Rabu, 18 September 2019
KAMP MEDIS NASIONAL ALUMNI, BUKAN HANYA
Senin, 30 November 2015
Tanya Tuhan Secara Pribadi
Drg. Hotlin Oppusunggu,
bertugas di klinik ASRI, Sukadana, Kalbar.
Selasa, 06 Oktober 2015
Menjawab Panggilan-Nya
Syalom,
dr. Angelica Wagiu
(Dikutip dari Majalah Samaritan, Edisi 2 Tahun 2008)
Jumat, 11 September 2015
Nyatakan Yesus Dalammu (Pdt. Erick Sudharma)

Pendeta Erick Sudharma
Alumni Tehnik Mesin Trisakti dan STT Bandung
Saat ini sedang studi MTh di STT Duta Wacana
dan melayani di
Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI ) Kudus
Senin, 08 Juni 2015
Kode Etik Profesi Dokter Rumusan Integritas Dokter
Tapi saya pribadi ingin terus berusaha mempertahankan integritas.
Rabu, 10 Desember 2014
Tetap Beriman dan Komitmen
Bukan itu saja pengalaman ber-PTT yang dirasanya sebagai tantangan, tapi juga bagaimana mesti bisa menerima program yang tidak jalan, bahkan mengalami ketidakcocokan padahal ia ingin menerapkan program Depkes. "Banyak memang pengalaman yang saya dapatkan di sana. Saya pernah mendoakan seorang ibu yang kesurupan. Waktu itu saya ingat hanya cerita di Alkitab, bagaimana Yesus menyembuhkan. Saya melakukan, dan ibu itu sembuh," ceritanya.Memegang Prinsip
Dengan menjadi dokter , tantangan iman dalam bentuk lain akan muncul. Yusak bercerita kalau ia pernah didatangi pasien untuk menggugurkan kandungan sambil menangis. Perempuan itu masih muda, ia datang dengan lelaki paruh baya. Mereka mengaku paman dan keponakan. Menurut kedua orang itu, mereka akan dibunuh kalau orangtuanya tahu bahwa anaknya hamil. "Jadi mereka minta saya menggugurkan kandungan perempuan itu. Saya sempat bingung. Mereka juga menawarkan duit yang banyak. Lantas saya bilang dari segi etika Kristen tidak diperbolehkan menggugurkan kandungan dan dari segi medis juga dilarang!" tegasnya menolak.Dikutip dari :
Majalah Samaritan Edisi No. 4 Tahun 2003
Selasa, 30 September 2014
Yang tersisa dari perjalanan KMdN 19 Bali…
Senin, 16 Juni 2014
Kristus adalah Langkah Awalnya
Saya mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus melalui suatu Seminar Hidup Baru oleh Roh (SHBR) yang diadakan oleh salah satu persekutuan doa Katolik 1986. Sejak saat itu kerinduan untuk mnegenal Kristus begitu menggebu-gebu. Memang betul apa yang tertulis dalam firman Tuhan bahwa jika satu orang diselamatkan, seisi rumah akan diselamatkan (Kis 16 : 31) Tidak lama setelah itu, suami saya, drg. Max Leepel mengalami hidup baru disusul anak-anak kami. Kami begitu haus untuk mengenal Tuhan Yesus. Benar-benar jatuh cinta dan rindu setiap orang juga mengalami keselamatan cuma-cuma seperti yang telah kami peroleh. Hampir tidak ada kegiatan rohani yang mereka lewatkan.
Beberapa persekutuan doa di FKG UI maupun di gereja tempat kami tertanam merupakan ladang pelayanan mereka. Sekali-sekali kami melakukan pelayanan firman di FKG, pengarajan di SOM (Sekolah Orientasi Mengajar), GBI Sungai Yordan atau seminar PAIS (Pasangan Istri-Suami) di gereja yang sama bahkan bersama tim gereja, beberapa kali kami ikut pelayanan misi di pedalaman Kalbar, Ambon, P. Buru. Di gereja lokal, pelayanan rutin yang saat ini adalah di kelompok sel, kebaktian umum, pengajar SPT (Saya Pengikut Tuhan) dan tim konseling.
Bagi kami, waktu dan keuangan kadang-kadang merupakan kendala yang tidak begitu berarti. Semua tergantung pada pandai-pandainya kami menyiasati. Prinsip yang kami pegang dalam pelayanan :
1. Mengalir ikut pimpinan Tuhan, tidak mengandalkan kekuatan sendiri (Yer 17 : 5)
2. Setia pada perkara kecil (Mat 25 : 21)
3. Lakukan segala sesuatu dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kol 3 : 23)
4. Taat dan tunduk pada otoritas
5. Senantiasa bersyukur dengan apa yang ada (Ibrani 13 : 5)
6. Saling terbuka dan bersedia mengampuni (Mat 6 : 12)
7. Bersedia dikoreksi
Keteladanan, pendekatan pribadi, perhatian dan pemuridan tentu merupakan hal yang menentukan keberhasilan dalam membina generasi penerus kelompok kecil/kelompok sel. Saya kira kelompok kecil merupakan sarana penting untuk mengetahui talenta tiap-tiap anggota. Pemuridan yang paling efektif adalah seperti yang Yesus lakukan. Beri teladan, pantau terus, selesaikan setiap masalah secara terbuka dan jaga setiap kawanan (relasi). Setiap pelayanan baru harus tahu dasar kekristenan dengan benar supaya dapat bertumbuh dengan baik (bebas dosa). Selama Tuhan berkenan beri kesempatan untuk menyebarluaskan misi medis di Indonesia, maka utamakan Tuhan dalam setiap rencana dan berusaha hidup dalam kebenaran.
Laksmi A. Leepel
(Mission Possible)
Minggu, 18 November 2007
UNFORGETABLE MOMENT
UNFORGETABLE MOMENT
Kalo mau ditanya apa manfaat MMC-2 padaku.......Mmmmmm.....................
Manfaatnya banyaaaaaaakkkkk sekali.
Mungkin awalnya aku kan sharingkan secara singkat pengalamanku mengikuti MMC-2 ini.
Awalnya aku tidak disetujui oleh orang tuaku untuk ikut MMC-2...
Ditambah dengan dana....yang...plis deh....terlalu besar bagiku en my fam.
Tapi aku terus coba percaya kalo Tuhan mau aku ikut MMC-2,
APAPUN rintangannya pasti Tuhan kabulkan.
dan aku bisa juga mengikutinya dengan cara Tuhan yang sering membuatku terkagum-kagum.
Jadi Manfaat I: aku belajar mempercayakan semua keputusan dan kebutuhan padaNYA. Belajar berserah dan akhirnya melihat pekerjaanNYA nyata dalam hidupku.
Selama di OMF.. yang selama ini kudoakan untuk semakin banyak tahu tentang misi banyak kudapat disini. Di OMF aku semakin yakin akan panggilan ALLAH padaku. Misi ALLAH bagi dunia topik yang tak kulupakan dan selalu menggelisahkanku. Dan sejak saat itu sampai sekarang aku semakin ingin untuk diisi dengan ”misi” dan keahlian yang lain, belajar mencari tau kehendak Tuhan.....
Di Serukam....
Aku banyak belajar kerendahan hati, pelayanan yang holistik. Dan mujizat....Aku juga melihat pengaruh besar dari doa-doa....Saat pergi ke pedalaman à Tamong juga menyadarkan aku bahwa banyaknya orang-orang yang masih jauh dari pendidikan, fasilitas kesehatan, juga spiritual....
Kesimpulannya aku banyak sekali belajar dari MMC2 ini. Kasih ALLAH yang besar dan nyata akan manusia harus dinyatakan melalui hidup kita dan profesi kita.
Mari kita sama-sama meresponi panggilannya. Kita melihat, mendengar, menyaksikan, merenungkan, merefleksikan terutama mengevaluasi hidup kita selama ini dan yang akan datang selama mengikuti MMC.
Syallom
Eva Oce Simatupang
Minggu, 04 November 2007
APAKAH MMC-2 BERMANFAAT BUATKU ?
Jawabannya: sangat bermanfaat!
Medical Mission Course (MMC) sudah kuketahui sejak Juni 2005. Setelah pulang dari pelayanan sebagai dokter relawan untuk Perkantas di Nias, aku mengikuti rapat di lantai-3 kantor Perkantas Pintu Air. Disitu aku mendengar tentang Medical Mission Course, yang dulunya namanya ….., apa yah? Aku sampai lupa. Hehehe. ( kak Nora, kalau tahu, tolong ditulis yah. Thanks-a-lot!) Rencanaku, kalo bisa aku mau mendaftar untuk itu tahun depan. Aku ingiiiiiin sekali ikut. Tetapi, ‘Rancangan-Ku bukanlah Rancanganmu..’. sehingga aku harus bersabar menunggu untuk MMC-2.
My dream come true. Dengan bersabar setahun, menabung setahun, akhirnya aku ditelpon kak Ria Pasaribu, untuk bilang aku bisa ikut. Dan aku sangat mensyukurinya. MMC-2 merupakan suatu susunan program pelatihan bermisi bagi mereka yang baru saja lulus menjadi Dokter. MMC-2 menjadi lahan pertama untuk tempat praktek dokter baru, juga menjadi tempat persiapan untuk menghadapi dunia PTT. Kenapa seperti itu?
Karena, selama 1 minggu di Guest house-OMF Cempaka Putih dan 1 bulan di RSU Bethesda Serukam, aku bersama 7 orang temanku yang lain mendapat materi dan praktek yang sarat dengan pengetahuan bagaimana bermisi di bidang medis. Di OMF kita mendapat penjelasan tentang apa yang Tuhan inginkan kita kerjakan di ladang medis, bagaimana mengenal culture shock, bagaimana menjadi dokter yang praktis dan memanfaatkan waktu secara optimal. Banyak lagi materi yang kami dapatkan dalam seminggu itu, yang rasanya meringkas semua waktu akademik dan praktek selama di fakutas kedokteran.
Kemudian, kami berangkat ke Serukam. Ini dia tempat prakteknya. Never guess before! Pernah membayangkan Direktur Rumah Sakit, meminta rice-cooker yang sedang kamu bawa, untuk dibawa oleh dia saja? Pernah membayangkan dokter-dokter, umum dan spesialis, dari dalam dan luar negeri, yang telah bekerja seharian di klinik, rela duduk selama lebih dari 2 jam menunggu anak baru lulus yang bahkan tidak mereka kenal, agar dapat menyambut anak-anak baru itu? Jangan susah-susah memikirkannya. Kami bukti otentiknya.
Hari pertama di Serukam, kami diajari untuk rendah hati. Melayani dan bukan untuk dilayani, tertulis besar-besar dengan warna merah di dinding kapel. Itulah dasar pelayanan disini. Kemudian kami mendapat materi-materi ringkas dan padat, tentang penyakit-penyakit yang sering ditemui di masyarakat dan bagaimana menghadapinya. Disusul dengan praktek - praktek langsung kepada pasien di bangsal, sambil didampingi dengan amat sangat sabar oleh dokter-dokter ahli. Kita bisa bertanya apa saja. Bisa minta penjelasan lagi kalo penjelasan sebelumnya belum jelas. Kita juga bisa minta tambahan topik lain yang kita inginkan dari dokter yang mendampingi kita. Tidak ada yang menjawab kami dengan ketus, ataupun dengan nada menjawab yang dapat diartikan “gitu aja kok ga tau sih?!”. Tidak ada yang akan mengejar setiap kami dengan pertanyaan-pertanyaan menyudutkan. Intinya, you can get as much as you can, if you want it. Just ask.
Kami juga dilibatkan dengan pelayanan turun langsung ke kampung-kampung di pedalaman hutan Kalimantan . Merasakan bagaimana yang dirasakan oleh penduduk desa, yang jika ingin turun ke kota , harus jalan ± 3 jam lalu naik motor-boat ± 2 jam dilanjutkan dengan naik mobil angkutan ± 3 jam. Melihat bagaimana kehidupan nyata mereka yang tinggal di pedalaman, dengan adat istiadat dan kebiasaan yang berbeda dengan kita. Menjalani hidup bersama mereka.
Belum cukup dengan semuanya itu, Panitia MMC juga mendatangkan Konsultan dari luar negeri. Dari Inggris , Malaysia dan Amerika. ( yang terakhir itu, sudah lama di Ketapang, Kalbar juga. Hehehehe) Mereka memberi materi dengan penjelasan sejelas-jelasnya dan contoh praktis yang mudah diingat tentang Emergency Doctor, Nephrology, Cardiology dan ilmu-ilmu lain yang tidak kita dapatkan dari text book. Bagaimana prepare for funeral, salah satunya.
Bagaimana MMC dapat dipraktekkan di pekerjaan yang nyata? Bagaimana MMC dapat berguna untuk pelayananku? MMC merupakan suatu awal buatku. Awal untuk mengenal bagaimana rumah sakit misi itu. Awal untuk kemudian mengerti, bahwa aku ternyata kembali lagi ke Serukam, bekerja dan menetap disini. Yah, aku bekerja di Serukam sebagai dokter PTT selama 1 tahun disini. Ilmu yang kudapatkan dapat langsung diterapkan. Walaupun sekarang sebagian besar aku sudah lupa materinya, karena jarang dibaca, tapi kepada setiap peserta MMC dibekali dengan file lengkap untuk setiap materi yang didapatkan. Jadi, kapan saja, dapat langsung dibaca.
Apa lagi yang bisa kukatakan tentang MMC?
MMC sangat bermanfaat bagi setiap dokter yang ingin bermisi dalam bidang medis. Satu bulan mengikuti MMC, menghabiskan uang untuk tiket dan makanan, harga yang harus kubayarkan demi mengikuti MMC, tidak sebanding dengan apa yang kudapatkan selama mengikuti MMC. Aku mendapat lebih!
Salam dari Serukam,
dr.tatie marksriri^_^
Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
