurigai patah tulang leher dan tulang belakang.

B : BREATHING- Nilai dan tangani masalah pernapasan penderita, pastikan bahwa pernapasan penderita adekuat. Jangan pelit memberikan oksigen pada penderita dengan keadaan umum kurang baik. Berikan napas buatan jika penderita mengalami henti napas.

C : CIRCULATION- Periksa denyut jantung, nadi dan perdarahan. Lakukan Kompresi jantung luar apabila penderita henti jantung. Atasi perdarahan dan syok pada penderita trauma

Minggu, 23 November 2008

BERSEPEDA BERSAMA JESUS

Pada awalnya, aku memandang Tuhan sebagai seorang pengamat; seorang hakim yang mencatat segala kesalahanku, sebagai bahan pertimbangan apakah aku akan dimasukkan ke surga atau dicampakkan ke dalam neraka pada saat aku mati. Dia terasa jauh sekali, seperti seorang raja. Aku tahu Dia melalui gambar-gambar-Nya, tetapi aku tidak mengenal-Nya.
Ketika aku bertemu Yesus, pandanganku berubah.
Hidupku menjadi bagaikan sebuah arena balap sepeda, tetapi sepedanya adalah sepeda tandem, dan aku tahu bahwa Yesus duduk di belakang, membantu aku mengayuh pedal sepeda.
Aku tidak tahu sejak kapan Yesus mengajakku bertukar tempat, tetapi sejak itu hidupku jadi berubah.
Saat aku pegang kendali, aku tahu jalannya.
Terasa membosankan, tetapi lebih dapat diprediksi … biasanya, hal itu tak berlangsung lama.
Tetapi, saat Yesus kembali pegang kendali, Ia tahu jalan yang panjang dan menyenangkan.
Ia membawaku mendaki gunung, juga melewati batu-batu karang yang terjal dengan kecepatan yang menegangkan.
Saat-saat seperti itu, aku hanya bisa menggantungkan diriku sepenuhnya pada-Nya!
Terkadang rasanya seperti sesuatu yang 'gila', tetapi Ia berkata, "Ayo, kayuh terus pedalnya!"
Kadang Aku takut, khawatir dan bertanya, "Aku mau dibawa ke mana?"
Yesus tertawa dan tak menjawab, dan aku mulai belajar percaya.
Aku melupakan kehidupan yang membosankan dan memasuki suatu petualangan baru yang mencengangkan.
Dan ketika aku berkata, "AKU TAKUT !" Yesus menurunkan kecepatan, mengayuh santai sambil menggenggam tanganku.
Ia membawaku kepada orang-orang yang menyediakan hadiah-hadiah yang aku perlukan …
orang-orang itu membantu menyembuhkan aku, mereka menerimaku dan memberiku sukacita. Mereka membekaliku dengan hal-hal yang aku perlukan untuk melanjutkan perjalanan … perjalananku bersama Tuhanku. Lalu, kami pun kembali mengayuh sepeda kami.
Kemudian, Yesus berkata, "Berikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang membutuhkannya; Jika tidak, hadiah-hadiah itu akan menjadi beban bagi kita."
Maka, aku pun melakukannya.
Aku membagi-bagikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang kami jumpai, sesuai kebutuhan mereka.
Aku belajar bahwa ternyata memberi adalah sesuatu yang membahagiakan.
Pada mulanya, aku tidak ingin mempercayakan hidupku sepenuhnya kepadaNya.
Aku takut Ia menjadikan hidupku berantakan; tetapi Yesus tahu rahasia mengayuh sepeda.
Ia tahu bagaimana menikung di tikungan tajam, Ia tahu bagaimana melompati batu karang yang tinggi, Ia tahu bagaimana terbang untuk m emp ercepat melewati tempat-tempat yang menakutkan.
Aku belajar untuk diam sementara terus mengayuh … menikmati pemandangan dan semilir angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahku selama perjalanan bersama Sahabatku yang setia: Yesus Kristus.
Dan ketika aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan,
Yesus akan tersenyum dan berkata …
"Mengayuhlah terus, Aku bersamamu."

sumber : Thoughts for the day, 19 Feb 2003 by Chuck Ebbs

Sabtu, 22 November 2008

NEW VERSION OF FOOTPRINTS

Imagine you and the Lord Jesus are walking down the road together. For much of the way, the Lord's footprints go along steadily, consistently, rarely varying the pace. But your footprints are a disorganized stream of zigzags, starts, stops, turnarounds, circles, departures and returns.

For much of the way, it seems to go like this, but gradually your footprints come more in line with the Lord's, soon paralleling His consistently. You and Jesus are walking as true friends! This seems perfect, but then an interesting thing happens: Your footprints, that once etched the sand next to Jesus', are now walking precisely in His steps.

Inside His larger footprints are your smaller ones, you and Jesus are becoming one. This goes on for many miles, but gradually you notice another change. The footprints inside the large footprints seem to grow larger.

Eventually they disappear altogether.

There is only one set of footprints: they have become one. This goes on for a long time, but suddenly the second set of footprints are back. This time it seems even worse! Zigzags all over the place. Stops. Starts. Deep gashes in the sand. A veritable mess of prints.

You are amazed and shocked. Your dream ends. Now you pray: "Lord, I understand the first scene with zigzags and fits. I was a new Christian; I was just learning. But you walked on through the storm and helped me learn to walk with you."

"That is correct."

" ... and when the smaller footprints were inside of Yours, I was actually learning to walk in Your steps; followed you very closely."

"Very good. You have understood everything so far."

"... when the smaller footprints grew and filled in Yours, I suppose that I was becoming like you in every way."

"Precisely."

"So, Lord, was there a regression or something? The footprints separated, and this time it was worse than at first."

There is a pause as the Lord answers with a smile in his voice. "You don't know? That was when we danced."

"To everything there is a season, a time for every purpose under Heaven. A time to weep, a time to laugh; A time to mourn, and a time to dance."
Ecclesiastes 3:1,4

-- Author Unknown

Jumat, 21 November 2008

Kapan Terakhir Kamu Berbicara Dengan Orang Tua-mu?

Suatu hari seorang teman saya pergi ke rumah orang-jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti-werdha bersama dengan teman-temannya.

Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-2 yang kesepian dalam hidupnya.

Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-2 tua, tiba-2 mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara.

Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya ...

Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang.

Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai.

Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang bagus.

Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi.

Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah, juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami.

Tiba-2 istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak.

Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-2 kami semua tidak ada yg mau menemani saya, karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar.

Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukannya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon.

Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan, kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya.

Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi yang tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya.

Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.

Tapi apa yang saya dapatkan?

Setiap hari mereka sibuk sendiri-2 dan kalaupun mereka ada dirumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya.

Semua keperluan saya pembantu yang memberi.

Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan.

Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain.

Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita dalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari plastik dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu.

Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka.

Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua.

Tapi apa yang saya dapatkan?

Setelah beberapa lama saya tinggal disana, akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya, lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti-jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul, dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Sekarang sudah 2 tahun saya disini, tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya, apalagi membawakan makanan kesukaan saya.

Hilanglah semua harapan saya tentang anak-2 yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat.

Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan, padahal saya bukan orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil.

Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.

Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-2 yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat-2 yang mengasihi saya, tapi tetap saya merindukan anak-2 saya.

Sejak itu teman saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa.

Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan, apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.

Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita?
Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian?


Sumber: Anonymous

Selasa, 11 November 2008

Penggunaan kata : "Jika" & "Saat"

Karen, salah seorang dari teman kerjaku sangat stress karena tempat Ia tinggal. Ia sangat membenci apartemen dimana ia tinggal dan selalu komplainnya setiap hari. Suatu hari saat sedang minum kopi, kenapa ia tidak mencari apartemen lain karena itu solusi yang paling mudah. Karen menjawab ” Saya akan mencari apartemen baru saat saya pulang dari liburan.”

Sam membenci pekerjaannya. Ia malas bangun pagi. Ia membenci pekerjaan yang sedang ia kerjakan dan itu telah mempengaruhi pekerjaannya. Ia menyukai photography dan saat ini sedang mengambil sekolah photography untuk mendapatkan sertifikat. Setiap malam ia komplain tentang pekerjaannya. Setelah mendengar komplainnya selama sebulan, saya bertanya ia tidak menyelesaikan sekolahnya dan membuka bisnis photography saat akhir minggu. Jawabnya ” Jika saja saya memiliki banyak waktu menyelesaikan sekolah. Saat saya selesai sekolah saya akan membuka bisnis photography.


Sarah bekerja seumur hidupnya sekarang telah pensiun dan hidup nyaman. Rumah yang ia beli memiliki mesin cuci; akan tetapi mesin cucinya tua dan tidak bekerja. Dia membenci mencuci piring dan setiap kali kita berkunjung ia mengkomplain harus mencuci piring. Suatu malam, saya bertanya, ” Kenapa tidak membeli mesin cuci baru.” Ia menjawab, ” Saya telah memikirkannya, jika saja saat ini sedang diskon maka saya mau.”


Larry bekerja pada sebuah perusahaan yang mengizinkan pensiun dini. Larry telah memenuhi syarat baik masa kerja maupun usianya telah mencukupi, dengan pengurangan pensiun. Ia mengalami kesulitan untuk mengikuti perubahan yang ada. Ia mengalami beberapa serangan jantung ringan. Ia menelpon saya dan berbicara berjam-jam. Saya khawatir stress pekerjaannya mempengaruhi kesehatannya. ” Larry kenapa kamu tidak pensiun saja? Lakukan apa yang kamu selalu ingin lakukan,” saya bertanya. Lalu jawab Larry, ” Jika saja saya lebih tua maka saya akan mendapat pensiun penuh.” saat pembicaraan makin mendalam, ” tapi Larry, kamu telah melunasi cicilan rumah, tidak memiliki hutang, anak-anakmu pun telah dewasa. Kamu bisa menjual rumahmu, apakah kesehatanmu tidak penting? Larry menjawab ” Saat musim panas mungkin akan ku lakukan.


Semua cerita ini memiliki suatu tema masalah yang sedang dihadapi. Yang menyedihkan dari semua cerita ini adalah mereka sedang mengalami stress dalam kehidupannya tapi mereka tidak melakukan apa-apa untuk mengatasinya. Tapi mereka hanya berpikir “Jika” atau “Saat” itulah yang membuat mereka tetap menderita. Hidup terlalu singkat untuk “Jika” dan “Saat”.


Lain kali saat Anda mengalami stress dan Anda menemukan dirimu berpikir ”Jika atau Saat” ingatlah, pada saat kata ”jika dan saat" digunakan maka tidak ada yang berkembang!”. Rubahlah cara berpikirmu dan lakukan sesuatu, supaya bisa mengurangi stressmu.

Anonim
as shared by dr. Yulia K.,SpA

Kamis, 30 Oktober 2008

Love me or Leave Me ???

Saat kita membangun sebuah persahabatan dengan seseorang, perasaan bahagia mewarnai hati kita.
Kita melihat sahabat kita adalah orang yang sangat menyenangkan...
Kita melihat dia sebagai orang yang mau mendengarkan cerita kita tentang apa saja..
Kita seakan bertemu dengan orang yang dengan siapa kita bisa bebas berekspresi..
Kita melihat dia sebagai pribadi dengan siapa kita ingin curhat tentang apa saja...
Ya, seorang sahabat yang membuat hidup kita berbinar indah...penuh canda dan tawa...senang dan bahagia...
Beginilah perasaan kita di awal-awal perjalanan persahabatan kita dengan seseorang...
Namun,
Berapa lamakah suasana hati kita yang bagaikan dihiasi dengan tempelan kertas-kertas indah berwarna warni yang berisi kata-kata manis sahabat kita yang mengungkapkan rasa kasih..rasa hormat..penghargaan..dukungan..perhatian..kepedulian..ini akan bertahan..??
Berapa lamakah kita bisa menikmati keindahan ini...satu tahun..? dua tahun..? tiga tahun..? seratus bahkan seribu tahun ..??

Sebuah puisi indah berkata “Making thousands friends a year is not a miracle, the miracle is to make a friend who stand by you for thousands years..”

Mampukah kita ...menjadi seorang yang bertahan sampai seribu tahun dalam persahabatan ?
Mampukah dia..menjadi seorang yang bertahan sampai seribu tahun dalam persahabatan ?

Apa yang terjadi setelah 2-3 tahun perjalanan persahabatan kita..?
Dalam kurun waktu itu ..
Kita dan sahabat kita menjadi semakin akrab dan saling mengenal semakin dalam kepribadian dan kebiasaan masing-masing satu sama lain...
Kita mengenal siapa dia...kelebihannya...kelemahannya...keterbatasannya...dan kejelekannya..
Dia mengenal kita ...kelebihan kita..kelemahan kita..keterbatasan kita..dan keburukan kita...

Setelah semua ketahuan, masihkah kita menikmati perasaan yang kita rasakan di awal persahabatan..semua perasaan indah dan membahagiakan itu ..??

Ketika berbagai perbedaan yang bercampur kelemahan dan keterbatasan kita dan sahabat kita muncul ke permukaan..masih adakah keinginan kita untuk mengekspresikan penghargaan... masih mampukan kita untuk memberikan dukungan..satu sama lain ..??
Ketika berbagai perbedaan yang bercampur kelemahan dan keterbatasan kita dan sahabat kita berbuah kekecewaan...kepedihan ..luka hati..dan kemarahan....masih mampukah kita mempertahankan kasih sayang persahabatan dalam hati kita?? Ataukah semua berakhir dalam kepahitan dan kebencian sampai seribu tahun...??

Ketika persahabatan kita diuji dengan berbagai masalah dan beban nan berat...
Ketika persahabatan kita berbunga duka..kepedihan..kemarahan bahkan kepahitan...
Saat-saat seperti itu mungkin kita ingin berlari jauh... menjauh dari semuanya..
Menjauh dari sahabat yang awalnya kita kasihi..kita hormati..kita hargai..dst

Pada saat itulah kita ditantang dengan pertanyaan...”LOVE or LEAVE..?”
Mungkin saat itu kita ingin menantang sahabat kita : “love me or leave me..!”
Mungkin saat itu kita menantang diri kita : “love her/him or leave her/him..!”

Persahabatan Tuhan Yesus dan Petrus merefleksikan dengan sangat jelas tentang hal ini.
Persahabatan mereka dimulai dalam suatu pertemuan di tepi danau Galilea...
Segalanya begitu indah...saling mendukung dan menasehati...ada rasa kagum...rasa hormat..penghargaan...dan terutama perasaan kasih persahabatan yang terjadi selama tiga tahun persahabatan itu...
Hingga akhirnya segala sesuatunya seakan selesai ketika kedua orang bersahabat ini mengahadapi tantangan yang teramat berat...keputusan diantara hidup dan mati.
Tuhan Yesus yang sedang kesepian..sangat menderita secara fisik maupun emosi..sangat membutuhkan kehadiran Petrus yang akan memberikan dukungan padaNya..
Namun yang terjadi adalah sebaliknya..penyangkalan dan penghianatan seorang Petrus terhadap Sahabatnya terkasih...
Petrus kecewa dan marah karena kelemahan Yesus, Sahabatnya yang tidak ingin berontak dan menyerah kalah seperti orang bodoh ketika diperlakukan tidak adil.
Kekecewaan Petrus yang memuncak karena harapannya tentang Yesus yang akan menjadi Raja kandas dalam pemandangannya akan Tuhan Yesus yang mengalami penghinaan saat itu.

Pada saat itulah mereka ditantang dengan pertanyaan...”LOVE or LEAVE..?”
Mungkin saat itu mereka masing-masing ditantang pertanyaan ini: “love me or leave me..?”
Mungkin saat itu mereka masing-masing ditantang pertanyaan ini : “love him or leave him..?”

Keputusan harus dibuat...segala sesuatu perlu diklarifikasi..masalah harus diselesaikan..
Ini juga yang terjadi pada suatu saat di tepi danau Galilea...
Saat itu mungkin Petrus ingin menantang sahabatnya : “love me or leave me..!”
Mungkin saat itu Tuhan Yesus sedang menantang diriNYA : “love him or leave him..!”
Akhirnya Tuhan Yesus bertanya sebanyak tiga kali pada sahabatNya “..Petrus, do you love Me..??
Dan kita tahu persahabatn mereka pulih dan tak pernah berakhir melampaui batas kekekalan..

Sebuah syair lagu mendendangkan sebait kalimat yang berkata “Our (friendship) love will always stronger when we let our weakness show”.Ya, dalam persahabatan KASIH seharusnnya semakin kuat ketika kita justru semakin mengenal kelemahan & kekurangan satu sama lain..
Belajar dari persahabatan Tuhan Yesus dan Petrus : “Never give up in love..!!”
Ubahlah “love me or leave me” menjadi “love me...love me.. and love me..
Ubahlah “love her/him or leave her/him ” menjadi “love her/him...loveher/him.. and love her/him..


“Making a thousands friends for a year is not a miracle, the miracle is to make a friend who stand by you for a thousand years..”

GOD is love...!
Marilah kita membuat keajaiban dengan KASIH yang bertahan sampai melampaui kekekalan...!!

Damaris

Senin, 27 Oktober 2008

BAJU-BAJU YANG MENIPU

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston , dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University< SPAN> . Mereka meminta janji. Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge. "Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria lembut. "Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat. "Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya. "Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard. Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di Suatu tempat di kampus ini. bolehkan?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap. Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan."

"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard." Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja ?" Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.
Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.
Kita, seperti pimpinan Hardvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, acap menipu. (NN)

Rabu, 15 Oktober 2008

Welcome to WALL STREET

If you have difficulty understanding the current world financial
situation, the following should help...

Once upon a time in a village in India, a man announced to the
villagers that he would buy monkeys for $10.

The villagers seeing there were many monkeys around, went out to the
forest andstarted catching them.
The man bought thousands at $10, but, as the supply started to
diminish, the villagers stopped their efforts. The man further
announced that he would now buy at $20. This renewed the efforts of
the villagers and they started catching monkeys again.

Soon the supply diminished even further and people started going back
to their farms. The offer rate increased to $25 and the supply of
monkeys became solittle that it was an effort to even see a monkey,
let alone catch it!

The man now announced that he would buy monkeys at $100! However, since
he had to go to the city on some business, his assistant would now act
as buyer, on his behalf.

In the absence of the man, the assistant told the villagers: 'Look at
all these monkeys in the big cage that the man has collected. I will
sell them to you at $50 and when he returns from the city, you can sell
them back to him for $100.'

The villagers squeezed together their savings and bought all the monkeys.

Then they never saw the man or his assistant again, only monkeys everywhere!

Welcome to WALL STREET.

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter/IG : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag